Sangat ditunggu sekali uraiannya supaya otak idiot ANTON ini bisa dibenahi dengan segera. Kecuali Bung Yanuar juga menyadari bahwa analis saham yang satu ini cuma pintar ngebacot, IQ NOL...
Btw, gagal ngajak teman-teman MINYAK-nya? Dasar tukang bacot... Sebelum Bung Yanuar menyampaikan uraiannya, mungkin berita AFP berikut bisa jadi pencerahan juga: http://news.yahoo.com/s/afp/20080703/bs_afp/ oilcommoditieswpc_080703174156;_ylt=Ap9P9dz_6pH8Y2ldIixL8OCAsnsA Pimpinan Gazprom (Pertamina-nya Rusia) meramalkan harga minyak segera (very soon) mencapai harga 250 dollar per barel. Pelaku bisnis minyak sendiri sudah mengatakan demikian bahkan "agen spekulan" Goldman Sachs "cuma" memprediksi 200 dollar per barel. Hal ini dikarenakan Gazprom mengetahui kondisi riil produksi minyak Rusia, bukannya analis saham yang cuma pandai ngebacot... Kutipan berikut perlu dicamkan baik-baik: The executive director of the International Energy Agency, Nobuo Tanaka, reminded everyone on Tuesday that "with oil prices hitting 140 dollars, we are clearly in the third oil shock. Btw, agaknya saya melihat nuansa ketakutan kalangan anti PLTN bahwa saya cepat atau lambat akan nimbrung di topik PLTN yang rupanya mulai marak kembali. OK deh, saya beri jaminan bahwa tahun 2008 ini saya "puasa" bicara mengenai topik PLTN, nuklir, nuclear, shampoo clear, dsb. Bagi penggemar tulisan saya mengenai PLTN, silakan tunggu tahun 2009... Mari kita konsentrasi dulu bicara mengenai PEAK OIL dulu.... Best Regards, Rudyanto Mari Hemat BBM, Ayo Nebeng! Leave oil before oil leaves us --- In [email protected], "anton_djakarta" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bung Yanuar, > Apa anda bisa menguraikan lekak-lekuk mafia minyak yang mengukung > kita? bagaimana solusinya untuk mendjebol itu semua....apa perlu > nasionalisasi dadakan atau apa? Analisa anda hebat sekali..... > > Saya rasa anda bisa uraikan dengan lebih detil, karena kita tahu > reputasi anda, ketimbang Rudi Nebeng yang lebih memfokuskan pada > kehabisan minyak, dengan otak tololnya itu menggelembungkan > informasi seakan-akan minyak habis yang ujung2nya konspirasi > pembangunan energi nuklir di Indonesia. Saya rasa bung Yanuar lebih > kapabel dalam menjelaskan permainan harga ini dan masih banyaknya > sumber daya alam kita diluar energi nuklir, yang merupakan project > dari orang2 tertentu dengan taruhan keselamatan anak negeri. > > Bisa dijelaskan teori rekayasa pengetatan distribusi minyak yang > ditemukan kongres AS, dan relevansinya dengan konstruksi kepanikan > pasar, serta kebijakan dungu pemerintah RI masuk dalam selubung > ekonomi global yang berujung pada penindasan rakyat. Sekali lagi > salam hormat saya atas kejelian Bung Yanuar dalam menganalisa > keadaan, informasi seperti ini yang diperlukan bangsa kita untuk > membongkar akar permasalahan kapital, ketimbang kabar bohong minyak > habis yang ujung2nya project nuklir-nukliran. > > > ANTON
