Mau nambahkan sedikit buat sharing aja....
 
Judul tulisan di bawah yaitu "Kita itu pencipta tuhan" merupakan salah satu argumen dari kalangan ateis mengapa mereka menganggap tuhan itu tidak ada. Tapi menurut saya itu cuma kaum teis jaman dulu / primitif (dibanding sekarang) yang bisa dikategorikan demikian. Tapi semenjak ada yang dinamakan wahyu, maka Tuhan lebih di-imani atau tidak "dibuat" seperti maksud di atas.
 
Yang jadi masalah bagi kaum ateis adalah mereka kaum teis tidak bisa menjelaskan (membuktikan) eksistensi dari Tuhan tersebut (seperti kaum ateis sendiri yang tidak bisa membuktikan Tuhan itu tidak ada). Tapi kalau menurut saya kalau memang prinsipnya iman kenapa juga pusing-pusing untuk membuktikannya. Menurut saya pribadi sih bukannya tidak bisa dibuktikan, tapi belum bisa dibuktikan. Sedangkan ada tidaknya sesuatu tidak tergantung dari bisa / tidaknya dibuktikan keberadaannya itu.
 
Tapi ada yang lucu lagi bahwa ada juga kaum ateis yang beragama, yang menganggap bahwa dirinya adalah ateis tapi beragama atau mereka sebut agamanya adalah agama non-teis. Menurut hemat saya kalau memang mereka ateis ngapain juga repot-repot beragama segala. (he..he..he maaf loh ini cuma pendapat pribadi) Tapi dipikir-pikir bisa juga karena dengan begitu mereka mempunyai wadah.
 
Begitu sekilas yang saya tangkap dari obrolan di milist tetangga.
 
salam
tedi
----- Original Message -----
Sent: Thursday, December 15, 2005 10:12 AM
Subject: [filsafat] KIta Khalik dan Tuhan Makhluk



Kita itu pencipta tuhan
 
assalamu `alaikum semua; Yahudi, Nasrani, Muslim, Hindu, Buda, atau siapa saja dan dimana saja you berada.
 
diskusi tentang Tuhan memang manarik karena masing2 berangkat dari pemahamannya sendiri. Tuhan yang kata-Nya sendiri laitsa kamislihi saiun (tidak menyerupai sesuatu) ternyata kita sering mecoba mensaiunkan-Nya (mensesuatukan-Nya). rela g` ya Dia kita saiunkan?
 
karena itu, memang nampaknya ada dua wujud tuhan; Tuhan sebagai Tuhan dan ini yang tidak seperti sesuatu, dan tuhan dalam wujdu ciptaan atau pemahaman kita masing2. yang pertama Tuhan sang Khaliq dan yang kedua tuhan sang makhluk.
 
tapi yang pasti sebagai hamba kita  harus mengenal-Nya, dan itu tidak mungkin bisa dilakukan kecuali melalui mensaiunkan-Nya.
 
dalam bahasa para sufi, saya sering mendengar kata manipestasi (takhalli, tahalli dna tajalli atau apa lah)Tuhan di muka bumi, dan manipestasio terbaik Tuhan di bumi ini adalah ciptaan-Nya bernama manusia. karena itu sering dikatakan: "barang siapa mengenal dirinya pasti ia mengenal Tuhan-nya".
 
konon para filosof Islam berpandangan bahwa Tuhan itu tidak bersifat karena sifat adalah sesuatu yang menempel kepada kepada sesuatu. atau kalau ngikuti bahasa teolog syi`ah biasa mereka menyebutnya ash shifat hia `aiunu adz-dzat alias tidak terpisahnya dzat dari sifat.
 
mungkin yang dimaksud laitsa kamislihi saiun adalah Tuhan sebagai Dzat, yakni hubungan Tuhan dgn Tuhan sendiri. namun ketika Ia berhubungan dengan yang lain (makhluk) Ia harus menjadi seperti sesuatu (kamitsli sai) supaya dapat dipahami makhluk2-Nya. tentu kata "seperti" tidak berarti sama dengan-Nya.
 
dan memang banyak terdapat kesamaan antara Dia dengan makhluk-Nya, walau pun dalam kesamaannya terdapat banyak dan banyak sekali perbedaan. Tuhan (wujud)ada dan kita pun juga ada, Tuhan hidup (al-hay) dan kita pun juga, Tuhan mengetahui (al-Alim) dan kita juga, dll.
 
betul g` ya pemahaman saya ini? tolong dong luruskan saya, siapa saja yang mau terutama Pak Verri , dan tkanks,
 
wassalam
hasan mawardi
 
          

verri DJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Perihal Tuhan Mencipta apakah menciptakan dirinya sendiri, sangatlah sulit
dipahami secara logika. Selama fikiran anda mengagungkan otak (yang
material sifatnya), membahas Tuhan (Immaterial) bisa-bisa otak anda jebol,
karena tidak masuk logika. Apalagi kalau anda mengagungkan Metode
ilmiah.Apakah mungkin yang immaterial dapat dipahami oleh yang materil?
Pertanyaan yang berumur setua peradaban manusia ini nampaknya masih tetap
esensial sampai sekarang.

Pembahasan Tuhan rasanya sejauh yang bisa dicapai otak adalah tuhan
subjektif menurut abstraksi pemikiran tiap-tiap orang, bukan Tuhan sebagai
diri-Nya sendiri, dan karenanya pemahaman tentang Tuhan bagi tiap-tiap
orang bisa berbeda. Tuhan itu mengikuti prasangka hambanya.

Salam,


Yahoo! Shopping
Find Great Deals on Holiday Gifts at Yahoo! Shopping

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke