Iki opo sih, kalo seandainya tulisan-tulisan anda berdua di-breakdown sesuai
dengan kaidah mengarang yang baik dan benar dengan kerangka pikiran
ditampilkan, maka akan terlihat sekali 2 tulisan anda berdua yg terakhir
menyuguhkan amat sedikit fakta baru, tulisan jadi begitu panjang lebih
karena bumbu-bumbu yang ditambahkan, dan karenanya, maaf, amat minim
kontribusinya terhadap pencerahan para pembaca.

So,stay with the basic,anda punya argumen anda sampaikan dengan singkat dan
padat dengan lead yang tidak bertele-tele.


2008/7/6 rudyanto_nebeng <[EMAIL PROTECTED]>:

>   ANTON
>
> Memangnya kamu tahu apa masalah permainan harga minyak? Wong goblok
> neriaki orang lain goblok.
>
> Rupanya kamu itu dari latar belakang FISIP? Semuanya dilihat dari
> kacamata politik. Dari tulisan kamu saja sudah kelihatan kalau otak
> kamu tidak ada isinya selain teori konspirasi. Percuma makan nasi,
> cuma numpang lewat, tidak ada faedahnya untuk otak kamu...
>
> Biarlah orang lain yang menilai siapa yang GOBLOK di antara kita.
> Atau tepatnya waktu yang bicara, siapa yang GOBLOK di antara kita.
> Kalau cuma kamu tok yang teriak GOBLOK bin DUNGU alias BEGO, berarti
> memang cuma kamu yang isi otaknya GOBLOK, TOLOL, KENTUT, IDIOT, dsb...
>
> Prolog diakhiri di sini, mari kita bicara ke hal inti saja deh...
>
> Sementara seorang ANTON berkutat dengan teori konspirasinya, Korea
> Selatan sudah mengumumkan contigency plan multi tahapnya. Berita
> lengkapnya di:
> http://news.yahoo.com/s/nm/20080706/wl_nm/
> energy_korea_dc_2;_ylt=ApWVKD6sF.EGVYr3J4oN7bmAsnsA
>
> Contigency plan ini ditujukan untuk MENGURANGI KONSUMSI ENERGI.
> Pemerintah Korsel akan membatasi penggunaan mobil yang dimiliki
> organisasi publik.
>
> Btw, ANTON, sering-sering saja reply email saya ini, supaya FPK bisa
> melihat sejauh mana daya nalarmu. Jangan-jangan cuma bisa teori
> konspirasi dan kosakata GOBLOK, KENTUT, TOLOL, dsb... Baru kalah main
> saham ya???
>
> Saran: Coba mampir ke Carrefour, beli roti Perancis...
>
> Btw, Bung Yanuar, kita lanjutkan saja diskusi kita, supaya ANTON
> lebih tercerahkan setelah makan roti Perancis...
>
> Best Regards,
>
> Rudyanto
> Mari Hemat BBM, Ayo Nebeng!
> Leave oil before oil leaves us
>
> --- In 
> [email protected]<Forum-Pembaca-Kompas%40yahoogroups.com>,
>
> "anton_djakarta" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Rudi Tukang Nebeng
> >
> > Kebanyakan Mitos, jadi malah keliatan gobloknya kamu untuk memahami
> > Pasar Modal dan permainan yang terjadi di Pasar. Hal yang anda
> > uraikan tentang mitos-mitos itu lebih merujuk pada permainan paper
> > asset dengan instrumen finansial yang memang tidak terkendali, dan
> > anda menghubungkan dengan permainan harga minyak yang jauh sekali
> > berbeda fungsinya dengan permainan paper asset finansial; Selaku
> > pelaku Pasar Modal Bung Rizky jelas memahami esensi dari maksud
> > tulisan saya, ketimbang anda yang bukan pelaku pasar dan nggak
> > ngerti apa-apa.
> >
> > Bagaimanapun setidak terkendali apapun paper asset dalam bentuk
> > komoditi pasti tetap dikuasai oleh kekuatan politik besar, karena
> > bila tidak dikendalikan maka akan terjadi sebuah oligarki dalam
> > sektor energi yang berakibat pada pendiktean politik. Itu jelas
> > diluar jangkauan pemahaman anda karena anda ubek2 di Internetpun
> > nggak bakalan ada, hal ini bisa dipahami kalau anda belajar tekun
> > sejarah pembentukan Imperialisme Kapitalisme sejak Bretton Woods
> > sampai sekarang dengan detil lalu memahami fungsi dialektisnya.
> >
> > Dengan melihat tulisan anda ini dan mencoba-coba menerangkan kaitan
> > Pasar Modal dan Harga Minyak jelas menunjukkan anda anak kemaren
> > sore dalam dunia Pasar Modal, perlu diperhatikan dalam merujuk
> > sebuah industri yang kemudian dijabarkan dengan mencoba
> > menelanjanginya tidak cukup anda membaca setumpuk buku, membaca
> > segudang teori tapi anda harus menyelaminya dengan pelaku-pelakunya
> > langsung, mempelajari secara langsung bagaimana para pelaku berpikir
> > dan bertindak. Tulisan Rizky jelas menunjukkan kematang empiris
> > bahwa dia tahu tentang Pasar Modal bukan saja dari landasan
> > teoritisnya tapi paham bagaimana para pelaku bisa mendikte harga
> > dengan metode permainan tertentu yang tentunya anda cari di buku2
> > nggak bakalan ketemu.
> >
> > Sementara anda lebih kepada teori yang kemudian mencoba disimpulkan,
> > rasionalisme model orang Perancis ini sayangnya keliru besar,
> > sudahlah daripada anda nggak bisa tidur cobalah membahas tulisan
> > lain ketimbang membohongi orang dengan gagasan minyak habis lalu
> > dengan begitu ada pembenaran nuklir-nukliran, yang ujung2nya booming
> > duit bagi penerima obyekan nuklir. Kalo anda menulis terus sih gak
> > apa apa, hak anda itu....hehehehe, makan yang banyak Rudbeng biar
> > nggak kurang gizi.....
> >
> > ANTON

Kirim email ke