Saya ucapkan banyak terima kasih atas semua tanggapan tentang Foya-foya di tahun baru,
saya setuju bahwa kita harus banyak berbuat. Tanggapan dan kritik sangat membantu
untuk perbaikan kita bersama.
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon maaf lahir bathin.
Nenny R. Babo
Ini salah satu pernyataan tentang Foya-foya di tahun baru (baca Wirid '99)melalui
media di Makassar, selamat menyimak. Tanggapan sangat kami hargai khususnya yang
lansung ditujukan ke [EMAIL PROTECTED]
Hari ini Senin dari Harian Fajar (harian terbesar di Indonesia bagian Timur) memuat
pernyataan Ketua YLKI Sulsel (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) Zohra Andi Baso,
KETERLIBATAN FIK-LSM LEMAHKAN CIVIL SOCIETY
YLKI Sulsel menegaskan kembali sikapnya bahwa keterlibatan FIK-LSM (Forum Informasi
Komunikasi-Lembaga Swadaya Masyarakat)Sulawesi Selatan dalam kegiatan Wirid99
merupakan suatu hal yang patut disesalkan dan perlu ditentang. Hal itu disampaikan
ketua YLKI Sulsel Zohra Andi Baso dan sekretaris YLKI Judi Rahardjo dalam surat
penegasan sikap YLK yang disampaikan kepada Badan Musyawarah (Bamus)FIK-LSM.
Disebutkan bahwa Wirid '99 disamping banyak diukung unsur militer, juga didukung oleh
GMTDC misalnya, selama keberadaannya di daerah ini telah banyak merampas hak-hak
masyarakat lokal, terlibat dalam pengambilan paksa tanah-tanah rakyat, melanggar
ketentuan lingkungan hidup, proyeknya mengecam kelestarian ekosistem sekitar dan sarat
praktik KKN.
Terhadap hal tersebut menurut Zohra, beberapa ornop di Sulsel melakukan advokasi dan
menentang berbagai aktivitas PT GMTDC. "Keterlibatan FIK-LSM dalam kegiatan Wirid '99
jelas-jelas telah melemahkan gerakan civil society yang diperjuangkan ornop selama
ini, ini tegasnya. Bahkan lebih jauh lagi, YLK Sulsel menilai keterlibatan FIK-LSM
telah 'menggadaikan' idealisme LSM Sulsel dan ornop pada umumnya.
Sebagai anggota/partisan FIK-LSM Sulsel, YLK lanjut Zohra beberapa kali mendapat
pertanyaan dari pihak luar tentang keterlibatan lembaga nir laba itu pada kegiatan
Wirid '99.
"Jawaban lisan kami bahwa YLK sama sekali tidak ada kaitan dan tidak tahu menahu
dengan kegiatan tersebut."
Lebih jauh Zohra mengungkapkan bahwa keterlibatan FIK-LSM Sulsel sama sekali tidak
pernah dikominikasikan dengan YLKI sebagai anggotanya.
Terlepas dari itu, YLK mengaku tidak menentang kegiatan sejenis Wirid. ' Namun jika
penyelenggaraannya mengedepankan sisi gemerlapnya dan sarat dengan kepentingan lain
yang tidak relevan, kami menganggap itu hanya menghamburkan sumber daya di tengah
krisis ekonomi yang melilit bangsa ini," paparnya lebih dari itu, cara-cara tersebut
dikhawatirkan akan menimbulkan konflik baru yang tidak produktif.
Kinerja FIK-LSM Sulsel akhir-akhir ini juga dinilai semakin tidak jelas. Peranannya
makin bias dan tidak lagi mencerminkan dirinya sebagai forum komunikasi bagi LSM
Sulsel. "Parahnya lagi FIK-LSM sudah semakin jauh melenceng dari visi dan misi
awalnya.
Berdasarkan berbagai hal tersebut, YLK Sulsel mendesak pihak Bamus untuk segera
menentukan sikap dan mengambil langkah-langkah organisatoris yang diperlukan untuk
meluruskan dan mengembalikan fungsi dan peran FIK-LSM yang semestinya.
Sementara itu, Mappinawang SH yang juga anggota Bamus FIK-LSM ketika dikonfirmasikan
mengaku sudah menerima surat pernyataan sikap YLK. Secra umum, Mappinawang menilai
kritikan yang dilontarkan YLK Sulsel cukup mendasar dan merupakan proses yang wajar.
"Koreksi itu hal yang sangat penting dalam dinamisasi forum," katanya.