Emang kita gak bisa menutup mata melihat kenyataan yang terjadi sekarang
ini. Betapa bobroknya moral bangsa ini. Bukan hanya birokrat tapi masyarakat
pun tidak kalah burtal dan birngasnya. Saya tidak tau apakah ini karena
perut yang kosong atau karena keserakahan. Tapi yang jelas ini adalah akibat
melompongnya iman didada. Tidak ada lagi yang peduli dengan moral dan
kemanusiaan. Jangankan hanya untuk mendapatkan gelar S2, S3 atau es teller
sekalipun yang didapat dengan cara tidak halal, membunuh orang pun bisa
dilakukan tanpa rasa bersalah, seperti hanya membunuh seekor semut/lalat
atau apapun namanya. sepertinya sebuah nyawa tidak ada lagi artinya. Padahal
Tuhan memberikan nyawa/kehidupan bagi setiap manusia agar manusia itu bisa
berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi semua makhluk dimuka bumi ini. Bukan
untuk menebarkan kehancuran dan penderitaan bagi makhluk lainnya (agama
manapun pasti setuju). Sekarang bukannya kita pesimis, tapi coba deh dari
kita sendiri dulu. Hal yang paling gampang aja adalah "berhentilah
menghujat" karena belum tentu kita lebih baik dari yang kita hujat. Tapi
MARI BERBUAT DARI HAL YANG PALING KECIL, karena dari yang kecil akan
tercipta sesuatu yang besar.
peace
Ati'
----- Original Message -----
From: Johnny Anwar <[EMAIL PROTECTED]>
To: Envorum <[EMAIL PROTECTED]>; Berita Lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, October 21, 2000 8:31 AM
Subject: [envorum] Menggagas pelaku pembangunan
> Salam jumpa,
>
> Dalam suatu diskusi lepas dengan pejabat dari beberapa departemen; saya
> terpana melihat sikap dan prilaku birokrat yang ada saat ini. Terkesan
> bahwa untuk menduduki suatu jabatan harus memiliki gelar S2 dan S3 (dari
> manapun diperoleh dihalalkan), sehingga suatu hal yang wajar apabila
> bangsa kita terpuruk dengan berbagai krisis, apalagi kepentingan
> individu yang lebih mengemuka. Rupanya pendidikan lebih lanjut merupakan
> alat untuk mencari jabatan bukan untuk kemaslahatan dan kesejahteraan
> masyarakat yang lebih luas. Dan celakanya krisis ini telah melanda
> seluruh lapisan kelembagaan eksekutif.
> Sehingga saya mengusulkan sebaiknya pelaku pembangunan yang semacam itu
> perlu dilikuidasi; diganti dengan orang-orang yang mampu berbuat bagi
> kepentingan kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat yang lebih luas
> (yang berjargon masyarakat madani). Saya berkeyakinan tulisan ini akan
> mendapat argumen dari yang berada dalam lingkaran itu, tapi tidak
> masalah karena dari situ saya bisa melihat kepicikan serta penyakit AIDS
> yang mereka derita dan tidak perlu berkomentar lebih jauh.
> Mengingat jaman membuat forum; saya ingin mengajak rekan-rekan diluar
> lingkaran itu untuk membuat forum untuk menegakkan kebenaran ilmu
> sebagai mana layaknya sebagai suatu obyek forma; bila mana banyak yang
> berminat secara kasus perkasus obyek materi dibahas, seperti yang
> ditulis dalam British Standard 3138 (1969) sebagai: "A systematic
> recording and critical examination of the factors and resources involved
> in existing and proposed ways of doing work, as a means of, developing
> and applying easier and more effective methods .......".
> Saya mengusulkan hal ini dengan maksud demi terciptanya masyarakat
> madani berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan yang bukan karena jabatan.
>
> Salam,
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
> Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
> Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
>
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]