ada sesosok makhluq yang pernah menulis tentang Kholiq yang diklaim sebagai kekasihnya:
Kuperkenalkan kau pada Kekasihku
Kekasihku Maha Sempurna...kenalkah kau padaNya?
Dia bukan sesuatu apapun yg pernah terbayangkan
Dia tidak pula seperti apapun yang pernah terlihat, terdengar, ataupun terasakan
Dia tdk tersusun maupun terdiri dari apapun yg pernah ada di dunia
Dia sama sekali tidak menempel atau tertempeli oleh apapun
hahaha...
sangat lucu ketika manusia-manusia itu berdebat tentangNya
melontarkan pertanyaan-pertanyaan konyol
berbunyi, "Di mana Dzat Yang Patut DiCintai Berada?"
"Kapan Ia Maujud?"
tahukah kau...
bahwa Dia juga tidak di mana-mana
karena tempat berarti ruang
Dia pun tidak bisa
dilingkupi waktu
karena ruang dan waktu hanyalah makhluqNya
yg sangat tdk sempurna
dan jikalau ada yang bilang bahwa Dia di atas...
maka aku pun kebingungan
dan bertanya...
mana atas? mana bawah?
bukankah bumi ini bulat?
bukankah di bawah bumi ada langit?
bukankah langit yang kita lihat biru itu bukan langit?
ah...
kalau mereka masih membayangkan bahwa
Dzat Yang Patut DiCintai itu bisa dilingkupi oleh ruang dan waktu yang terbatas
maka Itu bukan Kekasihku
mereka tidak mengenal Apa yang Kucintai
Karena Dia Tidak Terbatas
Maha Suci Dia dari segala sesuatu yg dipersekutukan denganNya
eh, pernah dengar tentang surga dan neraka?
surga dan neraka...
juga bukan pula menjadi muara
pengharapanku
krn mereka hanyalah makhluq
yang sama sekali tdk sempurna
sesempurna Kekasihku
kenikmatan surga tentu terkalahkan
oleh kenikmatan memandang wajah Sang Kekasih Yang Terindu...
apalah artinya neraka
jika segala kehati-hatian kita di dunia hanya utk menghindarinya saja
kenapa manusia banyak yg takut pada makhluq bernama neraka
padahal mereka tidak mengenalnya?
aku tidak tahu jawabnya
ah...
jikalau mereka mengenal Kekasihku
mereka pasti akan jatuh Cinta
dan tak akan memandang makhluqNya yg maya saja
karena keindahan makhluq tak bermakna
tanpa melihat langsung keindahanNya
ah...
jikalau mereka jatuh Cinta pada Kekasihku
tentu mereka tak akan mau mengecewakanNya
dan membuatNya murka...
dan...
apakah kekasih kita sama?
jogja, juni 05
tedi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mau nambahkan sedikit buat sharing aja....Judul tulisan di bawah yaitu "Kita itu pencipta tuhan" merupakan salah satu argumen dari kalangan ateis mengapa mereka menganggap tuhan itu tidak ada. Tapi menurut saya itu cuma kaum teis jaman dulu / primitif (dibanding sekarang) yang bisa dikategorikan demikian. Tapi semenjak ada yang dinamakan wahyu, maka Tuhan lebih di-imani atau tidak "dibuat" seperti maksud di atas.Yang jadi masalah bagi kaum ateis adalah mereka kaum teis tidak bisa menjelaskan (membuktikan) eksistensi dari Tuhan tersebut (seperti kaum ateis sendiri yang tidak bisa membuktikan Tuhan itu tidak ada). Tapi kalau menurut saya kalau memang prinsipnya iman kenapa juga pusing-pusing untuk membuktikannya. Menurut saya pribadi sih bukannya tidak bisa dibuktikan, tapi belum bisa dibuktikan. Sedangkan ada tidaknya sesuatu tidak tergantung dari bisa / tidaknya dibuktikan keberadaannya itu.Tapi ada yang lucu lagi bahwa ada juga kaum ateis yang beragama, yang menganggap bahwa dirinya adalah ateis tapi beragama atau mereka sebut agamanya adalah agama non-teis. Menurut hemat saya kalau memang mereka ateis ngapain juga repot-repot beragama segala. (he..he..he maaf loh ini cuma pendapat pribadi) Tapi dipikir-pikir bisa juga karena dengan begitu mereka mempunyai wadah.Begitu sekilas yang saya tangkap dari obrolan di milist tetangga.salamtedi----- Original Message -----From: hasan mawardiSent: Thursday, December 15, 2005 10:12 AMSubject: [filsafat] KIta Khalik dan Tuhan Makhluk
Kita itu pencipta tuhanassalamu `alaikum semua; Yahudi, Nasrani, Muslim, Hindu, Buda, atau siapa saja dan dimana saja you berada.diskusi tentang Tuhan memang manarik karena masing2 berangkat dari pemahamannya sendiri. Tuhan yang kata-Nya sendiri laitsa kamislihi saiun (tidak menyerupai sesuatu) ternyata kita sering mecoba mensaiunkan-Nya (mensesuatukan-Nya). rela g` ya Dia kita saiunkan?karena itu, memang nampaknya ada dua wujud tuhan; Tuhan sebagai Tuhan dan ini yang tidak seperti sesuatu, dan tuhan dalam wujdu ciptaan atau pemahaman kita masing2. yang pertama Tuhan sang Khaliq dan yang kedua tuhan sang makhluk.tapi yang pasti sebagai hamba kita harus mengenal-Nya, dan itu tidak mungkin bisa dilakukan kecuali melalui mensaiunkan-Nya.dalam bahasa para sufi, saya sering mendengar kata manipestasi (takhalli, tahalli dna tajalli atau apa lah)Tuhan di muka bumi, dan manipestasio terbaik Tuhan di bumi ini adalah ciptaan-Nya bernama manusia. karena itu sering dikatakan: "barang siapa mengenal dirinya pasti ia mengenal Tuhan-nya".konon para filosof Islam berpandangan bahwa Tuhan itu tidak bersifat karena sifat adalah sesuatu yang menempel kepada kepada sesuatu. atau kalau ngikuti bahasa teolog syi`ah biasa mereka menyebutnya ash shifat hia `aiunu adz-dzat alias tidak terpisahnya dzat dari sifat.mungkin yang dimaksud laitsa kamislihi saiun adalah Tuhan sebagai Dzat, yakni hubungan Tuhan dgn Tuhan sendiri. namun ketika Ia berhubungan dengan yang lain (makhluk) Ia harus menjadi seperti sesuatu (kamitsli sai) supaya dapat dipahami makhluk2-Nya. tentu kata "seperti" tidak berarti sama dengan-Nya.dan memang banyak terdapat kesamaan antara Dia dengan makhluk-Nya, walau pun dalam kesamaannya terdapat banyak dan banyak sekali perbedaan. Tuhan (wujud)ada dan kita pun juga ada, Tuhan hidup (al-hay) dan kita pun juga, Tuhan mengetahui (al-Alim) dan kita juga, dll.betul g` ya pemahaman saya ini? tolong dong luruskan saya, siapa saja yang mau terutama Pak Verri , dan tkanks,wassalamhasan mawardi
verri DJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Perihal Tuhan Mencipta apakah menciptakan dirinya sendiri, sangatlah sulit
dipahami secara logika. Selama fikiran anda mengagungkan otak (yang
material sifatnya), membahas Tuhan (Immaterial) bisa-bisa otak anda jebol,
karena tidak masuk logika. Apalagi kalau anda mengagungkan Metode
ilmiah.Apakah mungkin yang immaterial dapat dipahami oleh yang materil?
Pertanyaan yang berumur setua peradaban manusia ini nampaknya masih tetap
esensial sampai sekarang.
Pembahasan Tuhan rasanya sejauh yang bisa dicapai otak adalah tuhan
subjektif menurut abstraksi pemikiran tiap-tiap orang, bukan Tuhan sebagai
diri-Nya sendiri, dan karenanya pemahaman tentang Tuhan bagi tiap-tiap
orang bisa berbeda. Tuhan itu mengikuti prasangka hambanya.
Salam,
Yahoo! Shopping
Find Great Deals on Holiday Gifts at Yahoo! Shopping
Yahoo! Messenger NEW - crystal clear PC to PC calling worldwide with voicemail
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
SPONSORED LINKS
Philosophy beauty product Philosophy Philosophy beauty Philosophy of Philosophy amazing grace Philosophy hope in a jar
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "filsafat" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
- [filsafat] Islam Yang Indah verri DJ
- RE: [filsafat] Islam Yang Indah Pormadi ocarm
- RE: [filsafat] Islam Yang Indah hasan mawardi
- [filsafat] KIta Khalik dan Tuhan Makhluk hasan mawardi
- Re: [filsafat] KIta Khalik dan Tuhan Makhlu... kare Yo
- Re: [filsafat] Khalik dan Makhluk verri DJ
- Re: [filsafat] KIta Khalik dan Tuhan Makhlu... tedi
- Re: [filsafat] KIta Khalik dan Tuhan M... inamina saroh
- Re: [filsafat] KIta Khalik dan Tuh... guebgt
- Re: [filsafat] KIta Khalik dan... tedi
- [filsafat] Re: KIta Khalik dan... agussyafii
- Re: [filsafat] Re: KIta Khalik... gieh irawan
- [filsafat] asal cuap eka sa putra
- Re: [filsafat] KIta Khalik dan Tuhan M... Methos
- Re: [filsafat] KIta Khalik dan Tuhan M... gieh irawan
- Re: [filsafat] KIta Khalik dan Tuh... kare Yo
- Re: [filsafat] KIta Khalik dan... gieh irawan
- Re: [filsafat] KIta Khalik dan... kare Yo
Kirim email ke
