--- In [email protected], "pabrik_t" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ass. Sdr. Nuruddin Asyhadie Gini kang. Kenapa orang barat tidak mempercayai Tuhan itu ada. Karena mereka mempunyai anggapan apa yang saya tidak tahu maka tiada. Karena untuk menjadi tahu itu membutuhkan pembuktian indra maka mereka tidak mengakui Tuhan karena Tuhan tidak dapat dilihat dan didengar. Jadi sungguh salah jika anggapan apa yang saya tidak tahu maka tiada atau bisa dikatakan pula "apa yang saya tidak tahu maka tidak benar". Untuk hal itu, dengan tidak mengurangi hormat saya pada Anda tahu tidak apa yang saya tulis? Jika anda tahu dan mengetahui dimana letak salahnya tulisan saya tolong koreksi dengan argumen yang dapat dipertanggungjawabkan! Jika tidak tahu maka jangan seperti orang Barat yang tidak mengakui kebenaran karena ketidaktahuannya. Inilah perkataan Musa pada mereka yang merasa dirinya benar: > JIKA KAU MERASA BENAR, JIKA KAU MERASA SURGA ADALAH HAKMU, MINTALAH > KEMATIANMU! +yang merasa dirinya benar siapa? lalu siapa yang benar/salah? Jika saya salah maka tolong dimana letak yang salah! Jangan ancam mengancam dengan mengutip perkataan Nabi Musa. Jika Anda yang benar maka dengan senang hati saya menerima kebenaran itu. Tapi jika anda yang salah sudah menjadi kewajiban saya membenarkan yang salah. Tentunya harus dipertannggungjawabkan. Kebenaran tak pernah menjadi air, ia adalah batu, sebab itu setiap > kebenaran harus dipenggal seperti Ibrahim memenggal kepala Latah, > uzah, Watan dan Sanam. +Tentu kalimat diatas adalah bukan kalimat yang berdasarkan sistematika logika yang benar. Karena Kebenaran tak pernah menjadi air, ia adalah batu, jadi kebenaran adalah batu (mustahil) kebenaran harus dipenggal seperti Ibrahim memenggal kepala Latah, uzah, Watan dan Sanam. Itu terjadi jika yang berkuasa adalah orang zalim. Yang mensalahkan orang yang benar. Melalui eksekusi-eksekusi pemenggalan. Sy sangat keberatan ketika kalimat "kebenaran harus dipenggal seperti Ibrahim memenggal kepala Latah, uzah, Watan dan Sanam. " disatukan karena tidak nyambung. Lihat sistematikanya: kebenaran harus dipenggal (benar jika yang berkata orang zalim tapi menurut saya salah) Ibrahim memenggal kepala Latah, uzah, Watan dan Sanam. (Benar menurut sejarah yang anda ketahui). pernyataan satu dan kedua benar keduanya tapi gak nyambung. ya tentu tidak dapat diterima. Karena kalimat tidak logis maka berarti ini datang dari emosi anda ya! rasul bersabda"Bukanlah orang yang paling kuat itu adalah orang yang pandai Gulat, tapi orang yang bisa menahan emosinya" Aku bertanya kepadamu Zar kamal, apakah kau ingin memberhalakan > Tuhan. memberhalakan Allah yang bahkan telah menyatakan dirinya > sebagai yang berarsyi di atas air, tak berbentuk tak berupa? Apakah > kau juga ingin memberhalakan qur'an dan Muhammad? +Siapa yang memberhalakan Allah? Apakah ada pernyataan saya akan hal itu. Saya menjelaskan tentang "istiwa alal arsyi" bukan berarti Allah diam di arsyi. Jika diam berarti bertempat jika bertempat berarti makluk. Masa Allah disamakan dengan makhluk. (Pembasannya panjang). Jadi pernyataan Anda telah menyamakan Allah dengan makhluk dengan menafsirkan "istiwa alal arsyi" Allah berarsyi di atas air. Apakah kau juga ingin memberhalakan qur'an dan Muhammad? Anda tahu kalimat diatas anda telah menuduh seseorang kafir, musyrik. Sedangkan anda tidak dapat membuktikan kekafirannya dan kemusrikannya. Jika anda menuduh tanpa bukti maka anda akan mendapatkan hukuman bahwa barang siapa yang menuduh seseorang muslim musyrik maka tuduhan itu akan kembali ke dirinya sendiri. Gini kang, Kemunduran kaum muslimin adalah terjadi ketika ilmu tentang kebijaksanaan telah dihilangkan (ilmu filsafat, ilmu logika). Secara historis anda membrowsing. Karena ilmu2 tersebut merupakan kaidah dasar untuk menyusun cara berpikir logis. Jika orang tidak mempelajari ilmu2 tsb maka orang tidak dapat menyusun cara berpikir logis. Jika tidak berpikir logis tidak beraturan alias tidak berakal. Apakah ajaran Allah diberikan kepada orang-orang yang tidak berakal, cara berpikir yang tidak beraturan, tidak bisa membedakan antara benar/salah, ada dan tiada. Saya kira tidak kang. > > --- In [email protected], "zar_kamal" <zar_kamal@> wrote: > > > > Salam, > > "Jika ada sebab pasti ada akibat" > > Jika ada Makhluk pasti Ada Tuhan. Karena keduanya memenuhi sebab > > akibat. Yaitu Tuhan Khalik pencipta dan makhluk yg diciptakan. Ada > > pernyataan bahwa makhluk itu tidak akan pernah tidak ada. Karena > > suatu sebab pasti ada akibat dan kedua-duanya tidak akan pernah > > tidak ada. Karena akan selalu bergandengan. Saya katakan benar. > > Bahwa tidak ada kekosongan suatu makhluk pun. Artinya makhluk akan > > selalu ada. Tapi masalahnya terdapat derajat makhluk itu sendiri. > > > > Tuhan, makhluk, (manusia merupakan bagian dari makhluk). Keduanya > > memenuhi hukum sebab akibat. Artinya keduanya selalu berhubungan. > > Tidak ada kecualinya. Makhluk lain selain manusia mereka > berhubungan > > sebagai akibat dari Tuhan. Lalu dalam Apakah bentuk "hubungan" itu > > sendiri? Dalam praktiknya yaitu tunduk dg aturan-Nya Tuhan. > Seperti > > siang merupakan waktunya matahari kelihatan dan malam waktunya > untuk > > bulan dan bukti lainnya. Lalu apakah hubungan manusia sebagai > > makhluk dan Tuhan sbg khalik? > > Kita harus mengetahui apa itu "hubungan"? > > Hubungan itu ada dua macam" > > 1. Hubungan dua sesuatu contoh: nasi dg roti. Keduanya dapat > > dihubungkan dg pemahaman bahwa keduanya adalah makanan. > > 2. Hubungan antara sesuatu dengan hubungan itu sendiri. Itulah > > hubungan Tuhan dan makhluk. Tuhan yg menciptakan makhluk. Makhuk > yg > > diciptakan Tuhan. Jadi kedua2 dihubungkan oleh ciptaan. Namun > Tuhan > > adalah pencipta. dan makhluk adalah yg dicipta. > > Jadi sudah suatu keharusan sesuatu yg dicipta memasuki aturan yg > > pencipta. Jika tidak tentu dia akan keluar dari jalurnya. Alias. > > Bukan pencipta ataupun yg dicipta. > > > > Kita sebagai yg dicipta masuk suatu aturan yg dicipta. Itu secara > > teori dan konsep. Namun secara praktis dan nyata. Apakah aturan > itu? > > Apakah aturan Manusia kepada Tuhan seperti aturan makhluk lain > > kepada Tuhan? Tentu jawabannya tidak. Karena kadar potensi manusia > > lebih banyak dibandingkan potensi makhluk lain. Tapi bukan > tempatnya > > untuk menjelaskan hal tersebut. > > > > Apakah aturan itu? Siapakah aturan tsb? Tentu jawaban tsb tidak > bisa > > dijawab oleh akal kita. Karena akal kita bertugas hanya memilih > > saja. Sekarang kita harus tahu terlebih dahulu aturan mana yg > > diinginkan Tuhan. Jika kita ingin tahu aturan mana yg Tuhan > > inginkan. Harus tahu dahulu siapa Tuhan. Bagaimana keberadaan-Nya? > > Berarti pengetahuan kita tentang aturan, misalnya (ajaran Agama, > > kitab, Nabi) merupakan pengetahuan turunan dari pengetahuan kita > > akan Tuhan. Jadi, kita harus tahu terlebih dahulu Tuhan mana yang > > benar-benar Tuhan. Artinya Tuhan yang keberadaanya memang bisa > > dijawab oleh akal itu sendiri. Bahkan tanpa Kitab sekalipun, atau > > Nabi. > > Makanya ada pemahaman bahwa wahyu itu ada dua. 1. Wahyu dari luar: > > Kitab, nabi 2. Wahyu dari dalam: Akal. > > Tapi akal mana yang dapat menjadi wahyu dan dapat membenarkan > > keberadaan Tuhan? > > Akal yg sudah tahu mana "ada" dan mana "tiada". Karena Tuhan itu > > adalah benar-benar ada dan yang lain ketiadaan. Maka orang yang > > paling mengerti tentang Tuhan secara teori adalah orang yang > > mengetahui ada itu sendiri. > > Setelah kita Tahu mana yang benar-benar Tuhan berdasarkan teori. > > Lalu datang informasi dari Kitab dan Nabi bahwa inilah Tuhan yang > > kamu maksud. Karena ada kesamaan apa yang dikatakan akal tentang > > Tuhan itu sama dengan apa yang dikatakan Alkitab dan Nabi tentang > > itu. > > > > > > Semoga bermanfaat. > > > > wassalam. > > > ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
