ya semua itu kan tafsir...yang berhak menilai benar salahnya suatu 
agama dan palsu tidaknya sang nabi hanyalah Tuhan. Manusia tidak 
berhak menilai keyakinan seseorang benar atau salah, apalagi memberi 
fatwa sesat. Toh ajaran yang selama ini kita yakini kebenarannya juga 
sesungguhnya belum tentu benar. Sebab, yang tahu pasti ya hanya 
Tuhan...Artinya, kalo manusia sampai menilai benar salahnya suatu 
ajaran hingga menganggap ajaran itu salah, berarti dia telah 
bertindak seperti Tuhan. Dan,orang itulah yang sebenarnya pantas di 
fatwa sesat.. 



--- In [email protected], verri DJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Nabi Palsu
> 
> " Sesungguhnya kami telah mengutus kepada setiap umat seorang Rosul 
supaya 
> ia menyuruh kepada mereka beribadah hanya kepada Allah dan 
menjauhkan diri 
> dari Taghut (selain Allah)". (QS. An Nahl 36).
> 
> 
> Akhir-akhir ini banyak bermunculan  klaim nabi-nabi baru yang konon 
akan 
> memberikan pencerahan kepada umatnya yang mulai fasik. Alih-alih 
merubah 
> kesesatan umat, malah dirinya sendiri dibilang sesat bahkan sampai 
> dijebloskan di penjara.
> 
> Dengan banyaknya klaim tentang kenabian, menimbulkan berbagai 
pertanyaan 
> tentang bagaimana sebenarnya sosok nabi yang asli.
> 
> Nabi berasal dari kata Nubuw yang artinya pembawa berita penting, 
berarti 
> ia sebagai sesorang yang mencapai peringkat tinggi dan mulia. 
Sementara itu 
> rosul berarti pembawa risalah. Banyak pendapat berbeda mengenai 
Nabi dan 
> Rosul ini, diantaranya menyebutkan bahwa definisi nabi lebih luas 
> dibandingkan rosul. Nabi adalah sesorang yang mendapatkan wahyu 
dari Allah 
> dan diperuntukkan untuk dirinya, diperkenankan menyampaikannya ke 
orang 
> lain ataupun tidak, sementara Rosul adalah menerima wahyu dari 
Allah dan 
> untuk disampaikan kepada umatnya. Jumlah nabi yang tersebut di 
dalam 
> alquran adalah 25, tetapi jumlah sesungguhnya lebih dari itu 
(kalangan Syii 
> dengan Sunni berbeda pendapat).
> 
> Nabi sebagai pembawa risalah bertugas menyampaikan risalah tersebut 
kepada 
> hati dan akal manusia agar mereka menjadi insan yang paling baik 
dimuka 
> bumi ini  sebagaimana yang dikehendaki Allah SWT.
> 
> Hal mengenai kenabian ini di dalam agama langit (baca: samawi) 
merupakan 
> salah satu dari tiga hal dasar utama. Yang lainnya adalah Tauhid 
dan Hari 
> Kebangkitan (maad). Di dalam ajaran tauhid sumber wujud tiap mahluk 
adalah 
> Pencipta Yang Tunggal dan pembuktian hari kebangkitan adalah 
melalui 
> ayat-ayat yang ada didalam kitab suci mereka.
> 
> Tujuan penciptaan manusia adalah jelas menjadi manusia sempurna 
atau 
> mencapai kesempurnaan dengan cara melalui ikhtiar atau perbuatan 
yang 
> sengaja dilakukan dengan cara usaha sesuai kehendak dan pilihannya. 
Nah, 
> Nabi lah yang memberikan petunjuk-petunjuknya.
> 
> Lalu bagaimana membuktikan tentang kenabian itu?
> 
> Untuk membuktikan kenabian, pertama, melalui biografi dan cara 
hidup mereka 
> sambil bersandar pada bukti-bukti yang meyakinkan,  kedua, melalui 
berita 
> dari nabi sebelumnya dan ketiga melalui mukjizat mereka. Ketiga hal 
> tersebut telah dipenuhi oleh Muhammad SAW, sebagai buktinya adalah 
Al Quran 
> yang abadi dan menjadi bukti atas seluruh umat manusia sepanjang 
masa.
> 
> Perihal mukjizat, mukjizat adalah dalil yang menjadi bukti 
kebenaran ajaran 
> Rosul. Mukjizat juga merupakan saran untuk melakukan perubahan di 
alam ini 
> – baik kecil maupun besar- yang menandingi hukum alam yang 
dihasilkan oleh 
> keuatan indra dan eksperimen semata.
> 
> Lalu perihal nabi palsu, perlu ditanya apa mukjizat yang dibawanya 
(untuk 
> mengechek keaslian nabinya)? Apakah sudah ada berita dari nabi 
sebelumnya 
> tidak?  Apakah memiliki mujizat seperti nabi-nabi lainnya?
> 
> Klaim nabi palsu sering mengacu kepada wahyu, setelah mereka 
memasuki 
> fanabillah tahapan dimana kesadaran diri sendiri hilang dan yang 
ada Hanya 
> Allah semata, untuk itu Al Ghazali di dalam kitab karangannya 
"Rambu-rambu 
> berteologi" ( Iljam Al Awam an Ilm al Kalam) mengungkapkan bahwa 
dalam 
> rangka misi kerosulan, hal pertama yang ditekankan oleh nabi 
Muhammad SAW 
> adalah Tauhid, yaitu mengetahui dan meyakini Allah SWT sebagai 
Tuhannya dan 
> Muhammad SAW sebagai utusannya, dan Nabi Muhammad SAW adalah nabi 
terakhir, 
> terlepas dari pegangan ini maka membuat dirinya "terjatuh" dan 
menganggap 
> bahwa dirinya adalah seorang nabi. Aih-aih.. sudah jatuh tertimpa 
tangga 
> pula.., sudah menyesatkan dihukum pula.
> 
> Salam,
> http://ferrydjajaprana.multiply.com
>




******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke