NIce share Mas Avel
menarik memang perihal adanya Lumpur panas di tomohon ini. Apalagi saat ini PGE
sedang dilakukan pemboran disekitar daerah itu.
Sama-sama kita ketahui pengeboran Panas bumi selain mencari sumber panas juga
mencari rekahan-rekahan yang intens sebagai conduit fluida panasnya. Asumsi
saya, lumpur ini kemungkinan terjadi akibat aktivasi atau create
rekahan/patahan saat pengeboran, sehingga menghasilkan manifestasi panas bumi
yang baru disekitar daerah pemboran. cmiiw
Sedikit berbeda dengan Lapindo, lumpur panas diselingi dengan semburan seperti
air mendidih memang wajar ditemui sebagai salah satu manifestasi panas bumi.
Sedangkan di sekitar lapindo setahu saya tidak ada hal tsb (potensi panas
bumi.red). Sehingga tidak semudah itu menghubungkan dengan lumpur lapindo :)
Mudah-mudahan PGE segera melakukan press release terkait hal ini.Dan
mudah-mudahan media tidak memperburuk keadaan dengan judul-judul yang
tendensius..hehehe.
Semoga kejadian seperti Lapindo tidak terulang kembali.
salam,AR
From: Aveliansyah <[email protected]>
To: Milis FGMI <[email protected]>
Sent: Tuesday, December 29, 2015 1:34 PM
Subject: [fgmi] Semburan Lumpur di Tomohon
Berita ini belum begitu heboh di media nasional, di area lapangan panasbumi
PT.PGE muncul semburan lumpur selama lebih kurang seminggu terakhir. Banyak
yang mengaitkannya dengan kejadian lumpur sidoarjo, sejauh ini PT.PGE masih
sedang dalam tahap penelitian tentang muasal semburan
tersebut.salam,Avelsumber:
http://manado.tribunnews.com/2015/12/22/geger-lumpur-mirip-lapindo-di-tomohon-lurah-warga-mulai-waswasTRIBUNMANADO.CO.ID
- Kasus lumpur Lapindo di Sidoarjo belum usai. Ancaman serupa pun mulai
dirasakan warga KotaTomohon. Lumpur panas menyembur keluar dari dalam tanah di
lokasi perkebunan Kelurahan Tondangouw, Kota Tomohon. Semburan pun disertai
bunyi letupan keras.Sedikitnya semburan terjadi di tiga lokasi berbeda dekat
dengan lokasi pengeboran panas bumi PT Pertamina Geothermal Energi (PGE).
"Keluar lumpur panas, sama seperti Lapindo ini," kata seorang warga yang
menyaksikan fenomena alam itu di lokasi kejadian, Senin (21/12).Semburan
terakhir terjadi sekitar lima hari lalu. Menurut Rian Pongoh, warga sekitar,
awalnya sejak sebulan semburan muncul pertama kali, namun pada minggu lalu
kembali muncul di lokasi baru semburan yang lebih besar.Hal ini kata dia,
menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. "Kami berharap semburan ini bisa segera
berhenti. Karena kami waswas juga," sebutnya. Sedikitnya ada tiga lokasi
munculnya muntahan air panas disertai lumpur itu menyebar di lokasi cluster 24
tempat pengeboran panas bumi PT PGE. Kira-kira 60 meter dari sumur.Lokasi
semburan terbesar kini sudah membentuk semacam kolam, kira-kira mencapai 20
meter persegi. Letupan air panas disertai lumpur meluber. Kepolisian pun sudah
memasang garis polisi untuk menghalangi akses masuk ke dekat sumber semburan.
Mengingat lokasi itu pun kerap didatangi masyarakat yang ingin memuas rasa
penasaran.Lurah Tondangouw, Tamboto Kaligis mengungkapkan kejadian ini memang
cukup membuat warga waswas. Apalagi kalau membayangkan seperti kasus Lapindo.
--
Milis FORUM GEOSAINTIS MUDA INDONESIA
forum.iagi.or.id | fgmi.iagi.or.id
* Untuk bantuan terkait milis silakan email ke [email protected]
--
Milis FORUM GEOSAINTIS MUDA INDONESIA
forum.iagi.or.id | fgmi.iagi.or.id
* Untuk bantuan terkait milis silakan email ke [email protected]