Bukankah semua nabi itu palsu? tidak ada nabi yang asli dan benar-benar utusan 
Tuhan. Bagiamana membuktikan bahwa nabi itu benar-benar asli? dengan mukjizat? 
itu berarti tidak butuh orang suci dan taat, para penyihir dan tukang sulap 
seperti David Covervield bisa melakukan mukjizat dengan trik-trik dan ilusi 
canggih. Mungkin orang jaman dahulu bahwa semua mukjizat yang dilakukan nabi 
hanyalah trik sulap atau ilmu gaib dari penyihir. Yang menjadi nabi itu asli 
atau palsu adalah pengikutnya. Jika pengikutnya mengatakan nabi itu asli, kita 
tidak bisa menuduh mereka nabi palsu. Misalnya sampai saat ini orang kristen 
dan Yahudi menuduh Nabi Muhammad sebagai nabi palsu, siapa  yang membuktikan 
dia nabi asli? hanya pengikutnya, tapi bukan orang kristen atau Yahudi yang 
masih percaya bahwa dia hanyalah nabi palsu. 


verri DJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          Nabi Palsu

“ Sesungguhnya kami telah mengutus kepada setiap umat seorang Rosul supaya ia 
menyuruh kepada mereka beribadah hanya kepada Allah dan menjauhkan diri dari 
Taghut (selain Allah)”. (QS. An Nahl 36).


Akhir-akhir ini banyak bermunculan  klaim nabi-nabi baru yang konon akan 
memberikan pencerahan kepada umatnya yang mulai fasik. Alih-alih merubah 
kesesatan umat, malah dirinya sendiri dibilang sesat bahkan sampai dijebloskan 
di penjara.

Dengan banyaknya klaim tentang kenabian, menimbulkan berbagai pertanyaan 
tentang bagaimana sebenarnya sosok nabi yang asli.

Nabi berasal dari kata Nubuw yang artinya pembawa berita penting, berarti ia 
sebagai sesorang yang mencapai peringkat tinggi dan mulia. Sementara itu rosul 
berarti pembawa risalah. Banyak pendapat berbeda mengenai Nabi dan Rosul ini, 
diantaranya menyebutkan bahwa definisi nabi lebih luas dibandingkan rosul. Nabi 
adalah sesorang yang mendapatkan wahyu dari Allah dan diperuntukkan untuk 
dirinya, diperkenankan menyampaikannya ke orang lain ataupun tidak, sementara 
Rosul adalah menerima wahyu dari Allah dan untuk disampaikan kepada umatnya. 
Jumlah nabi yang tersebut di dalam alquran adalah 25, tetapi jumlah 
sesungguhnya lebih dari itu (kalangan Syii dengan Sunni berbeda pendapat).

Nabi sebagai pembawa risalah bertugas menyampaikan risalah tersebut kepada hati 
dan akal manusia agar mereka menjadi insan yang paling baik dimuka bumi ini  
sebagaimana yang dikehendaki Allah SWT.

Hal mengenai kenabian ini di dalam agama langit (baca: samawi) merupakan salah 
satu dari tiga hal dasar utama. Yang lainnya adalah Tauhid dan Hari Kebangkitan 
(maad). Di dalam ajaran tauhid sumber wujud tiap mahluk adalah Pencipta Yang 
Tunggal dan pembuktian hari kebangkitan adalah melalui ayat-ayat yang ada 
didalam kitab suci mereka.

Tujuan penciptaan manusia adalah jelas menjadi manusia sempurna atau mencapai 
kesempurnaan dengan cara melalui ikhtiar atau perbuatan yang sengaja dilakukan 
dengan cara usaha sesuai kehendak dan pilihannya. Nah, Nabi lah yang memberikan 
petunjuk-petunjuknya.

Lalu bagaimana membuktikan tentang kenabian itu?

Untuk membuktikan kenabian, pertama, melalui biografi dan cara hidup mereka 
sambil bersandar pada bukti-bukti yang meyakinkan,  kedua, melalui berita dari 
nabi sebelumnya dan ketiga melalui mukjizat mereka. Ketiga hal tersebut telah 
dipenuhi oleh Muhammad SAW, sebagai buktinya adalah Al Quran yang abadi dan 
menjadi bukti atas seluruh umat manusia sepanjang masa.

Perihal mukjizat, mukjizat adalah dalil yang menjadi bukti kebenaran ajaran 
Rosul. Mukjizat juga merupakan saran untuk melakukan perubahan di alam ini – 
baik kecil maupun besar- yang menandingi hukum alam yang dihasilkan oleh 
keuatan indra dan eksperimen semata. 

Lalu perihal nabi palsu, perlu ditanya apa mukjizat yang dibawanya (untuk 
mengechek keaslian nabinya)? Apakah sudah ada berita dari nabi sebelumnya 
tidak?  Apakah memiliki mujizat seperti nabi-nabi lainnya?

Klaim nabi palsu sering mengacu kepada wahyu, setelah mereka memasuki 
fanabillah tahapan dimana kesadaran diri sendiri hilang dan yang ada Hanya 
Allah semata, untuk itu Al Ghazali di dalam kitab karangannya “Rambu-rambu 
berteologi” ( Iljam Al Awam an Ilm al Kalam) mengungkapkan bahwa dalam rangka 
misi kerosulan, hal pertama yang ditekankan oleh nabi Muhammad SAW adalah 
Tauhid, yaitu mengetahui dan meyakini Allah SWT sebagai Tuhannya dan Muhammad 
SAW sebagai utusannya, dan Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir, terlepas 
dari pegangan ini maka membuat dirinya “terjatuh” dan menganggap bahwa dirinya 
adalah seorang nabi. Aih-aih.. sudah jatuh tertimpa tangga pula.., sudah 
menyesatkan dihukum pula.

Salam,
http://ferrydjajaprana.multiply.com




                         

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke