Kebenaran mikro adalah nilai suatu kebenaran yang tidak bertentangan dengan keadaan atau pendapat disuatu lingkungan.
Lingkungan itu bisa dalam bentuk kecil, yaitu terbatas atau bisa dalam bentuk lebih luas lagi tapi masih terbatas.
Jika lingkungan yang dimaksud masih ada batasnya, penilaian kebenaran itu masih termasuk kebenaran mikro.
Lingkungan itu bisa dalam bentuk kecil, yaitu terbatas atau bisa dalam bentuk lebih luas lagi tapi masih terbatas.
Jika lingkungan yang dimaksud masih ada batasnya, penilaian kebenaran itu masih termasuk kebenaran mikro.
Kebenaran makro merupakan nilai kebenaran diluar lingkungan mikro yang tidak ada batasnya, yaitu makro.
Sering terjadi pertentangan antara kebenaran ukuran mikro dengan kebenaran ukuran mikro lainnya yang lebih luas dan atau dengan ukuran kebenaran dalam bentuk makro.
Kita harus memperhatikan dalam keadaan demikian mikro mana yang lebih luas antara mikro-mikro dan lebih kuat itulah adakalanya kita harus ikuti, walaupun nilai kebenaran itu bertentangan dengan nilai kebenaran makro.
Kebenaran universal adalah kebenaran tertinggi. yang dikatagorikan kebenaran tertinggi antara lain :
ilmu pengetahuan & teknologi , Ilmu pengetahuan Etika / moral .
Sering terjadi pertentangan antara kebenaran ukuran mikro dengan kebenaran ukuran mikro lainnya yang lebih luas dan atau dengan ukuran kebenaran dalam bentuk makro.
Kita harus memperhatikan dalam keadaan demikian mikro mana yang lebih luas antara mikro-mikro dan lebih kuat itulah adakalanya kita harus ikuti, walaupun nilai kebenaran itu bertentangan dengan nilai kebenaran makro.
Kebenaran universal adalah kebenaran tertinggi. yang dikatagorikan kebenaran tertinggi antara lain :
ilmu pengetahuan & teknologi , Ilmu pengetahuan Etika / moral .
Jelas bahwa kebenaran adalah sesuatu yang relatip sekali.
Jadi yang mesti dinilai kebenaran yang mana ???
gieh irawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
gieh irawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
salam,menurut saya segala sesuatu musti dinilai dulu kebenarannya, sehingga menimbulkan keyakinan, termasuk agama dan produk aplikatifnya, dan hal ini membutuhkan suatu piranti dalam proses penilaian-nya, dalam proses mengenal tuhan setidaknya saya melakukan tahapan :pertama, kita harus me-reset mainstream berfikir kita tentang ilmu, epistemologi apa yang digunakan dalam menilai, ada tiga karakter dengan segala argumennya masing2, rasionalis, emirisme, dan mistisisme (sebagian orang ada yang menambahkan tekstualis). dari kesemua aliran pemikian tadi tentunya memiliki pahaman yang berbeda tentang tuhan.kedua, bahas tentang konsep ontologis aliran pemikiran tersebut, bagaimana menilai tentang keberadaan/ eksistensialisme, hingga akan menemukan sebuah keberadaan yang bersifat universal, mandiri, tunggal di dalam eksistensi itu sendiri.salam
tedi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Mau nambahkan sedikit buat sharing aja....Judul tulisan di bawah yaitu "Kita itu pencipta tuhan" merupakan salah satu argumen dari kalangan ateis mengapa mereka menganggap tuhan itu tidak ada. Tapi menurut saya itu cuma kaum teis jaman dulu / primitif (dibanding sekarang) yang bisa dikategorikan demikian. Tapi semenjak ada yang dinamakan wahyu, maka Tuhan lebih di-imani atau tidak "dibuat" seperti maksud di atas.Yang jadi masalah bagi kaum ateis adalah mereka kaum teis tidak bisa menjelaskan (membuktikan) eksistensi dari Tuhan tersebut (seperti kaum ateis sendiri yang tidak bisa membuktikan Tuhan itu tidak ada). Tapi kalau menurut saya kalau memang prinsipnya iman kenapa juga pusing-pusing untuk membuktikannya. Menurut saya pribadi sih bukannya tidak bisa dibuktikan, tapi belum bisa dibuktikan. Sedangkan ada tidaknya sesuatu tidak tergantung dari bisa / tidaknya dibuktikan keberadaannya itu.Tapi ada yang lucu lagi bahwa ada juga kaum ateis yang beragama, yang menganggap bahwa dirinya adalah ateis tapi beragama atau mereka sebut agamanya adalah agama non-teis. Menurut hemat saya kalau memang mereka ateis ngapain juga repot-repot beragama segala. (he..he..he maaf loh ini cuma pendapat pribadi) Tapi dipikir-pikir bisa juga karena dengan begitu mereka mempunyai wadah.Begitu sekilas yang saya tangkap dari obrolan di milist tetangga.salamtedi----- Original Message -----From: hasan mawardiSent: Thursday, December 15, 2005 10:12 AMSubject: [filsafat] KIta Khalik dan Tuhan Makhluk
Kita itu pencipta tuhanassalamu `alaikum semua; Yahudi, Nasrani, Muslim, Hindu, Buda, atau siapa saja dan dimana saja you berada.diskusi tentang Tuhan memang manarik karena masing2 berangkat dari pemahamannya sendiri. Tuhan yang kata-Nya sendiri laitsa kamislihi saiun (tidak menyerupai sesuatu) ternyata kita sering mecoba mensaiunkan-Nya (mensesuatukan-Nya). rela g` ya Dia kita saiunkan?karena itu, memang nampaknya ada dua wujud tuhan; Tuhan sebagai Tuhan dan ini yang tidak seperti sesuatu, dan tuhan dalam wujdu ciptaan atau pemahaman kita masing2. yang pertama Tuhan sang Khaliq dan yang kedua tuhan sang makhluk.tapi yang pasti sebagai hamba kita harus mengenal-Nya, dan itu tidak mungkin bisa dilakukan kecuali melalui mensaiunkan-Nya.dalam bahasa para sufi, saya sering mendengar kata manipestasi (takhalli, tahalli dna tajalli atau apa lah)Tuhan di muka bumi, dan manipestasio terbaik Tuhan di bumi ini adalah ciptaan-Nya bernama manusia. karena itu sering dikatakan: "barang siapa mengenal dirinya pasti ia mengenal Tuhan-nya".konon para filosof Islam berpandangan bahwa Tuhan itu tidak bersifat karena sifat adalah sesuatu yang menempel kepada kepada sesuatu. atau kalau ngikuti bahasa teolog syi`ah biasa mereka menyebutnya ash shifat hia `aiunu adz-dzat alias tidak terpisahnya dzat dari sifat.mungkin yang dimaksud laitsa kamislihi saiun adalah Tuhan sebagai Dzat, yakni hubungan Tuhan dgn Tuhan sendiri. namun ketika Ia berhubungan dengan yang lain (makhluk) Ia harus menjadi seperti sesuatu (kamitsli sai) supaya dapat dipahami makhluk2-Nya. tentu kata "seperti" tidak berarti sama dengan-Nya.dan memang banyak terdapat kesamaan antara Dia dengan makhluk-Nya, walau pun dalam kesamaannya terdapat banyak dan banyak sekali perbedaan. Tuhan (wujud)ada dan kita pun juga ada, Tuhan hidup (al-hay) dan kita pun juga, Tuhan mengetahui (al-Alim) dan kita juga, dll.betul g` ya pemahaman saya ini? tolong dong luruskan saya, siapa saja yang mau terutama Pak Verri , dan tkanks,wassalamhasan mawardi
verri DJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Perihal Tuhan Mencipta apakah menciptakan dirinya sendiri, sangatlah sulit
dipahami secara logika. Selama fikiran anda mengagungkan otak (yang
material sifatnya), membahas Tuhan (Immaterial) bisa-bisa otak anda jebol,
karena tidak masuk logika. Apalagi kalau anda mengagungkan Metode
ilmiah.Apakah mungkin yang immaterial dapat dipahami oleh yang materil?
Pertanyaan yang berumur setua peradaban manusia ini nampaknya masih tetap
esensial sampai sekarang.
Pembahasan Tuhan rasanya sejauh yang bisa dicapai otak adalah tuhan
subjektif menurut abstraksi pemikiran tiap-tiap orang, bukan Tuhan sebagai
diri-Nya sendiri, dan karenanya pemahaman tentang Tuhan bagi tiap-tiap
orang bisa berbeda. Tuhan itu mengikuti prasangka hambanya.
Salam,__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "filsafat" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
- Re: [filsafat] Khalik dan Makhluk verri DJ
- Re: [filsafat] KIta Khalik dan Tuhan Makhluk tedi
- Re: [filsafat] KIta Khalik dan Tuhan Makhluk inamina saroh
- Re: [filsafat] KIta Khalik dan Tuhan Makhluk Methos
- Re: [filsafat] KIta Khalik dan Tuhan Makhluk gieh irawan
- Re: [filsafat] KIta Khalik dan Tuhan Makhluk kare Yo
Kirim email ke
