Tuhan adalah sebuah bidang yang pusatnya ada di mana2, yang 
kelilingnya tidak ada di mana2. 

salam, sisc 


--- In [email protected], qalam26 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Terimakasih Saya menghagai cara 
> anda menjawab kritikan saya dengan baik
> tidak seperti yang lainnya yang penuh ejekan 
> dan kata-kata yang kasar. 
> 
> Kritik saya terhadap pemikiran filsafat dan para filosof
> adalah pada metodologi mereka dalam mencari kebenaran
> dalam menciptakan pemikiran atau produk filsafat.
> 
> jadi yang menjadi persoalan adalah metode pengambilan dalil 
> (epistemologi)dari filsafat Yang hanya mendasarkan pemikirannya 
pada 
> dalil aqli atau akal semata dan terlepas dari dalil naqli 
> (nash wahyu).
> 
> Dan inilah yang menjadi fokus kritik saya terhadap filsafat
> ia hanya menyandarkan diri pada logika dalam membangun pemikiran, 
> sedangkan akal kita itu bersifat relatif.
> Setiap orang relatif berbeda dalam kemampuan, dan kecenderungan 
> akalnya, sehingga setiap produk filsafat menjadi berbeda-beda 
> tergantung selera akal fikiran si filosof. 
> atau saya setuju dengan anda sesuai dengan 
> kondisi atau konteks waktu, tempat dan kebudayaan si filosof. 
> 
> Kesimpulannya filsafat adalah freethinking atau pemikiran 
> bebas yang berkelana tanpa batasan yang pasti dan tetap
> kecuali dengan batasan kaidah-kaidah logika atau aturan logika yang
> dibangun oleh para filosof itu sendiri..
> 
> Dan maaf menjadi filosof atau membaca hasil karya filosof
> tetap sama, karena metodologi/ epistemologi dasarnya
>  sama yakni menjadikan akal sebagai dasar kebenaran dan 
> mengeyampingkan wahyu 
> 
> prinsip-prinsip umum yang saya gunakan:
> (pertama) kebenaran harus berangkat/dibangun berdasarkan dalil, 
> (kedua)  dalil harus berangkat dari wahyu dari tuhan (nash AL-Quran)
> 
> Didalam islam, posisi akal adalah untuk memahami nash-nash Al-Quran
> dan tidak digunakan untuk menetapkan kebenaran dan hukum-hukum. 
> Sumber pengambilan dalil dalam islam secara berurut adalah
> 
> 1. Al-qur'an
> 2. As-sunnah atau Hadist
> 3. Ijma (atau kesepakatan para sahabat dan Ulama)
> 4. Qiyas (metode perbandingan)
> 
> Dalam qiyas inilah akal dapat lebih memiliki kebebasan
> namun tetap metode perbandingan yang digunakan harus 
> berangkat dari suatu masalah yang memiliki dalil dalam 
> Al-Quran dan As-sunnah seperti pengharaman Ekstasi 
> diqiyaskan dari khamer (minuman keras) dari sebab (illat) keduanya 
> yang sama 
> yakni adanya sifat memabukkan atau merusak akal dari ektasi dan 
> Khamer.
> dari sebab pengharaman (illat) yang sama maka ekstasi diqiyaskan 
> dengan khamer menjadi haram. 
> 
> Sedangkan filsafat
> kritik saya terhadap filsafat 
> dalam berargumen sama sekali keluar
> dari dalil-dalil al-quran dan as-sunnah
> semacam metode berfikir bebas, karena
> setiap orang bisa mengkonstruk sendiri
> aturan dan batasan sesuai dengan sistem filsafat yang ingin
> ia bangun. 
> Jadi setiap orang dapat bebas sebebas-bebasnya
> untuk seenak perutnya berbicara 
> Tanpa disertai bukti kebenaran (DALIL AL-QURAN DAN AS-SUNAH)
> Sulit mencapai kebenaran jika menggunaka metode semcam itu
> 
> Jadi Kritik saya dapat di padatkan bahwa
> Bukan Akal bebas Sebagai sumber Kebenaran
> Namun Kebenaran harus berdasarkan Wahyu (Al-Quran & As-sunnah)
> Dan akal hanya mengikuti....
> 
> (saya ingatkan ini untuk persoalan keyakinan/agama
> Untuk SAINS DAN IPTEK akal mendapat kebebasan,
> hanya saja dalam pemanfaatan IPTEK tersebut harus sesuai dengan 
> nilai-nilai moral dan keagamaan)
> 
> Jadi manhaj atau kerangka berfikir saya adalah
> 
> WAHYU SEBAGAI SUMBER KEBENARAN DAN
> AKAL MENGIKUTI KEBENARAN WAHYU
> 
> KEBENARAN WAHYU DIATAS KEBENARAN AKAL
> DAN AKAL TIDAK MUNGKIN MENEMUKAN KEBENARAN (dalam keyakinan agama)
> TANPA WAHYU
> 
> tapi ya kembali lagi, seperti apa kita memahami filsafat..
> jika sebatas buku novel dan cerita-cerita fiksi
> berbau-bau filsafat.
> Entah ya apa kritik saya 
> ini pada tempatnya atau kejauhan
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "non_sisca" <non_sisca@> wrote:
> >
> > 
> > Bagaimana pun suatu ajaran filosofi dan menjadi philosopher tentu 
> > saja bermakna beda. 
> > 
> > Suatu ajaran produced by a certain man in a certain time and 
place, 
> > berkaitan dengan sumber, latar belakang, dan lingkungan, juga 
> > pekerjaan, tradisi, situasi kondisi, his intellectual, political, 
> > economic, atau terpengaruh karya / ajaran orang lain.
> > Beranjak dari situlah terkadang kita harus memahami suatu ajaran 
> > filosofi sehingga kita belajar mengerti dan menghormati apa yang 
> > dimaksud oleh pencetusnya.
> > 
> > Btw, barangkali tulisan saya yang satu juga boleh tolong 
> dikomentari, 
> > sehingga saya menangkap persepsi anda sekaligus.
> > 
> > Makasih, sisc 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > --- In [email protected], qalam26 <no_reply@> wrote:
> > >
> > > 
> > >  philosophy is the love of wisdom, 
> > >  and a philosopher ia a lover of wisdom. 
> > >  
> > >  Definisi yang anda berikan memang bagus sekali
> > >  apalagi dengan bahasa inggris. Namun...
> > >  Kadang kita tidak bisa memahami esensi dari
> > >  filsafat hanya dari sebuah definisi etimologi
> > >  alias bahasa...ini terlalu menyederhanakan masalah dan makna
> > >  alias (simplitisme)
> > > 
> > >  "Apalah arti sebuah nama"
> > >   demikian shake speire berkata sinis
> > >   apa artinya nama philosophy jika nama tidak mencerminkan isi.
> > >   Benarkah philosophy berasal dari sebuah kebijaksanaan?
> > >   atau ia hanyalah sebuah nama dusta belaka.
> > >   salah satu dari sekian banyak semiotika yang hampa akan makna.
> > > 
> > >   Apakah Arthur Schopenhauer.
> > >   German philosopher, who is    
> > >   known for his philosophy of pessimism.
> > > 
> > >   yang mengatakan bahwa manusia pada dasarnya jahat
> > >   dan kehendak buta menjadi dasar dalam kehidupan manusia
> > >   itu adalah bijak? sehingga ia pesismis dengan adanya 
perdamaian
> > >   dan kebaikan dalam diri manusia...karena akal hanyalah alat 
bagi
> > >   kehendak buta yang dibaratkan seorang yang kuat namun buta 
> > >   menggendong silumpuh yang dapat melihat (akal)?
> > >  
> > >   atau Friedrich Wilhelm nietzsche yang mengatakan god is dead
> > >   dan the Rissing of SUperman yang menjadi dasar dari dotrin'  
> > >   idiologis dari Rasis kaum Nazi itu bijak...
> > >   bukankah semua itu adalah PHILOSOPHY...
> > > 
> > >   Bukankah pemikiran bijak semacam Karl marx dengan das
> > >   capitalis yang telah bertanggung jawab terhadap
> > >   kekerasan idiolois abad kedua puluh...dan
> > >   pengaruh nya pun sampai kenegri kita yakni PKI PALU ARIT
> > >   
> > >   Jelas bahwa Philosophy tidak hanya berisi kebijakan 
> > >   namun juga pemikiran-pemikiran radikal 
> > >   yang telah menyulut perang dunia II.
> > > 
> > >   Kadang orang mendefinisikan kebijaksanaan
> > >   dengan tafsir liberal mereka masing-masing
> > >   seperti nietzsche yang mengatakan
> > >   orang bijak adalah orang yang mampu menertawakan tragedi
> > >   layaknya sebuah komedi...
> > >   seperti Hitler yang tertawa terkekeh-kekeh di atas tumpukan 
> mayat-
> > >   mayat orang yahudi layaknya menonton sebuah komedi..
> > >   (Holocaust). 
> > > 
> > >   Nah bukan saja kebijaksaan namun juga kesetanan 
> > >   yang terdapat dalam carut marut pemikiran, paham
> > >   dan aliran yang berkumpul dan berwadah didalam
> > >   satu kata yakni philosophy..(cinta kebijaksanaan)
> > >   
> > >   Terminology philosophy sangat absurd jika kita artikan
> > >   dengan cinta kebijaksanaan...
> > >   karena didalamnya terdapat 
> > >   pemikiran Rasis, Atheis, Metafisika Fiktif, Utopis
> > >   Satanis, Liberalis, Heodonis, materialis...
> > >   
> > >   Seperti filsafat RASIS yahudi
> > >   yang mengatakan selain bangsa mereka adalah GOYYIM 
> > >   atau bangsa hewan, dan halal untuk di tarik riba (bunga)
> > >   dari mereka. 
> > >   yang kemudian pemahaman RASIS tersebut dikembangkan dan 
dikemas
> > >   dalam bentuk pseudo Sains yakni DARWINISME EVOLUSIONISME, agar
> > >   mendapat legitimasi dari kaum non yahudi sendiri bahwa 
> > >   kita adalah hewan..toh kita berevolusi dari hewan bersel 
rendah.
> > >   Lihat propaganda di discovery atas pseoudo sains tersebut..
> > >   
> > >   tentu kita tidak mau menerima itu. 
> > >   lihat bantahannya di www.harunyahya.com
> > >   
> > >  
> > >  Then if, 
> > >  wisdom belongs only to God, 
> > >  then a philosopher is a lover of God.
> > >  
> > >  hehe sayangnya banyak pemikir secularis seperti harvey cox 
> > >                  (teolog kematian tuhan)
> > >  mengatakan bahwa tuhan telah mati senada dengan nietszhce
> > >  sehingga mereka menyatakan bahwa tuhan hanya ada di dalam
> > >  ide manusia karena manusia yang menciptakan tuhan...
> > >  alias tuhan hanyalah konsep buatan manusia sebagai bentuk 
> > >  evolusi pemikiran dan kesadaran manusia. Astagfirullah.. 
> > >  Tentu MahaSuci Alloh
> > >  dari segala perkataan dusta tersebut...
> > > 
> > >   And Plato's great pupil, Aristotle added, 
> > >  'Dear is Plato, but dearer still the truth'.
> > >  
> > >  Oh ya jika kita mencitai Rosulloh saw sama artinya dengan 
> mencintai
> > >  Alloh. Karena setiap yang diperintahkan Rasullah Saw adalah 
> > segala  
> > >  sesuatu yang pasti dicintai oleh Alloh. Jadi cintai lah 
> rasulullah 
> > >  dan bukan plato karena plato siapa sih dia itu ???
> > >  
> > >  Tapi nabi sangaat ingin umatnya itu masuk SORGA
> > >  Nabi bersabda : setiap umat ku pasti masuk sorga...
> > >  Kecuali yang enggan...yakni yang mengikuti ku pasti masuk sorga
> > > 
> > >  Then what's wrong to be a philosopher ???
> > >  
> > >   SANGAT WRONG JAWABNYA
> > >  
> > >  But No wrong To be a good moslem...
> > >
> >
>




******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke