Kalau ada referensinya dari barat, dibilang pembebekan barat. Kalau jelas2 terpampang di situ dibilang mana referensinya kata siapa mana ngulamanya pendapat siapa kafir jimney, jeepy, chitty-chitty huahaha huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
qalam26 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Iya saya faham itu saudara hantu tapi anda juga dalam tulisan anda tidak ada yang orisinal dan tidak keluar dari pembebekan barat... sampai bosan saya mengulang hal ini bagaimana anda menyuruh orang agar tidak membebek sementara diri anda toh membebek dan mengkutip habis2san orang barat... kalau islam sih keyakinan agama jadi wajar itu dikutip karena saya meyakini kesempurnaan dan kebenarannya dari pada mengkutip perkataan kusut anda lain halnya jika buku2 barat itu jadi agama baru bagi anda??? dan lucu sekali anda itu saudara hantu anda kok memaksa sekali saya untuk ikut dalam permainan plesetan kata anda dan anda bilang sebagai solusi pembebekan sosial agama kultural politik dan IPTEKS wha haha lucu sekali ini kok bisa persoalan kompleks diselesaikan dengan permainan plesetan kata whahaha ini baru komedi kelas berat saya jadi ingat keponakan saya yang berkata kepada temannya "eh liat donk gua bisa naik sepeda lepas tangan, lu ga bisa kan" ego anda mirip keponakan saya lucu anda mengkait-kaitkan antara kepribadian pemikiran dan kemandirian dengan bermain plesetan kata wah logika dari mana itu mas jauh sekali...kalau sudah bisa main plesetan kata maka otomatis dan secara ajaib bisa menjawab persoalan pembebekan bangsa wha hah ha ha maaf ini bukan meledek tapi ini lucu dan logika ngawur2ran inikah jawaban anda??? mungkin anda benar saya ga bisa (males) main plesetan kata ya mungkin anda lebih superior dari otak saya karena bisa mempleset-plesetkan kata ga masalah semoga anda puas deh... oh ya gambar perut di blog anda itu perut anda yaaa wha hahaha gembrot amat kaya donat amit2 dah harusnya malu donk membuka aib sendiri di umum mungkin itu yang orisinal dari diri anda be malu sedikit donk (qalam26) --- In [email protected], "tuhantu_hantuhan" <tuhantu_hantuhan @...> wrote: > > > Ya, untuk keluar dari pembebekan kan yang Anda cari solusinya to? Saya > jelaskan prosesnya... Solusinya tergantung masing-masing... :-) > prosesnya yaitu melatih kemampuan otak menciptakan satu kata saja... Itu > saja dulu... :-) Dari kemaren-kemaren kok Anda mengutip terus kata- kata > si ini si anu dari Arab... Kapan bangsa kita punya kepribadian sendiri, > nih? Sadarlah bung, hentikanlah menjadikan bangsa kita sebagai > bebek-bebek, yang hanya Anda dan sekaum dengan anda itu menjual mereka > sebagai BABU ke negri Arab... > > Be Fun > > Tuhantu > > http://hole-spirit.blogspot.com <http://hole-spirit.blogspot.com> > > > > > --- In [email protected], qalam26 <no_reply@> wrote: > > > > QQalem bung hantu > > Bergelora sekali anda meneriakkan semangat kesombongan. > > Apakah ini yang anda sebut sebagai solusi > > Apakah dengan kesombongan anda bisa keluar dari pembebekan > > Ini bukan solusi atau jalan keluar > > > > Maaf sekali bung hantu kenyataannya > > tidak ada korelasi yang positif > > Antar kesombongan dan kemampuan otak > > Belum tentu dengan menyombongkan diri > > Kemampuan otak anda bertambah > > JIka orang sudah lemot mah lemot saja > > Tidak ada kesombongan bisa membuat ia jadi jenius > > Dan tidak berarti orang yang rendah hati > > Maka kemampuan otaknya dibawah anda... > > > > "Endonesia itu punya lebih dari 450 bahasa dengan falsafah nenek" > > Benar tapi blog anda sendiri berbahasa asing.. > > Kenapa anda tidak bangga dengan bahasa daerah anda sendiri > > Kalo orang papua berbahasa papua kalo ambon berbahasa ambon > > Ah biar dibaca orang barat.....semoga mereka meliriknya > > > > Dan kenapa harus DONUT = Don't U Think > > Kenapa tidak menggunakan falsafah daerah anda sendiri > > Kenapa tidak The ROOTS OF LOCAL CULTURE > > Yang anda tampilkan > > Dan anda sombongkan dalam blog anda sendiri > > Tapi justru anda mau nampang ama orang barat > > > > Dan dari esensi tulisan anda pun tidak mengangkat > > LOCAL CULTURE anda sendiri > > Kebanyak pemikiran anda adalah bagian dari > > GLOBAL CULTURE > > Karenanya anda adalah > > THE VICTIM OF GLOBAL (WESTERN) CULTURE > > Yang kian menggeser > > LOCAL CULTURE anda sendiri > > Jadi anda hanya imitasi dari barat > > > > Dan bentuk2 pelecehan terhadap tuhan > > Dalam tulisan anda > > while in English there only one word that > > matched with the word of *God*, which is *Dog*. > > Nah ini kan pelecehan dan ini > > Bentuk vandalisme intelektual saja > > Yang kita bisa temui di buku-buku catatan > > anak SMP yang sedang girang-girangnya > > ngepunk atau nggrind core > > tidak sesuatu yang AMAZING buat saya > > Saya pikir banalisme semacam itu > > Tidak membutuhkan pemikiran yang > > Intelek kok > > > > Saya pikir tidak ada suatu bentuk pemikiran > > Yang Advance dalam tulisan sinis anda > > Jika Nietzhce mengkritik Western CULture > > Yang identik dengan DOGMA KRISITIANI > > Ia tampil dengan solusi EKSTRIMNYA > > Yakni SUPER HUMAN > > Walau sesat dan keliru > > Namun ia pemikir yang berangkat > > Dari the ROOTS OF HIS LOCAL CULTURE > > Yakni jerman dan ras ARIA > > > > Nah ANDA DIMANA ? > > Oleh kerenanya itu semua hanya > > Sebuah onani intelektual > > Atau ekspresi rasa frustasi yang dalam > > Terhadap agama.... > > > > Pertanyaannya apa yang membuat anda > > Jadi kusut begitu??? > > > > be realistis mas han > > (qalam26) > > > > --- In [email protected], "tuhantu_hantuhan" <tuhantu_ hantuhan > > @...> wrote: > > > > > > > > > Kata si anu dari Arab... Kata si itu dari Yunani... Kata si ini dari > > > Amrik... > > > > > > Lha, Endonesia itu punya lebih dari 450 bahasa dengan falsafah nenek > > > moyang masing-masing... Sampe kapan mau jadi BEBEK-BEBEK?... ORANG- > > ORANG > > > MUDA INDONESIA, SOMBONGLAH! TUNJUKKAN OTAK KALIAN BUKAN OTAK > > > BEBEK-BEBEK... > > > > > > Be Fun (kalau bisa...:-) > > > > > > Tuhantu > > > > > > http://hole-spirit.blogspot.com <http://hole-spirit.blogspot.com > > > > > > > --------------------------------- Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! FareChase.
