Kepentingan akan menjadi teman abadi bagi siapa saja yang ingin bertahan. Saya
percaya di tengah keraguan banyak pihak akan independensi pelaku pemberitaan, masih
ada mereka yang bersih dari berbagai kepentingan. Mungkin prosentase mereka relatif
sedikit. Gaji yang kecil, bargaining yang rendah dengan pemilik media ( tantangannya
bukan lagi dengan sebuah 'rezim' seperti jaman orba) seringkali membuat pelaku
pemberitaan tak berdaya dan tidak punya pilihan. Bila media tidak indenpendent, penuh
kepentingan , sampah , gak mutu,...whatever...biar saja...inilah indahnya demokrasi
yang terseok....pada akhirnya masyarakat sendiri akan menjadi juri untuk memberikan
judgment kepada media tersebut. Sikap masyarakat akan menjadi indikator bagi semua
kepentingan termasuk pasar. Dan kita tahu, siapapun, baik pemilik media maupun
pemerintah lebih takut terhadap fluktuatif indeks dan nilai dollar dibanding pasukan
berani mati dari Jawa timur.
Dian Islamiati
--
_______________________________________________
Make PC-to-Phone calls with Net2Phone.
Sign-up today at: http://www.net2phone.com/cgi-bin/link.cgi?121
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]