Setuju, Pak. Ini juga membantu agar mutu sekolah tetap merata. Kalau tidak begitu, sekolah negeri yang katanya bagus akan memberikan persyaratan nilai yang tinggi untuk siswa pindah rayon, berakibat mutu anak didiknya jadi terseleksi (lebih banyak yang pintar), dan makin mengukuhkan perbedaan antara sekolah bagus dan tidak bagus.
Ini mengurangi juga anak-anak dari keluarga mampu tidak sampai memacetkan jalan karena mobil mereka dipakai antar jemput sekolah anak-anaknya yang jauh itu. Andi --- In [email protected], "w.kasman" <wkasm...@...> wrote: > > mBak Rini, bagaimana kalau diusulkan agar Pemda DKI mengeluarkan kebijakan agar rayonisasi sekolah diperketat dan diusahakan agar transportasi anak sekolah tidak lebih dari satu kali naik kendaraan dan itupun tidak terlalu jauh. Dengan kebijakan ini maka anak sekolah yang berada di luar range rayonisasi harus dipindahkan ke sekolah yang dekat. Kebijakan ini akan mengurangi derajat pengorbanan bagi anak-anak sekolah dalam hal nanti sekolah masuk jam 06.30. > Tetapi kalaupun nanti kebijakan rayonisasi dilaksanakan secara ketat juga tidak urung pasti ada yang protes. Misalnya, demi mengejar sekolah favorit maka akan marah kalau rayonisasi diperketat. Lalu, yang mampu menyediakan fasilitas antar jemput pribadi - tentu juga akan marah kalau dipaksa melakukan rayonisasi. Kemudian, kalau tinggalnya di luar DKI tetapi memaksa sekolah di DKI pasti juga akan ribut. > > Salam/WK
