Saya ingin mengajukan beberapa hal sebagai tambahan informasi sehubungan dengan 
pekerjaan yang tengah saya tekuni sebagai Senior Monitoring and Audit Officer yang 
sering keluyuran masuk ke seluruh pelosok Indonesia dengan berbagai macam ragam proyek 
pemulihan keberdayaan masyarakat, memang saat ini tengah muncul gejala baru pengambil 
alihan tanah adat yang telah dirampas oleh pengusaha dengan backup dari pemerintah dan 
masyarakat memanfaatkannya menurut kepentingan mereka. Apabila pemanfaatan oleh 
masyarakat tidak di back up dengan pemahaman tentang pelestarian lingkungan terhadap 
lahan yang telah dihancurkan bio-diversity-nya oleh perampas semula, maka hal ini akan 
memperparah kerusakan lingkungan yang telah ada. Oleh karenanya tindakan advokasi 
seharusnya ditindaklanjuti dengan pendampingan masyarakat untuk pemulihan keberdayaan 
mereka menuju kearah community development yang berkelanjutan dan bukan-hanya 
proyek-proyekan sebagaimana "community development" yang dilakukan oknum aparat 
pemerintah selama ini. Hal yang ideal secara teoritis maupun praktis seharusnya 
Advokasi merupakan suatu rangkaian yang tidak terpisahkan dari "Community 
Organization/Community Development". Jangan sampai terjadi rakyat lebih lapar setelah 
dilakukan advokasi karena menunggu proses hulum yang tidak jelas untuk kepemilikan 
kembali terhadap lahan dan hutan mereka.

Salam

Amrullah
Cohort-5 LEAD Indonesia

-----Original Message-----
From:   Indira Satria [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent:   Wednesday, May 03, 2000 10:23 PM
To:     [EMAIL PROTECTED]
Cc:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        Re: [envorum] Penduduk asli dan kerusakan lingkungan


Sangat banyak kasus perusakan lingkungan yang dilakukan oleh penduduk
asli. Kalau tertarik mengenai masalah ini, bisa baca The Nature of
Development,Stone. 
Pengrusakan lingkungan terutama disebabkan oleh ledakan penduduk yang
tidak disertai penigkatan sumber makanan dan poverty.. akhirnya penduduk
asli itu mengeksploitasi lingkungan tanpa mengingat regenerasi sumber daya
alam.
Untuk mengatasi perusakan lingkungan seperti itu dibutuhkan:
- non formal education - creating awareness utk meningkatkan hasil
produksi alam  dan menjaga kelestarian sumber produksi alam tersebut
- hal ini terutama dibutuhkan utk wanita.. karena pada daerah-daerah tsb
pada umumnya tkt pendidikan wanita (dan secara umum pemberdayaan wanita) 
nya kurang 
- stimulasi perekonomian 
        - hal ini dapat berupa intervensi dari luar,
        seperti teknologi yang dapat meningkatkan hasil produksi dan regenerasi
        sbr alam 
        - perbaikan transportasi 
        - management
        - dll
- capacity building masyarakat setempat, dapat berupa stimulasi
koperasi..

Keberadaan organisasi lokal akan sangat membantu dalam usaha-usaha di
atas.

wass,
Indhie


On Thu, 18 May 2000, Nenny R Babo wrote:

> Saya sangat setuju topik diskusi yang diusulkan rekan Jamal M.Gawi.
> nenny babo
> ----- Original Message -----
> From: Jamal M. Gawi <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Tuesday, May 02, 2000 11:08 PM
> Subject: [envorum] Penduduk asli dan kerusakan lingkungan
> 
> 
> Rekan sekalian,
> 
> Saya membaca pada Newsweek edisi 27 Maret 2000, bahwa penduduk Indian di
> Brazil bertanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan hutan dan kawasan
> lindung.
> 
> Dalam buku "The Green History of The World" hal yang sama juga jelas
> diceritakan.Banyak kebudayaan besar dunia musnah karena tidak arif
> berhubungan dengan lingkungannya.
> 
> Sementara itu dalam sebuah hasil penelitian di  Nicaragua tentang sistem
> penggunaan lahan di pingging hutan, malah dikatakan bahwa usaha untuk
> membuat petani lebih makmur akan menyebabkan deforestasi semakin besar.
> 
> Masih dalam Newsweek di atas, seorang antropologist Brazil malah mengatakan
> bahwa "tidak satupun penduduk asli (indigenous people)
> di Amerika yang "prevertionist".
> 
> Hal yang sama juga saya dengar(?) terjadi di Kalimantan, banyak penduduk
> asli yang menebang hutan untuk dijadikan kebun sawit atau karet (?).
> 
> Saya pikir topik ini cukup menarik untuk kita diskusikan, mengingat selama
> ini wacana yang berkembang bahwa penduduk asli sangat arif berhubungan
> dengan lingkungan.
> 
> Thanks,
> Jamal M. Gawi
> Cohort-4
> 
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
> Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
> Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
> 
> 


---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]


---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke