Untuk yang pertama , saya yakin dari daun sirihnya .
Menurut beberapa literatur yang pernah saya baca , daun sirih punya khasiat 
yang cukup banyak . Bahkan ada produk pembersih rongga mulut yang bahan 
utamanya dari daun sirih.
Mengenai tembakau yang dikunyah sebagai pengganti rokok , saya kira sdh cukup 
saya jelaskan dibawah.
Selanjutnya , mengenai�rokok lintingan atau yang lebih dikenal dengan TINGWE 
(ngelinting dewe) , saya rasa nyaris tidak ada orang yang merokok tapi tidak 
dihisap , atau langsung dikeluarkan . Logikanya , adanya dia merokok adalah 
karena kecanduan ,�dan efek kecanduan itu timbul�karena asap (yang 
terkandung di dalamnya nikotin sebagai zat adiktif) masuk ke paru paru dan 
diserap oleh tubuh masuk ke aliran darah dan mencapai otak dalam beberapa detik 
kemudian merangsang keluarnya hormon dopamine , sejenis hormon yang membuat 
orang merasa nyaman , senang ,�puas , bahagia , relax dsb.
Dengan kata lain , asap itu pasti sampai ke paru paru�dengan cara dihisap.
KALAUPUN seandainya�benar benar tidak dihisap , maka�zat zat racun itu akan 
menempel di rongga mulut dan selanjutnya tertelan�bersama air ludah ke 
lambung�dan�diteruskan ke usus kemudian terproses seperti makanan .
Terakhir�mengenai bau pada badan .
Menurut�saya , bau itu pasti ada , hanya mungkin tidak separah bau rokok 
biasa , karena rokok�tingwe�menggunakan tembakau murni . Sementara rokok 
biasa melalui proses yang cukup rumit dan�mengandung banyak bahan campuran 
dalam sausnya seperti cengkih dsb yang dalam proses�pembuatannya dicampur 
dengan ethyl alkohol .
Fyi , ada pula rokok yang menggunakan daun jagung sebagai ganti kertas�. Tapi 
saya yakin hal ini�hanya karena keterbatasan dana (baca:pengiritan) saja.
semoga mencerahkan.��

Fuad Baradja
Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM-3)
Jakarta.

--- On Mon, 9/29/08, NA NA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: NA NA <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] INTERMEZOO .... Rokok tidak berbahaya ?
To: [email protected]
Date: Monday, September 29, 2008, 11:24 AM






Kalau dilihat dari kebiasaan orang2 jadoel yang suka menyirih, gigi2nya
malahan jadi kuat. Mungkinkah itu akibat si Jambe atau karena campuran daun
sirih, tembakau dan jambe?. Juga kesehatannya tidak banyak gangguan hingga
usia lanjut.

Saya lihat ada tembakau irisan yang dijual sebagai pengganti merokok, dengan
cara dikunyah. Berarti ini juga berbahaya untuk kesehatan?.

Ada perokok yang menggunakan kertas khusus yang diisi irisan tembakau (Van
Nelle, dsb). Menurutnya, ybs tidak menghisap asapnya. Asapnya langsung
dikeluarkan.
Mengapa jenis rokok plintingan ini, tidak meninggalkan bau di badan seperti
jenis2 rokok lainnya?.

Lily

Kirim email ke