Inilah perkataan Musa pada mereka yang merasa dirinya benar:
JIKA KAU MERASA BENAR, JIKA KAU MERASA SURGA ADALAH HAKMU, MINTALAH 
KEMATIANMU!

Kebenaran tak pernah menjadi air, ia adalah batu, sebab itu setiap
kebenaran harus dipenggal seperti Ibrahim memenggal kepala Latah, 
uzah, Watan dan Sanam. 

Aku bertanya kepadamu Zar kamal, apakah kau ingin memberhalakan 
Tuhan. memberhalakan Allah yang bahkan telah menyatakan dirinya 
sebagai yang berarsyi di atas air, tak berbentuk tak berupa? Apakah 
kau juga ingin memberhalakan qur'an dan Muhammad?

Nuruddin Asyhadie




--- In [email protected], "zar_kamal" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam,
> "Jika ada sebab pasti ada akibat"
> Jika ada Makhluk pasti Ada Tuhan. Karena keduanya memenuhi sebab 
> akibat. Yaitu Tuhan Khalik pencipta dan makhluk yg diciptakan. Ada 
> pernyataan bahwa makhluk itu tidak akan pernah tidak ada. Karena 
> suatu sebab pasti ada akibat dan kedua-duanya tidak akan pernah 
> tidak ada. Karena akan selalu bergandengan. Saya katakan benar. 
> Bahwa tidak ada kekosongan suatu makhluk pun. Artinya makhluk akan 
> selalu ada. Tapi masalahnya terdapat derajat makhluk itu sendiri.
> 
> Tuhan, makhluk, (manusia merupakan bagian dari makhluk). Keduanya 
> memenuhi hukum sebab akibat. Artinya keduanya selalu berhubungan. 
> Tidak ada kecualinya. Makhluk lain selain manusia mereka 
berhubungan 
> sebagai akibat dari Tuhan. Lalu dalam Apakah bentuk "hubungan" itu 
> sendiri? Dalam praktiknya  yaitu tunduk dg aturan-Nya Tuhan. 
Seperti 
> siang merupakan waktunya matahari kelihatan dan malam waktunya 
untuk 
> bulan dan bukti lainnya. Lalu apakah hubungan manusia sebagai 
> makhluk dan Tuhan sbg khalik?
> Kita harus mengetahui apa itu "hubungan"?
> Hubungan itu ada dua macam"
> 1. Hubungan dua sesuatu contoh: nasi dg roti. Keduanya dapat 
> dihubungkan dg pemahaman bahwa keduanya adalah makanan.
> 2. Hubungan antara sesuatu dengan hubungan itu sendiri. Itulah 
> hubungan Tuhan dan makhluk. Tuhan yg menciptakan makhluk. Makhuk 
yg 
> diciptakan Tuhan. Jadi kedua2 dihubungkan oleh ciptaan. Namun 
Tuhan 
> adalah pencipta. dan makhluk adalah yg dicipta.
> Jadi sudah suatu keharusan sesuatu yg dicipta memasuki aturan yg 
> pencipta. Jika tidak tentu dia akan keluar dari jalurnya. Alias. 
> Bukan pencipta ataupun yg dicipta.
> 
> Kita sebagai yg dicipta masuk suatu aturan yg dicipta. Itu secara 
> teori dan konsep. Namun secara praktis dan nyata. Apakah aturan 
itu?
> Apakah aturan Manusia kepada Tuhan seperti aturan makhluk lain 
> kepada Tuhan? Tentu jawabannya tidak. Karena kadar potensi manusia 
> lebih banyak dibandingkan potensi makhluk lain. Tapi bukan 
tempatnya 
> untuk menjelaskan hal tersebut.
> 
> Apakah aturan itu? Siapakah aturan tsb? Tentu jawaban tsb tidak 
bisa 
> dijawab oleh akal kita. Karena akal kita bertugas hanya memilih 
> saja. Sekarang kita harus tahu terlebih dahulu aturan mana yg 
> diinginkan Tuhan. Jika kita  ingin tahu aturan mana yg Tuhan 
> inginkan. Harus tahu dahulu siapa Tuhan. Bagaimana keberadaan-Nya?
> Berarti pengetahuan kita tentang aturan, misalnya (ajaran Agama, 
> kitab, Nabi) merupakan pengetahuan turunan dari pengetahuan kita 
> akan Tuhan.  Jadi, kita harus tahu terlebih dahulu Tuhan mana yang 
> benar-benar Tuhan. Artinya Tuhan yang keberadaanya memang bisa 
> dijawab oleh akal itu sendiri. Bahkan tanpa Kitab sekalipun, atau 
> Nabi.
> Makanya ada pemahaman bahwa wahyu itu ada dua. 1. Wahyu dari luar: 
> Kitab, nabi 2. Wahyu dari dalam: Akal.
> Tapi akal mana yang dapat menjadi wahyu dan dapat membenarkan 
> keberadaan Tuhan?
> Akal yg sudah tahu mana "ada" dan mana "tiada". Karena Tuhan itu 
> adalah benar-benar ada dan yang lain ketiadaan. Maka orang yang 
> paling mengerti tentang Tuhan secara teori adalah orang yang 
> mengetahui ada itu sendiri.
> Setelah kita Tahu mana yang benar-benar Tuhan berdasarkan teori. 
> Lalu datang informasi dari Kitab dan Nabi bahwa inilah Tuhan yang 
> kamu maksud. Karena ada kesamaan apa yang dikatakan akal tentang 
> Tuhan itu sama dengan apa yang dikatakan Alkitab dan Nabi tentang 
> itu.
> 
> 
> Semoga bermanfaat.
> 
> wassalam.
>










------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/3EuRwD/bOaOAA/yQLSAA/pyIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke