Rekan-rekan sekalian
Mungkin lebih baik uang Rp. 200 juta rupiah untuk kembang api di Makassar
itu disumbangkan pada anak yatim di Aceh (yang orang tuanya gugur waktu
DOM), apalagi ini bulan suci Ramadhan....miungkin bisa nyuci dosa hasil
KKN....
Trims
-----Original Message-----
From: Nenny R Babo <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, December 31, 1999 11:22 AM
Subject: [envorum] Foya-foya di Tahun Baru
Dear rekan-rekan,
Hari ini Gus Dur tiba di Mangkasara. Semua macet, jalan ditutup yang akan
melewati rumah Gubernur. Selagi macet beberapa komentar dari orang-orang
yang terhambat jalannya.
" Wah kalau tau presiden hanya menjadi penghambat seperti ini tidak perlu
kali ada presiden yah" kata seorang sopir pete-pete (angkot di Makassar).
"Presiden ngapain kesini yah, kayaknya lebih baik ke Aceh sana menengok anak
yatim yang kehilangan orang tuanya akibat DOM" kata salah seseorang dari
mobil yang lain.
Dan banyak lagi komentar yang lucu dan tidak etis.
Macet sampai tadi malam.
Rencana tahun baru di Makassar akan diadakan do'a bersama dari semua pemuka
agama dan akan membakar kembang api yang harganya sekitar 200 Juta rupiah.
Inilah bangsa kita!! Bangsa yang mau dicatat di buku Guiness (apalah
namanya) bahwa di suatu negara yang sangat miskin masih sempat mebakar-bakar
uangnya karena tidak tahu cara menghabiskan.
Lantas isi do'a yang akan didoakan bersama adalah:
Yah Tuhan, tolonglah bangsa ini keluar dari kesulitan. Bangsa yang tidak
tau akan arti suatu nilai. Yah Tuhan yang maha pengasih, hari ini saya
berfoya-foya dengan membakar kembang api yang seharga 200 juta sedangkan
dibelakang rumah saya masih ada orang yang tidak makan tiga hari (bukan
karena puasa tapi tidak ada lagi uang pembeli makanan), ampunilah kami,
karena kami memang orang yang seperti itu, orang yang tidak peduli akan
sekitar kami. Yah Tuhan kami tahu itu tapi kami mau semua orang tau bahwa
kami kelebihan, kami mau orang tau bahwa kami ini orangnya WAH!!! . Kami
ini memang sombong dan kami akan pelihara itu semua yah Allah. Brilah kami
kedamaian walaupun kami sering menghasut sehingga timbul pertentangan.
Blah...blahhhh
Wah doanya banyak sekali sampai-sampai bangsa ini betul-betul tidak bisa
keluar dari kesulitan, itulah Do'a di New Millenium.
Maaf, jangan ada yang tersinggung tapi tetaplah bersabar melihat ketimpangan
seperti itu dan mencoba merobahnya kalau tidak bisa dengan kata, yah
berdoalah dalam hati buat mereka.
Salam,
Nenny Babo
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]