Sebelumnya perlu diklarifikasi (untuk meyakinkan diri) bahwasanya mailist
lebih sebagai wadah sharing idea-bertukar pikiran, lebih syukur lagi bila
bisa diangkat ke dalam tindakan nyata. Jadi barangkali tidak perlu
membedakan makna dan peran keduanya. Tanpa persepsi yang benar, bagaimana
mau membuat konsepsi yang benar, bahkan melakukan tindakan operasi yang
benar. Otherwise, malah bisa buyar, bukannya benar.
Rasanya banyak pihak setuju untuk memberdayakan masyarakat. Untuk media/pers
barangkali issuenya bukan pemberdayaan (karena terbukti malah sering
memperdayai) maka yang lebih tepat adalah reorientasi atau reposisi (?).
Tinggal pilih mau memposisikan diri sebagai malaikat (pengkabar
kebenaran/keadilan) atau setan (penghasut, pemfitnah dan penyembunyi
kebenaran), atau mau bermuka-dua (kanan-kiri OK lihat arah angin). Praktek
yang ada cenderung lebih kepada pragmatis-machiavellis ketimbang idealis.
Motif profit/uang dengan segala derivatnya lebih mendominasi. Kalau memang
demikian, maka terlalu berlebihan berharap media akan purely-independent
layaknya malaikat. Yang demikian memperkuat paradigma bahwa uang bisa
membeli segalanya dengan sila pertama para machiavellis adalah "Ke-Uang-an
Yang Maha Kuasa". Terlalu pesimis memang. Bukan lain karena sejarah
mengajaran demikian.
Lalu, bagaimana issue dan pendidikan kesadaran lingkungan bisa memanfaatkan
super-power media/pers ini? Barangkali ini yang relevan. Tanpa uang apa ya
bisa? Lha wong, jer basuki mawa bea......
asb.-61112
---------------------------------------------
From: Tito Irianto <[EMAIL PROTECTED]>
>Kalau kita hanya ngomong saja, walaupun itu juga sudah
>sangat berarti, tetapi alangkah baiknya kalau kita mau
>bercape ria dalam memberitahukan (memberdayakan)
>masyarakat dalam berpikir kritis dan maju dalam
>menyikapi suatu informasi yang dikeluarkan oleh media.
>--- [EMAIL PROTECTED] wrote:
>> Salah satu cara yang terlihat jelas adalah program
>> membeli berita dari pers.
>> Pesimistis. Mungkin itu perasaan banyak orang
>> setelah melihat wajah pers kita.
>> menyesalkan terjadinya keberpihakan
>> pers pada satu organ politik sehingga dia harus ikut
>> serta menjatuhkan organ politik yang lain.
>> Kejadian rusuh yang terjadi di beberapa wilayah di
>> Indonesia sebetulnya bisa dibilang ikut diprovokasi
>> oleh pers
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]