Bung Yanuar,
Apa anda bisa menguraikan lekak-lekuk mafia minyak yang mengukung
kita? bagaimana solusinya untuk mendjebol itu semua....apa perlu
nasionalisasi dadakan atau apa? Analisa anda hebat sekali.....

Saya rasa anda bisa uraikan dengan lebih detil, karena kita tahu
reputasi anda, ketimbang Rudi Nebeng  yang lebih memfokuskan pada
kehabisan minyak, dengan otak tololnya itu menggelembungkan
informasi seakan-akan minyak habis yang ujung2nya konspirasi
pembangunan energi nuklir di Indonesia. Saya rasa bung Yanuar lebih
kapabel dalam menjelaskan permainan harga ini dan masih banyaknya
sumber daya alam kita diluar energi nuklir, yang merupakan project
dari orang2 tertentu dengan taruhan keselamatan anak negeri.

Bisa dijelaskan teori rekayasa pengetatan distribusi minyak yang
ditemukan kongres AS, dan relevansinya dengan konstruksi kepanikan
pasar, serta kebijakan dungu pemerintah RI masuk dalam selubung
ekonomi global yang berujung pada penindasan rakyat. Sekali lagi
salam hormat saya atas kejelian Bung Yanuar dalam menganalisa
keadaan, informasi seperti ini yang diperlukan bangsa kita untuk
membongkar akar permasalahan kapital, ketimbang kabar bohong minyak
habis yang ujung2nya project nuklir-nukliran.


ANTON


--- In [email protected], "Yanuar Rizky"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Yang jelas saat ini ada lonjakan nilai Kontrak dari non komersial
> Bider di NYMEX sebesar average 60.000 Kontrak per bulan.. Jadi
> permainan Financial Gain dibalik naiknya harga minyak di bursa
> Komoditas juga bukan isapan jempol!. Ini yang ditemukan oleh
Otoritas
> Bursa Komoditas AS ketika ditanya di Kongres..
>
> Bagi saya, weker untuk pemimpin negeri ini adalah permainan di
pasar
> finansial.. Liat aja, hari ini saya buka Rekening The Fed Naik lagi
> Reserve-nya.. padahal dia melakukan injeksi lagi ke Berns melalui
> Maiden Lane.. Kalau ada yang bilang itu seperti BLBI, iya secara
> metodologi dan teknik stabilisasi .. Tapi berbeda cara.. BLBI jadi
> beban Obligasi Rekap di APBN.. The Fed ambil dananya dari fluktuasi
> transaksi finansial melalui tangan dealer TANPA menganggu hak
rakyat
> AS di Bujet Pemerintahnya...
>
> Kontrak Fed ke Dealer dalam bentuk TAF, dananya bisa lari
> kemana-mana.. bisa juga ke NYMEX.. karena mereka juga adalah pemain
> besar di komoditas.. Yang jelas kalau kontrak REPO - International
> Market Securities jelas berkorelasi dengan Bursa Efek Indonesia dan
> batuknya Rupiah..
>
> Kemarin mereka geser Rabu, ke last minute Reverse di hari Kamis..
> Begini ceritanya, Kamis closing BEI adalah pukul 4 pagi wakjtu AS
> (jadi belum masuk ke jam kerja di hari Kamis waktu AS).. Kamis
waktu
> AS adalah saat Fed closing rekening... dan closing-nya (Kamis 4
sore
> waktu AS, jam 4 subuh hari Jum'at WIB)....Devisa Fed naik, itupun
> setelah dikurangi injeksi ke Maiden Lane.. Reverse REPO
International
> Market diperbesar dan 97,76% adalah dari transaksi di hari terakhir
> sebelum closing (itu berarti Kamis WIB, yang pasarnya tutup ketika
> weker untuk bangun tidur kerja di  hari kamis di AS juga baru akan
> bunyi)
>
> Apa relevansinya, liat aja itu permainan kasar profit taking di
BEI...
> dinaikan sampai Rabu.. dibanting di Kamis.. Liat siapa yang short
> selling di Rabu dan tutup di Kamis .. Liat Rupiah yang habis-
habisan
> di intervensi sejak Senin.. tetap digoyang ke atas.. Siapa yang
menari
> di atas kecemasan???? Yang jelas, setidaknya bagi saya, ini
alerting
> penting bagi pemimpin negeri ini YANG memang belum menyalakan
> weker-nya..
>
> Energi mahal OK setuju... Tapi apakah lalu harus tutup mata di sisi
> Demand (daya beli masyarakat).. Kalau naik pilihannya TANPA
> peningkatan sisi demand melalui intermediasi likuiditas finansial
ke
> sektor riil, maka kita lah doomsday secenario ternikmat bagi hedge
> fund.. Kalau mau energi alternatif ya do it.. tapi siapa yang
harus do
> it kitakah sebagai rakyat?  atau itu peran pemimpin dan
> pemerintahan????..
>
> Poin saya dibalik fluktuasi ini ada yang untung... Melihat AS dan
Cina
> mereka melakukan transmisi untuk menyerap fluktuasi yang dipakai
> sebagai sumber dana stabilisasi..
>
> Saya setuju soal weker, siapa yang paling harus punya weker? Mang
> Darmin cucu Ki Marhaen yang kemarin ditulis Kompas? kalau itu mah
dia
> sudah pakai sepeda (tidak perlu BBM)..tapi dia bilang Yang miskin
> beuki kalelep (tambah miskin) yang kaya tambah kaya... Kenapa, itu
> karena negara hanya pasrah ke Pasar yang penuh dengan"game
theory" ..
>
> apakah Mang Darmin bisa dapat gain dari "Game Theory"? apakah dia
bisa
> kayuh sepedanya untuk dapat uang ikut bertransaksi finansial?.. ini
> adalah era perang Moneter Global.. Weker telah berbunyi kencang
bagi
> PEMIMPIN NEGERI untuk tidak terjebak di doomsday scenario TAPI
> manfaatkan celahnya untuk didistribusi ke Rakyat Banyak (itulah
> pemikiran Bung Hata dalam aplikasi di era saat ini ha3x)
>
> Salam Weker,
> -Yanuar Rizky-
> mail to: [EMAIL PROTECTED]
> on the net: http://www.elrizky.net
> elrizkyNet::dari RT-RW ke Internet menuju Pasar Modal::

Kirim email ke