Nabi Palsu
Sesungguhnya kami telah mengutus kepada setiap umat seorang Rosul supaya
ia menyuruh kepada mereka beribadah hanya kepada Allah dan menjauhkan diri
dari Taghut (selain Allah). (QS. An Nahl 36).
Akhir-akhir ini banyak bermunculan klaim nabi-nabi baru yang konon akan
memberikan pencerahan kepada umatnya yang mulai fasik. Alih-alih merubah
kesesatan umat, malah dirinya sendiri dibilang sesat bahkan sampai
dijebloskan di penjara.
Dengan banyaknya klaim tentang kenabian, menimbulkan berbagai pertanyaan
tentang bagaimana sebenarnya sosok nabi yang asli.
Nabi berasal dari kata Nubuw yang artinya pembawa berita penting, berarti
ia sebagai sesorang yang mencapai peringkat tinggi dan mulia. Sementara itu
rosul berarti pembawa risalah. Banyak pendapat berbeda mengenai Nabi dan
Rosul ini, diantaranya menyebutkan bahwa definisi nabi lebih luas
dibandingkan rosul. Nabi adalah sesorang yang mendapatkan wahyu dari Allah
dan diperuntukkan untuk dirinya, diperkenankan menyampaikannya ke orang
lain ataupun tidak, sementara Rosul adalah menerima wahyu dari Allah dan
untuk disampaikan kepada umatnya. Jumlah nabi yang tersebut di dalam
alquran adalah 25, tetapi jumlah sesungguhnya lebih dari itu (kalangan Syii
dengan Sunni berbeda pendapat).
Nabi sebagai pembawa risalah bertugas menyampaikan risalah tersebut kepada
hati dan akal manusia agar mereka menjadi insan yang paling baik dimuka
bumi ini sebagaimana yang dikehendaki Allah SWT.
Hal mengenai kenabian ini di dalam agama langit (baca: samawi) merupakan
salah satu dari tiga hal dasar utama. Yang lainnya adalah Tauhid dan Hari
Kebangkitan (maad). Di dalam ajaran tauhid sumber wujud tiap mahluk adalah
Pencipta Yang Tunggal dan pembuktian hari kebangkitan adalah melalui
ayat-ayat yang ada didalam kitab suci mereka.
Tujuan penciptaan manusia adalah jelas menjadi manusia sempurna atau
mencapai kesempurnaan dengan cara melalui ikhtiar atau perbuatan yang
sengaja dilakukan dengan cara usaha sesuai kehendak dan pilihannya. Nah,
Nabi lah yang memberikan petunjuk-petunjuknya.
Lalu bagaimana membuktikan tentang kenabian itu?
Untuk membuktikan kenabian, pertama, melalui biografi dan cara hidup mereka
sambil bersandar pada bukti-bukti yang meyakinkan, kedua, melalui berita
dari nabi sebelumnya dan ketiga melalui mukjizat mereka. Ketiga hal
tersebut telah dipenuhi oleh Muhammad SAW, sebagai buktinya adalah Al Quran
yang abadi dan menjadi bukti atas seluruh umat manusia sepanjang masa.
Perihal mukjizat, mukjizat adalah dalil yang menjadi bukti kebenaran ajaran
Rosul. Mukjizat juga merupakan saran untuk melakukan perubahan di alam ini
baik kecil maupun besar- yang menandingi hukum alam yang dihasilkan oleh
keuatan indra dan eksperimen semata.
Lalu perihal nabi palsu, perlu ditanya apa mukjizat yang dibawanya (untuk
mengechek keaslian nabinya)? Apakah sudah ada berita dari nabi sebelumnya
tidak? Apakah memiliki mujizat seperti nabi-nabi lainnya?
Klaim nabi palsu sering mengacu kepada wahyu, setelah mereka memasuki
fanabillah tahapan dimana kesadaran diri sendiri hilang dan yang ada Hanya
Allah semata, untuk itu Al Ghazali di dalam kitab karangannya Rambu-rambu
berteologi ( Iljam Al Awam an Ilm al Kalam) mengungkapkan bahwa dalam
rangka misi kerosulan, hal pertama yang ditekankan oleh nabi Muhammad SAW
adalah Tauhid, yaitu mengetahui dan meyakini Allah SWT sebagai Tuhannya dan
Muhammad SAW sebagai utusannya, dan Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir,
terlepas dari pegangan ini maka membuat dirinya terjatuh dan menganggap
bahwa dirinya adalah seorang nabi. Aih-aih.. sudah jatuh tertimpa tangga
pula.., sudah menyesatkan dihukum pula.
Salam,
http://ferrydjajaprana.multiply.com