Dear Nenny,
may that you live for another thousand years,
kismadi
Nenny R Babo wrote:
> Dear rekan Nedia,
> Kayaknya pernyataan itu datang dari masyarakat sejak Presiden pertama
> menjabat, waktu semua orang mengkritik presiden, ada saja pernyataan
> klasik
> yang keluar seperti itu.
> "emangnya gampang jadi presiden?" lalu dijawab "Kalau memang tidak
> gampang
> jadi Presiden kenapa mau calonkan diri jadi Presiden kalau tidak
> bisa?"
> nah.. itulah jawaban balasan yang kadang keluar seketika itu juga.
> Tapi
> khan bukan itu sebenarnya maksudnya. Yang penting esensinya khan?
> Hal-hal
> yang dikeluhkan masyarakat misalnya merasa dirugikan karena Presiden
> datang
> kok lantas mereka menderita kemacetan yang belum pernah mereka alami
> sebelumnya dan mengakibatkan kerugian bagi mereka.
>
> Yah dan banyak lagi... Jadi kalau mau jadi Presiden jangan takut
> dikritik,
> jangan takut dicaci dan dimaki apalagi di bumi Indonesia ini khan
> masih
> banyak orang yang belum tahu etika bagaimana cara mengkritik dengan
> tidak
> mengacung-acungkan telunjuk dimuka hidung.
>
> Yang jelas semua LEADers mau ikut turut dalam membangun bangsa kita
> yang
> sudah melorot seperti ini khan.
>
> Selamat Natal dan Tahun Baru, selamat memasuki Millenium ke tiga
> semoga kita
> diberi kesabaran oleh ALLAH, amin.
> Nenny R. Babo, C8
>
> ----- Original Message -----
> From: Nedia Permata Kusuma / 00773 <[EMAIL PROTECTED]>
> To: 'Panca Pramudya' <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Friday, December 31, 1999 7:32 AM
> Subject: RE: [envorum] Foya-foya di Tahun Baru
>
> >jangan terlalu kritis dulu .... memangnya jadi presiden gampang?
> >
> >> -----Original Message-----
> >> From: Panca Pramudya [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> >> Sent: Friday, December 31, 1999 7:05 AM
> >> To: [EMAIL PROTECTED]
> >> Subject: Re: [envorum] Foya-foya di Tahun Baru
> >>
> >> Dear Nenny,
> >> Apakah ada hubungannya antara acara para pemuka agama dengan
> >> bakar-bakar
> >> kembang api.
> >> Bila ya, bukankah itu menunjukkan bangsa kita sudah masuk Guiness
> Book
> >> of
> >> Record sebagai bangsa yang teguh dalam melaksanakan agama sebatas
> >> ritual dan
> >> show saja.
> >> Rekor tersebut sebagai rekor tambahan saja selain rekor-rekor yang
> >> lain
> >> seperti:
> >> 1. Keterasingan terhadap realitas sosial
> >> 2. Penyakit buta dan tuli menahun yang tidak sembuh-sembuh
> >> 3. Rasa tega dan acuh
> >> Semoga bagi para LEADers yang lebih punya kepekaan diharapkan
> terbebas
> >> dari
> >> rekor-rekor ini dan untuk tahun baru ini bisa memberikan
> pencerahan.
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> ---------------------------------------------------------------------
> >> Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
> >> Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
> >> Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
> >
> >---------------------------------------------------------------------
>
> >Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
> >Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
> >Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
> >
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
> Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
> Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]