Pak Manneke, aku baru baca komentar bung Anton. Aku sama mbak Gadis kan satu produk dari Tuhan untuk sebuah gerakan. Hehehe. Jadi kalau dibandingin tentang lumpur dan keju. Kami sama-sama berendam di lumpur sambil makan keju. Hehehe... Tapi kalau mau jujur, saya lebih suka coklat. Mbak Gadis kayaknya suka kacang mede goreng deh. Ah Bung Anton masa nggak kenal kita sih... Soal memimpin, tentulah tak selamanya kita jadi pemimpin, selain karena peran pemimpin bagi saya peran yang paling tidak menarik, dan terutama tidak menarik untuk kesehatan, apalagi di ornop, orang pertama yang harus bertanggung jawab terhadap setiap gerakan yang dilakukan. Iya nggak pak Manneke? Soalnya kerjanya bisa 24 jam loh... coba. Seberapa kuat daya tahan tubuh dan pikiran kita untuk melayani masyarakat, kecuali kalau pakai ilmu kebal sakit. hehehe.
Mar On 9/3/08, manneke budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mariana Amirudin menggantikan Adrianna sebagai Direktur Jurnal Perempuan. > Sebelum Adrianna, direkturnya adalah Gadis. Untung secara berkala diganti. > Kalo misalnya Gadis nggak mau ada pergantian, niscaya JP akan jadi kaya > Indonesia di bawah rezim Orba, yang mau berkuasa seumur hidup. Ini namanya > kaderisasi. Mariana juga nggak akan seumur hidup jadi Direktur JP. Iya > nggak, Mar? > � > Jadi, kurang pas membandingkan Gadis dan Mariana dalam konteks ini. Bung > Anton pasti pernah ditolak cinta ya sama Gadis? Hehehe, tapi baguslag masih > cuma ngegerundel di milis dan nggak pakai dukun pelet :)) > � > manneke
