Ajib Kagum aku....kamu alim sekali kamu dengan novel-novel
barat. Padahal aku cuma menggunakan kalimat itu sesuai dengan 
tujuanku dan karena aku fikir itu cuma sebuah novel. bagus sekali
kamu menggambarkan novel kebarat-baratan itu dengan detail, 
penghayatan dan pemahaman dan pengagungan hehe. Tadinya Aku pikir
kamu cuma pencela yang ga punya isi, wah ternyata aku
salah untuk urusan ini, ternyata kamu alim tentang novel...
Dan hanya kalimat itu saja yang kamu komentari....

--- In [email protected], as as <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> "What's in a name? That which we call a rose
>  By any other name would smell as sweet."
> 
> Sama sekali bukanlah sebuah sindiran.
> 
> Kalimat di atas adalah cuplikan dari dialog2 indah antara Romeo 
Montague dan Juliet Capulet, dua insan saling cinta yang berasal dari 
dua clan yang saling bermusuhan.
> 
> Di sini Juliet menyampaikan kepada Romeo, bahwa nama itu bisa jadi 
meaningless, yang merupakan sifat low profile dari Juliet, dan bahwa 
Juliet mencintai hanya Romeo yang kebetulan saja seorang Montaque. 
> 
> Apakah Romeo seorang Montaque atau bukan, bukanlah menjadi masalah 
bagi Juliet. Yang penting bagi Juliet adalah, bahwa Romeo adalah '
sweet".
> 
> Sebuah karya besar yang membuat menangis jiwa yang halus.
> 
> non_sisca <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               
>  Bagaimana pun suatu ajaran filosofi dan menjadi philosopher tentu 
>  saja bermakna beda. 
>  
>  Suatu ajaran produced by a certain man in a certain time and place,
 
>  berkaitan dengan sumber, latar belakang, dan lingkungan, juga 
>  pekerjaan, tradisi, situasi kondisi, his intellectual, political, 
>  economic, atau terpengaruh karya / ajaran orang lain.
>  Beranjak dari situlah terkadang kita harus memahami suatu ajaran 
>  filosofi sehingga kita belajar mengerti dan menghormati apa yang 
>  dimaksud oleh pencetusnya.
>  
>  Btw, barangkali tulisan saya yang satu juga boleh tolong 
dikomentari, 
>  sehingga saya menangkap persepsi anda sekaligus.
>  
>  Makasih, sisc 
>  
>  --- In [email protected], qalam26 <no_reply@> wrote:
>  >
>  > 
>  >  philosophy is the love of wisdom, 
>  >  and a philosopher ia a lover of wisdom. 
>  >  
>  >  Definisi yang anda berikan memang bagus sekali
>  >  apalagi dengan bahasa inggris. Namun...
>  >  Kadang kita tidak bisa memahami esensi dari
>  >  filsafat hanya dari sebuah definisi etimologi
>  >  alias bahasa...ini terlalu menyederhanakan masalah dan makna
>  >  alias (simplitisme)
>  > 
>  >  "Apalah arti sebuah nama"
>  >   demikian shake speire berkata sinis
>  >   apa artinya nama philosophy jika nama tidak mencerminkan isi.
>  >   Benarkah philosophy berasal dari sebuah kebijaksanaan?
>  >   atau ia hanyalah sebuah nama dusta belaka.
>  >   salah satu dari sekian banyak semiotika yang hampa akan makna.
>  > 
>  >   Apakah Arthur Schopenhauer.
>  >   German philosopher, who is    
>  >   known for his philosophy of pessimism.
>  > 
>  >   yang mengatakan bahwa manusia pada dasarnya jahat
>  >   dan kehendak buta menjadi dasar dalam kehidupan manusia
>  >   itu adalah bijak? sehingga ia pesismis dengan adanya perdamaian
>  >   dan kebaikan dalam diri manusia...karena akal hanyalah alat 
bagi
>  >   kehendak buta yang dibaratkan seorang yang kuat namun buta 
>  >   menggendong silumpuh yang dapat melihat (akal)?
>  >  
>  >   atau Friedrich Wilhelm nietzsche yang mengatakan god is dead
>  >   dan the Rissing of SUperman yang menjadi dasar dari dotrin'  
>  >   idiologis dari Rasis kaum Nazi itu bijak...
>  >   bukankah semua itu adalah PHILOSOPHY...
>  > 
>  >   Bukankah pemikiran bijak semacam Karl marx dengan das
>  >   capitalis yang telah bertanggung jawab terhadap
>  >   kekerasan idiolois abad kedua puluh...dan
>  >   pengaruh nya pun sampai kenegri kita yakni PKI PALU ARIT
>  >   
>  >   Jelas bahwa Philosophy tidak hanya berisi kebijakan 
>  >   namun juga pemikiran-pemikiran radikal 
>  >   yang telah menyulut perang dunia II.
>  > 
>  >   Kadang orang mendefinisikan kebijaksanaan
>  >   dengan tafsir liberal mereka masing-masing
>  >   seperti nietzsche yang mengatakan
>  >   orang bijak adalah orang yang mampu menertawakan tragedi
>  >   layaknya sebuah komedi...
>  >   seperti Hitler yang tertawa terkekeh-kekeh di atas tumpukan 
mayat-
>  >   mayat orang yahudi layaknya menonton sebuah komedi..
>  >   (Holocaust). 
>  > 
>  >   Nah bukan saja kebijaksaan namun juga kesetanan 
>  >   yang terdapat dalam carut marut pemikiran, paham
>  >   dan aliran yang berkumpul dan berwadah didalam
>  >   satu kata yakni philosophy..(cinta kebijaksanaan)
>  >   
>  >   Terminology philosophy sangat absurd jika kita artikan
>  >   dengan cinta kebijaksanaan...
>  >   karena didalamnya terdapat 
>  >   pemikiran Rasis, Atheis, Metafisika Fiktif, Utopis
>  >   Satanis, Liberalis, Heodonis, materialis...
>  >   
>  >   Seperti filsafat RASIS yahudi
>  >   yang mengatakan selain bangsa mereka adalah GOYYIM 
>  >   atau bangsa hewan, dan halal untuk di tarik riba (bunga)
>  >   dari mereka. 
>  >   yang kemudian pemahaman RASIS tersebut dikembangkan dan dikemas
>  >   dalam bentuk pseudo Sains yakni DARWINISME EVOLUSIONISME, agar
>  >   mendapat legitimasi dari kaum non yahudi sendiri bahwa 
>  >   kita adalah hewan..toh kita berevolusi dari hewan bersel 
rendah.
>  >   Lihat propaganda di discovery atas pseoudo sains tersebut..
>  >   
>  >   tentu kita tidak mau menerima itu. 
>  >   lihat bantahannya di www.harunyahya.com
>  >   
>  >  
>  >  Then if, 
>  >  wisdom belongs only to God, 
>  >  then a philosopher is a lover of God.
>  >  
>  >  hehe sayangnya banyak pemikir secularis seperti harvey cox 
>  >                  (teolog kematian tuhan)
>  >  mengatakan bahwa tuhan telah mati senada dengan nietszhce
>  >  sehingga mereka menyatakan bahwa tuhan hanya ada di dalam
>  >  ide manusia karena manusia yang menciptakan tuhan...
>  >  alias tuhan hanyalah konsep buatan manusia sebagai bentuk 
>  >  evolusi pemikiran dan kesadaran manusia. Astagfirullah.. 
>  >  Tentu MahaSuci Alloh
>  >  dari segala perkataan dusta tersebut...
>  > 
>  >   And Plato's great pupil, Aristotle added, 
>  >  'Dear is Plato, but dearer still the truth'.
>  >  
>  >  Oh ya jika kita mencitai Rosulloh saw sama artinya dengan 
mencintai
>  >  Alloh. Karena setiap yang diperintahkan Rasullah Saw adalah 
>  segala  
>  >  sesuatu yang pasti dicintai oleh Alloh. Jadi cintai lah 
rasulullah 
>  >  dan bukan plato karena plato siapa sih dia itu ???
>  >  
>  >  Tapi nabi sangaat ingin umatnya itu masuk SORGA
>  >  Nabi bersabda : setiap umat ku pasti masuk sorga...
>  >  Kecuali yang enggan...yakni yang mengikuti ku pasti masuk sorga
>  > 
>  >  Then what's wrong to be a philosopher ???
>  >  
>  >   SANGAT WRONG JAWABNYA
>  >  
>  >  But No wrong To be a good moslem...
>  >
>  
>  
>      
>                                
> 
>        
> ---------------------------------
> Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from 
someone who knows.
> Yahoo! Answers - Check it out.
>





******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke