Selamat berjuang, Mariana. Semoga tegar selalu. Saya tau tingkat stress para 
aktivis perempuan sangat tinggi. Selain keterlibatan mereka yang mendalam 
dengan penderitaan para peremuan yang mereka dampingi, mereka juga selalu 
disalahpahami oleh orang-orang yang tak bersimpati pada gerakan perempuan.
 
manneke

--- On Thu, 9/4/08, Mariana Amiruddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Mariana Amiruddin <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Amerika Berlomba Membuat Sejarah: 
Perebutan Antara Ras dan Gender
To: [email protected]
Received: Thursday, September 4, 2008, 7:40 AM






Pak Manneke, aku baru baca komentar bung Anton. Aku sama mbak Gadis kan satu
produk dari Tuhan untuk sebuah gerakan. Hehehe. Jadi kalau dibandingin
tentang lumpur dan keju. Kami sama-sama berendam di lumpur sambil makan
keju. Hehehe... Tapi kalau mau jujur, saya lebih suka
coklat. Mbak Gadis kayaknya suka kacang mede goreng deh. Ah Bung Anton masa
nggak kenal kita sih...
Soal memimpin, tentulah tak selamanya kita jadi pemimpin, selain karena
peran pemimpin bagi saya peran yang paling tidak menarik, dan terutama tidak
menarik untuk kesehatan, apalagi di ornop, orang pertama yang harus
bertanggung jawab terhadap setiap gerakan yang dilakukan. Iya nggak pak
Manneke? Soalnya kerjanya bisa 24 jam loh... coba. Seberapa kuat daya tahan
tubuh dan pikiran kita untuk melayani masyarakat, kecuali kalau pakai ilmu
kebal sakit. hehehe.

Mar

Kirim email ke