Boleh donk bagi sedikit pengetahuan tentang terminologi dibawah ini :
priori ?
posteriori ?
aposteriori ?
argumentum et verecundiem ?
rasionalis ?
emirisme ?
mistisisme ?
tekstualis ?
ontologis ?
eksistensialisme ?
 
Kalau teori kebenaran ini bisa disebut teori pribadi yang mendokmatis, penjelasan ilmiahnya ?
 
Bukankan dogmatis adalah pemaksaan pendapat yang hanya dapat dilakukan pada negara / organisasi / keagamaan yang menganut paham tertentu dan tidak boleh dipertentangkan.
Pemikiran  kebenaran mikro, makro dan universal adalah realitas / kenyataan yang terjadi dikehidupan kita.
 
Kebenaran mikro biasanya terjadi jika tidak bertentangan dengan keadaan atau pendapat disuatu lingkungan terbatas.
Lingkungan terbatas bisa berupa keluarga, perusahaan, kebudayaan masyarakat setempat, negara  dll.
Misalnya : Dinegara Perancis melarang seorang karyawan memakai atribut yang bernilai keagamaan di tempat kerja, sehingga persahaan dinegara tersebut "Benar" jika melarang karyawannya memakai atribut keagamaan dan "Salah" jika tidak melarang karyawannya memakai atribut keagamaan.
 
Kebenaran makro merupakan nilai kebenaran diluar lingkungan mikro yang tidak ada batasnya.
Lingkungan tidak terbatas biasanya merupakan masyarakat dunia.
Dalam lingkungan dunia Hak Azasi tidak boleh melarang seseorang memakai atribut keagamaan. Tetapi tetap saja di lingkungan negara yang melarang pemakaian atribut keagamaan adalah "Salah" jika memaksakan diri menggunakannya.
 
Kebenaran Universal lebih merupakan kebenaran dari segi ilmiah / ilmu pengetahuan.
misalnya :
Makan daging babi yang mengandung cacing pita bisa menyebabkan koma.
Makan daging babi yang telah diperiksa kesehatannya selama tidak over kolesterol tidak berbahaya.
Makan daging sapi yang mengandung Antrax bisa menyebabkan kematian.
Makan daging sapi yang telah diperiksa kesehatannya tidak berbahaya.
 
gieh irawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
salam,
dalam bahasan epistemologi, sumber pengetahuan ada yang bersifat a priori dan a posteriori, menurut logika formal, segala pengetahuan aposteriori berasal dari pengetahuan apriori, yang merupakan hukum alam nan universal yang menjadi sumber hukum.
jadi dalam logika dikenal yang namanya logic fallacy, dalam kasus anda spesifik mengarah pada argumentum et verecundiem, abuse, etc, jadi bos, kebenaran itu tidak tergantung pada otoritas, mayoritas, sifat aksiologis.
jadi, agak susah juga diskusi ketika kerangka epistemologi kita masih belum di syncronize gitu. . . . atawa masih menggunakan teori pribadi yang mendokmatis.
salam deh.

kare Yo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kebenaran mikro adalah nilai suatu kebenaran yang tidak bertentangan dengan keadaan atau pendapat disuatu lingkungan.
Lingkungan itu bisa dalam bentuk kecil, yaitu terbatas atau bisa dalam bentuk lebih luas lagi tapi masih terbatas.
Jika lingkungan yang dimaksud masih ada batasnya, penilaian kebenaran itu masih termasuk kebenaran mikro.
Kebenaran makro merupakan nilai kebenaran diluar lingkungan mikro yang tidak ada batasnya, yaitu makro.
Sering terjadi pertentangan antara kebenaran ukuran mikro dengan kebenaran ukuran mikro lainnya yang lebih luas dan atau dengan ukuran kebenaran dalam bentuk makro.
Kita harus memperhatikan dalam keadaan demikian mikro mana yang lebih luas antara mikro-mikro dan lebih kuat itulah adakalanya kita harus ikuti, walaupun nilai kebenaran itu bertentangan dengan nilai kebenaran makro.

Kebenaran universal adalah kebenaran tertinggi. yang dikatagorikan kebenaran tertinggi antara lain :
ilmu pengetahuan & teknologi , Ilmu pengetahuan Etika / moral .

Jelas bahwa kebenaran adalah sesuatu yang relatip sekali.
Jadi yang mesti dinilai kebenaran yang mana ???

gieh irawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
salam,
menurut saya segala sesuatu musti dinilai dulu kebenarannya, sehingga menimbulkan keyakinan, termasuk agama dan produk aplikatifnya, dan hal ini membutuhkan suatu piranti dalam proses penilaian-nya, dalam proses mengenal tuhan setidaknya saya melakukan tahapan :
 
pertama, kita harus me-reset mainstream berfikir kita tentang ilmu, epistemologi apa yang digunakan dalam menilai, ada tiga karakter dengan segala argumennya masing2, rasionalis, emirisme, dan mistisisme (sebagian orang ada yang menambahkan tekstualis). dari kesemua aliran pemikian tadi tentunya memiliki pahaman yang berbeda tentang tuhan.
 
kedua, bahas tentang konsep ontologis aliran pemikiran tersebut, bagaimana menilai tentang keberadaan/ eksistensialisme, hingga akan menemukan sebuah keberadaan yang bersifat universal, mandiri, tunggal di dalam eksistensi itu sendiri.
 
salam
 


tedi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mau nambahkan sedikit buat sharing aja....
 
Judul tulisan di bawah yaitu "Kita itu pencipta tuhan" merupakan salah satu argumen dari kalangan ateis mengapa mereka menganggap tuhan itu tidak ada. Tapi menurut saya itu cuma kaum teis jaman dulu / primitif (dibanding sekarang) yang bisa dikategorikan demikian. Tapi semenjak ada yang dinamakan wahyu, maka Tuhan lebih di-imani atau tidak "dibuat" seperti maksud di atas.
 
Yang jadi masalah bagi kaum ateis adalah mereka kaum teis tidak bisa menjelaskan (membuktikan) eksistensi dari Tuhan tersebut (seperti kaum ateis sendiri yang tidak bisa membuktikan Tuhan itu tidak ada). Tapi kalau menurut saya kalau memang prinsipnya iman kenapa juga pusing-pusing untuk membuktikannya. Menurut saya pribadi sih bukannya tidak bisa dibuktikan, tapi belum bisa dibuktikan. Sedangkan ada tidaknya sesuatu tidak tergantung dari bisa / tidaknya dibuktikan keberadaannya itu.
 
Tapi ada yang lucu lagi bahwa ada juga kaum ateis yang beragama, yang menganggap bahwa dirinya adalah ateis tapi beragama atau mereka sebut agamanya adalah agama non-teis. Menurut hemat saya kalau memang mereka ateis ngapain juga repot-repot beragama segala. (he..he..he maaf loh ini cuma pendapat pribadi) Tapi dipikir-pikir bisa juga karena dengan begitu mereka mempunyai wadah.
 
Begitu sekilas yang saya tangkap dari obrolan di milist tetangga.
 
salam
tedi
----- Original Message -----
Sent: Thursday, December 15, 2005 10:12 AM
Subject: [filsafat] KIta Khalik dan Tuhan Makhluk



Kita itu pencipta tuhan
 
assalamu `alaikum semua; Yahudi, Nasrani, Muslim, Hindu, Buda, atau siapa saja dan dimana saja you berada.
 
diskusi tentang Tuhan memang manarik karena masing2 berangkat dari pemahamannya sendiri. Tuhan yang kata-Nya sendiri laitsa kamislihi saiun (tidak menyerupai sesuatu) ternyata kita sering mecoba mensaiunkan-Nya (mensesuatukan-Nya). rela g` ya Dia kita saiunkan?
 
karena itu, memang nampaknya ada dua wujud tuhan; Tuhan sebagai Tuhan dan ini yang tidak seperti sesuatu, dan tuhan dalam wujdu ciptaan atau pemahaman kita masing2. yang pertama Tuhan sang Khaliq dan yang kedua tuhan sang makhluk.
 
tapi yang pasti sebagai hamba kita  harus mengenal-Nya, dan itu tidak mungkin bisa dilakukan kecuali melalui mensaiunkan-Nya.
 
dalam bahasa para sufi, saya sering mendengar kata manipestasi (takhalli, tahalli dna tajalli atau apa lah)Tuhan di muka bumi, dan manipestasio terbaik Tuhan di bumi ini adalah ciptaan-Nya bernama manusia. karena itu sering dikatakan: "barang siapa mengenal dirinya pasti ia mengenal Tuhan-nya".
 
konon para filosof Islam berpandangan bahwa Tuhan itu tidak bersifat karena sifat adalah sesuatu yang menempel kepada kepada sesuatu. atau kalau ngikuti bahasa teolog syi`ah biasa mereka menyebutnya ash shifat hia `aiunu adz-dzat alias tidak terpisahnya dzat dari sifat.
 
mungkin yang dimaksud laitsa kamislihi saiun adalah Tuhan sebagai Dzat, yakni hubungan Tuhan dgn Tuhan sendiri. namun ketika Ia berhubungan dengan yang lain (makhluk) Ia harus menjadi seperti sesuatu (kamitsli sai) supaya dapat dipahami makhluk2-Nya. tentu kata "seperti" tidak berarti sama dengan-Nya.
 
dan memang banyak terdapat kesamaan antara Dia dengan makhluk-Nya, walau pun dalam kesamaannya terdapat banyak dan banyak sekali perbedaan. Tuhan (wujud)ada dan kita pun juga ada, Tuhan hidup (al-hay) dan kita pun juga, Tuhan mengetahui (al-Alim) dan kita juga, dll.
 
betul g` ya pemahaman saya ini? tolong dong luruskan saya, siapa saja yang mau terutama Pak Verri , dan tkanks,
 
wassalam
hasan mawardi
 
          

verri DJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Perihal Tuhan Mencipta apakah menciptakan dirinya sendiri, sangatlah sulit
dipahami secara logika. Selama fikiran anda mengagungkan otak (yang
material sifatnya), membahas Tuhan (Immaterial) bisa-bisa otak anda jebol,
karena tidak masuk logika. Apalagi kalau anda mengagungkan Metode
ilmiah.Apakah mungkin yang immaterial dapat dipahami oleh yang materil?
Pertanyaan yang berumur setua peradaban manusia ini nampaknya masih tetap
esensial sampai sekarang.

Pembahasan Tuhan rasanya sejauh yang bisa dicapai otak adalah tuhan
subjektif menurut abstraksi pemikiran tiap-tiap orang, bukan Tuhan sebagai
diri-Nya sendiri, dan karenanya pemahaman tentang Tuhan bagi tiap-tiap
orang bisa berbeda. Tuhan itu mengikuti prasangka hambanya.

Salam,

Yahoo! Shopping
Find Great Deals on Holiday Gifts at Yahoo! Shopping

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


Yahoo! Photos
Ring in the New Year with Photo Calendars. Add photos, events, holidays, whatever.

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************




SPONSORED LINKS
Philosophy beauty product Philosophy Philosophy beauty
Philosophy of Philosophy amazing grace Philosophy hope in a jar


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke