>From: "fikri sofyan" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [envorum] Bukan Sekadar Nama
>Date: Fri, 08 Dec 2000 22:00:34 +0700
>
>
>
>
>>From: Djuni Pristiyanto <[EMAIL PROTECTED]>
>>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>>To: [EMAIL PROTECTED],[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
>>[EMAIL PROTECTED],[EMAIL PROTECTED]
>>Subject: [envorum] Bukan Sekadar Nama
>>Date: Mon, 04 Dec 2000 19:20:22 +0700
>>
>>http://kompas.com/kompas-cetak/0012/04/NASIONAL/buka28.htm
>> >Senin, 4 Desember 2000
>>
>>Bukan Sekadar Nama
>>
>>FENOMENA kemunculan sekelompok anggota masyarakat yang mengikatkan diri
>>dalam
>>sebuah komitmen ketika berhadapan dengan pemerintah tidak hanya menarik
>>ditinjau dalam
>>dialektika kemunculannya belaka. Dalam penamaan ataupun penggunaan istilah
>>kelembagaan, bagi keberadaan lembaga ini menarik ditelaah.
>>
>>Betapa tidak. Untuk menyebut organisasi semacam ini tidak ada
>>kata sepakat untuk menyebut sebuah istilah baku. Maka, tidak
>>heran, muncul istilah organisasi nonpemerintah (Ornop) dan lembaga
>>swadaya masyarakat (LSM). Di samping itu, muncul pula variannya
>>seperti organisasi sukarela (voluntary organization), kontraktor
>>pelayanan umum (public service contractor), LSM "pelat merah", dan
>>beberapa istilah lain.
>>
>>Semula, kehadiran organisasi ini dikenal dengan nama Ornop. Istilah
>>ini muncul sebagaimana terjemahan dari nongovernment organization
>>(NGO). Dalam perkembangannya, istilah ini memang masih tetap
>>digunakan oleh sebagian kalangan. Oleh mereka, istilah ini sengaja
>>dipergunakan merujuk pada dikotomi ideologis maupun politis antara
>>pemerintah (government) dan nonpemerintah (non government).
>>Dalam salah satu makalahnya, MM Billah, salah seorang tokoh
>>dalam kehidupan Ornop memandang pemisahan seperti itu, secara
>>tegas menggambarkan posisi konfliktual antara pemerintah dan
>>organisasi tersebut. Sementara, dalam pemahaman lain,
>>penggunaan istilah Ornop juga menggambarkan hubungan antara
>>pemerintah dengan organisasi bagai dua entitas sejajar, mandiri, dan
>>tidak terhegomoni oleh satu terhadap yang lainnya.
>>
>>Dalam perkembangannya, muncul nama LSM dan Lembaga
>>Pengembangan Swadaya masyarakat (LPSM) yang mencoba untuk
>>menggantikan istilah Ornop. Semula, istilah ini pertama kali
>>dikenalkan oleh Sarino Mangunpranoto, mantan Menteri Pendidikan
>>dan Kebudayaan yang juga dikenal sebagai salah seorang tokoh
>>berpengaruh dalam gerakan Taman Siswa (Rahardjo, 1990). Namun,
>>oleh sebagian kalangan penggunaan nama tersebut dianggap justru
>>semakin mengaburkan makna sesungguhnya.
>>
>>Mereka yang kurang menyetujui penggunaan istilah LSM sedikitnya
>>memiliki dua pertimbangan.
>>Pertama, penggunaan nama LSM dianggap sebagai upaya
>>mendepolitisasi rakyat. Seperti yang dipaparkan sebelumnya,
>>penggunaan istilah seperti itu dianggap menghilangkan posisi
>>konfliktual kedua entitas, yakni masyarakat sipil dan pemerintah.
>>Pandangan seperti ini menjadi semakin beralasan lagi mengingat
>>sepanjang rezim Orde Baru berkuasa dikenal tidak mengenal bahkan
>>mengharamkan adanya oposisi. Saat itu, setiap organisasi di luar
>>pemerintah dianggap sebagai mitra pemerintah-jika tidak merupakan
>>bagian dari pemerintah-dalam tugas-tugas menyukseskan
>>pembangunan.
>>
>>Kedua, mereka menganggap penggunaan kata swadaya pun
>>dianggap terlalu berlebihan. Swadaya mencerminkan sebuah upaya
>>yang dilakukan dengan segenap kekuatan yang dimiliki. Merujuk
>>pengertian ini, sebuah LSM sepantasnya berkiprah dengan segenap
>>kekuatan yang dimilikinya tanpa adanya campur tangan pihak lain,
>>baik dari segi pendanaan, maupun teknis operasional.
>>Melihat kondisi saat ini, tentu semua itu dinilai terlalu mengada-ada,
>>jauh panggang dari api. Dalam pendanaan, misalnya, hampir
>>sebagian besar LSM bergantung pada sumber-sumber dana yang
>>berasal dari pihak ketiga (funding agency).
>>
>>***
>>
>>BAGAIMANAPUN, penamaan dapat mencerminkan kiprah sebuah
>>organisasi. Secara konseptual, sebenarnya organisasi
>>nonpemerintah sering didefinisikan sebagai segala macam organisasi
>>yang bukan milik pemerintah dan bertujuan tidak mencari
>>keuntungan (nonprofit oriented). Pengertian seperti ini memang
>>tergolong sederhana. Paling tidak, dari sisi kelembagaan, pengertian
>>ini berguna untuk memisahkan LSM yang sebenarnya merupakan
>>bentukan atau milik pemerintah (Government NGO, atau GONGO),
>>atau sering disebutkan LSM "pelat merah", dan yang sama sekali
>>tidak berkaitan dengan pemerintah. Mengandalkan pengertian seperti
>>itu, tentu belum banyak membantu. Persoalannya, meskipun
>>sama-sama tidak berorientasi pada keuntungan dan sama-sama
>>bukan milik pemerintah bagaimana membedakan LSM satu dengan
>>lainnya?
>>
>>Sumber kekuatan dan sumber dana dapat menjawab persoalan ini.
>>Di antara berbagai pandangannya, David Korten (1993) memisahkan
>>antara organisasi sukarela dan organisasi yang berperan sebagai
>>kontraktor pelayanan umum. Dari segi sumber kekuatan maupun
>>dana, organisasi sukarela dibentuk oleh masyarakat, dari
>>masyarakat, dan untuk masyarakat.
>>
>>Sementara, organisasi kontraktor pelayanan umum, sebagaimana
>>sebuah kontraktor, ia berkiprah untuk masyarakat namun kekuatan
>>dan pendanaan tidak langsung berasal dari masyarakat. Untuk yang
>>terakhir, bisa saja komitmen pada masyarakat tertanam, namun
>>tetap saja ia bukan menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri. Tidak
>>berlebihan, bila dikatakan itulah wajah kebanyakan organisasi non
>>pemerintah di negeri ini. (bes/Litbang Kompas )
>>
>>-------------------------------------------------------------------------------------------------------
>>Mo ndaftar : [EMAIL PROTECTED]
>>Arsip lengkap Berita-berita Lingkungan Hidup di Indonesia, silahkan klik:
>> http://www.egroups.com/group/berita-lingkungan/messages
>>--------------------------------------------------------------------------------------------------------
>>
>>---------------------------------------------------------------------
>>Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>>Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>>Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
>>
>
>_____________________________________________________________________________________
>Get more from the Web. FREE MSN Explorer download :
>http://explorer.msn.com
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
>
_____________________________________________________________________________________
Get more from the Web. FREE MSN Explorer download : http://explorer.msn.com
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]