Ya, untuk keluar dari pembebekan kan yang Anda cari solusinya to? Saya jelaskan prosesnya... Solusinya tergantung masing-masing... :-) prosesnya yaitu melatih kemampuan otak menciptakan satu kata saja... Itu saja dulu... :-) Dari kemaren-kemaren kok Anda mengutip terus kata-kata si ini si anu dari Arab... Kapan bangsa kita punya kepribadian sendiri, nih? Sadarlah bung, hentikanlah menjadikan bangsa kita sebagai bebek-bebek, yang hanya Anda dan sekaum dengan anda itu menjual mereka sebagai BABU ke negri Arab...
Be Fun Tuhantu http://hole-spirit.blogspot.com <http://hole-spirit.blogspot.com> --- In [email protected], qalam26 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > QQalem bung hantu > Bergelora sekali anda meneriakkan semangat kesombongan. > Apakah ini yang anda sebut sebagai solusi > Apakah dengan kesombongan anda bisa keluar dari pembebekan > Ini bukan solusi atau jalan keluar > > Maaf sekali bung hantu kenyataannya > tidak ada korelasi yang positif > Antar kesombongan dan kemampuan otak > Belum tentu dengan menyombongkan diri > Kemampuan otak anda bertambah > JIka orang sudah lemot mah lemot saja > Tidak ada kesombongan bisa membuat ia jadi jenius > Dan tidak berarti orang yang rendah hati > Maka kemampuan otaknya dibawah anda... > > "Endonesia itu punya lebih dari 450 bahasa dengan falsafah nenek" > Benar tapi blog anda sendiri berbahasa asing.. > Kenapa anda tidak bangga dengan bahasa daerah anda sendiri > Kalo orang papua berbahasa papua kalo ambon berbahasa ambon > Ah biar dibaca orang barat.....semoga mereka meliriknya > > Dan kenapa harus DONUT = Don't U Think > Kenapa tidak menggunakan falsafah daerah anda sendiri > Kenapa tidak The ROOTS OF LOCAL CULTURE > Yang anda tampilkan > Dan anda sombongkan dalam blog anda sendiri > Tapi justru anda mau nampang ama orang barat > > Dan dari esensi tulisan anda pun tidak mengangkat > LOCAL CULTURE anda sendiri > Kebanyak pemikiran anda adalah bagian dari > GLOBAL CULTURE > Karenanya anda adalah > THE VICTIM OF GLOBAL (WESTERN) CULTURE > Yang kian menggeser > LOCAL CULTURE anda sendiri > Jadi anda hanya imitasi dari barat > > Dan bentuk2 pelecehan terhadap tuhan > Dalam tulisan anda > while in English there only one word that > matched with the word of *God*, which is *Dog*. > Nah ini kan pelecehan dan ini > Bentuk vandalisme intelektual saja > Yang kita bisa temui di buku-buku catatan > anak SMP yang sedang girang-girangnya > ngepunk atau nggrind core > tidak sesuatu yang AMAZING buat saya > Saya pikir banalisme semacam itu > Tidak membutuhkan pemikiran yang > Intelek kok > > Saya pikir tidak ada suatu bentuk pemikiran > Yang Advance dalam tulisan sinis anda > Jika Nietzhce mengkritik Western CULture > Yang identik dengan DOGMA KRISITIANI > Ia tampil dengan solusi EKSTRIMNYA > Yakni SUPER HUMAN > Walau sesat dan keliru > Namun ia pemikir yang berangkat > Dari the ROOTS OF HIS LOCAL CULTURE > Yakni jerman dan ras ARIA > > Nah ANDA DIMANA ? > Oleh kerenanya itu semua hanya > Sebuah onani intelektual > Atau ekspresi rasa frustasi yang dalam > Terhadap agama.... > > Pertanyaannya apa yang membuat anda > Jadi kusut begitu??? > > be realistis mas han > (qalam26) > > --- In [email protected], "tuhantu_hantuhan" <tuhantu_hantuhan > @...> wrote: > > > > > > Kata si anu dari Arab... Kata si itu dari Yunani... Kata si ini dari > > Amrik... > > > > Lha, Endonesia itu punya lebih dari 450 bahasa dengan falsafah nenek > > moyang masing-masing... Sampe kapan mau jadi BEBEK-BEBEK?... ORANG- > ORANG > > MUDA INDONESIA, SOMBONGLAH! TUNJUKKAN OTAK KALIAN BUKAN OTAK > > BEBEK-BEBEK... > > > > Be Fun (kalau bisa...:-) > > > > Tuhantu > > > > http://hole-spirit.blogspot.com <http://hole-spirit.blogspot.com> > > >
