Dearest Bung Jamal,

Saya saat bekerja di PKM yang kebetulan sering membantu untuk kelompok masyarakat 
dampingan advokasi dari teman-teman yang bergerak untuk pengembalian tanah rakyat, 
selama mereka menunggu proses kami dari PKM justru membantu mengisi pemulihan sosial 
ekonomi kelompok tersebut melalui proyek pemulihan keberdayaan masyarakat. Bila Bung 
jamal menghadapi maslaah serupa di sekitar Leuser silahkan kontak Kantor PKM Jakarta, 
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No.38 Jakarta Selatan, Telp. 021-8280056, Fax.: 
021-8291432. Untuk wilayah Aceh kami sudah bekerjasama dengan sejumlah LSM sejak tahun 
1998. Fasilitator PKM di Aceh adalah Otto Syamsuddin Ishak, Jl. As Sumatrani No.3 
Darussalam, Banda Aceh, Telp: 0651-51157, 52329; HP: 0811680291. Semoga kita masih 
diberikan kekuatan untuk berjuang membela hak-hak rakyat atas tanah mereka sebagai 
sumber kehidupan utama mereka.

Salam

Amrullah
Cohort-5
 

-----Original Message-----
From:   Jamal M. Gawi [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent:   Thursday, May 04, 2000 6:59 PM
To:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        Re: [envorum] Penduduk asli dan kerusakan lingkungan

Pendapat Bung Amrullah sangat mengena.
Saya juga mendengar beberapa NGO berjuang untuk mengembalikan hak
kepemilikan lahan kepada masyarakat. Tetapi mereka sering berhenti sampai
disitu.
Padahal tidak kalah pentingnya adalah bagaimana lahan tersebut dimanfaatkan
sesuai dengan konsep konservasi. Apalagi selama ini lahan yang dikuasai oleh
HPH atau HGU banyak yang bermasalah secara ekologi, misalnya terlalu steep,
atau merupakan habitat endanger spesies, dll. Hasil analisis kami terhadap
12 HPH yang berada disekitar Kawasan Ekosistem Leuser, 88% areal mereka
tidak sesuai untuk tujuan penebangan berdasarkan kemiringan lahan, kedekatan
areal dengan sungai/anak sungai, keberadaan habitat mamalia besar, dll.

salam
jamal


-----Original Message-----
From: Eddy FaLs ops EeD <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 04 May 2000 2:35 AM
Subject: RE: [envorum] Penduduk asli dan kerusakan lingkungan


>good
>
>--- Amrullah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> Saya ingin mengajukan beberapa hal sebagai tambahan
>> informasi sehubungan dengan pekerjaan yang tengah
>> saya tekuni sebagai Senior Monitoring and Audit
>> Officer yang sering keluyuran masuk ke seluruh
>> pelosok Indonesia dengan berbagai macam ragam proyek
>> pemulihan keberdayaan masyarakat, memang saat ini
>> tengah muncul gejala baru pengambil alihan tanah
>> adat yang telah dirampas oleh pengusaha dengan
>> backup dari pemerintah dan masyarakat
>> memanfaatkannya menurut kepentingan mereka. Apabila
>> pemanfaatan oleh masyarakat tidak di back up dengan
>> pemahaman tentang pelestarian lingkungan terhadap
>> lahan yang telah dihancurkan bio-diversity-nya oleh
>> perampas semula, maka hal ini akan memperparah
>> kerusakan lingkungan yang telah ada. Oleh karenanya
>> tindakan advokasi seharusnya ditindaklanjuti dengan
>> pendampingan masyarakat untuk pemulihan keberdayaan
>> mereka menuju kearah community development yang
>> berkelanjutan dan bukan-hanya proyek-proyekan
>> sebagaimana "community development" yang dilakukan
>> oknum aparat pemerintah selama ini. Hal yang ideal
>> secara teoritis maupun praktis seharusnya Advokasi
>> merupakan suatu rangkaian yang tidak terpisahkan
>> dari "Community Organization/Community Development".
>> Jangan sampai terjadi rakyat lebih lapar setelah
>> dilakukan advokasi karena menunggu proses hulum yang
>> tidak jelas untuk kepemilikan kembali terhadap lahan
>> dan hutan mereka.
>>
>> Salam
>>
>> Amrullah
>> Cohort-5 LEAD Indonesia
>>
>> -----Original Message-----
>> From: Indira Satria [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>> Sent: Wednesday, May 03, 2000 10:23 PM
>> To: [EMAIL PROTECTED]
>> Cc: [EMAIL PROTECTED]
>> Subject: Re: [envorum] Penduduk asli dan kerusakan
>> lingkungan
>>
>>
>> Sangat banyak kasus perusakan lingkungan yang
>> dilakukan oleh penduduk
>> asli. Kalau tertarik mengenai masalah ini, bisa baca
>> The Nature of
>> Development,Stone.
>> Pengrusakan lingkungan terutama disebabkan oleh
>> ledakan penduduk yang
>> tidak disertai penigkatan sumber makanan dan
>> poverty.. akhirnya penduduk
>> asli itu mengeksploitasi lingkungan tanpa mengingat
>> regenerasi sumber daya
>> alam.
>> Untuk mengatasi perusakan lingkungan seperti itu
>> dibutuhkan:
>> - non formal education - creating awareness utk
>> meningkatkan hasil
>> produksi alam  dan menjaga kelestarian sumber
>> produksi alam tersebut
>> - hal ini terutama dibutuhkan utk wanita.. karena
>> pada daerah-daerah tsb
>> pada umumnya tkt pendidikan wanita (dan secara umum
>> pemberdayaan wanita)
>> nya kurang
>> - stimulasi perekonomian
>> - hal ini dapat berupa intervensi dari luar,
>> seperti teknologi yang dapat meningkatkan hasil
>> produksi dan regenerasi
>> sbr alam
>> - perbaikan transportasi
>> - management
>> - dll
>> - capacity building masyarakat setempat, dapat
>> berupa stimulasi
>> koperasi..
>>
>> Keberadaan organisasi lokal akan sangat membantu
>> dalam usaha-usaha di
>> atas.
>>
>> wass,
>> Indhie
>>
>>
>> On Thu, 18 May 2000, Nenny R Babo wrote:
>>
>> > Saya sangat setuju topik diskusi yang diusulkan
>> rekan Jamal M.Gawi.
>> > nenny babo
>> > ----- Original Message -----
>> > From: Jamal M. Gawi <[EMAIL PROTECTED]>
>> > To: <[EMAIL PROTECTED]>
>> > Sent: Tuesday, May 02, 2000 11:08 PM
>> > Subject: [envorum] Penduduk asli dan kerusakan
>> lingkungan
>> >
>> >
>> > Rekan sekalian,
>> >
>> > Saya membaca pada Newsweek edisi 27 Maret 2000,
>> bahwa penduduk Indian di
>> > Brazil bertanggung jawab terhadap kerusakan
>> lingkungan hutan dan kawasan
>> > lindung.
>> >
>> > Dalam buku "The Green History of The World" hal
>> yang sama juga jelas
>> > diceritakan.Banyak kebudayaan besar dunia musnah
>> karena tidak arif
>> > berhubungan dengan lingkungannya.
>> >
>> > Sementara itu dalam sebuah hasil penelitian di
>> Nicaragua tentang sistem
>> > penggunaan lahan di pingging hutan, malah
>> dikatakan bahwa usaha untuk
>> > membuat petani lebih makmur akan menyebabkan
>> deforestasi semakin besar.
>> >
>> > Masih dalam Newsweek di atas, seorang
>> antropologist Brazil malah mengatakan
>> > bahwa "tidak satupun penduduk asli (indigenous
>> people)
>> > di Amerika yang "prevertionist".
>> >
>> > Hal yang sama juga saya dengar(?) terjadi di
>> Kalimantan, banyak penduduk
>> > asli yang menebang hutan untuk dijadikan kebun
>> sawit atau karet (?).
>> >
>> > Saya pikir topik ini cukup menarik untuk kita
>> diskusikan, mengingat selama
>> > ini wacana yang berkembang bahwa penduduk asli
>> sangat arif berhubungan
>> > dengan lingkungan.
>> >
>> > Thanks,
>> > Jamal M. Gawi
>> > Cohort-4
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>>
>---------------------------------------------------------------------
>> > Mulai langganan: kirim e-mail ke
>> [EMAIL PROTECTED]
>> > Stop langganan: kirim e-mail ke
>> [EMAIL PROTECTED]
>> > Archive ada di
>> http://www.mail-archive.com/[email protected]
>> >
>> >
>>
>>
>>
>---------------------------------------------------------------------
>> Mulai langganan: kirim e-mail ke
>> [EMAIL PROTECTED]
>> Stop langganan: kirim e-mail ke
>> [EMAIL PROTECTED]
>> Archive ada di
>> http://www.mail-archive.com/[email protected]
>>
>>
>> >
>---------------------------------------------------------------------
>> Mulai langganan: kirim e-mail ke
>> [EMAIL PROTECTED]
>> Stop langganan: kirim e-mail ke
>> [EMAIL PROTECTED]
>> Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
>
>__________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Send instant messages & get email alerts with Yahoo! Messenger.
>http://im.yahoo.com/
>
>---------------------------------------------------------------------
>Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
>
>


---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]


---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke