Maaf pak manneke, saya akui pendapat anda, tapi saya tidak dalam posisi mengadili "runmor" keterlibatan mantan Pangkostrad itu, melainkan mengkritisi sesuai keinginan pak Prabowo dalam milis ini. Hal berikutnya adalah saya punya keyakinan bahwa pak manneke tidak pernah menjadi korban Mei 1998 seperti yang pak manneke maksudkan terdahulu, seperti juga saya yang hanya cuma baca, dengar atau saksikan di media. Saya mau mengajak pak manneke untuk mengalah pada fakta bahwa sudah bertahun-tahun kita tidak tahu persis siapa dalang kerusuhan Mei 1998 itu, apalagi untuk mengadilinya. Fakta lainnya adalah di partai Garindra ada juga korban kerusuhan Mei 1998 yang menjadi pengurus teras partai itu, yang dalam suatu debat tv ia lantang mengatakan bahwa dia harus berani menatap ke masa depan dan harus melupakan masa kelamnya yang lalu. Sekalipun pernyataannya itu bukan dalam kapasitas mewakili para korban kerusuhan Mei 1998, tapi paling tidak itu adalah suatu realita lapangan bahwa sang korban saja bisa mengatakan itu sementara kita sang penontonnya kok tidak? Atau ini hanya isyarat tidak untuk Prabowo?
--- In [email protected], manneke budiman <hepaest...@...> wrote: > > Korban Mei 1998 dan penculikan para aktifis tidak mudah melupakan, seperti > Anda yang cuma baca koran ataunonton tivi dan keluarganya tak ada yang jadi > korban. Satu-satunya yang berhak untuk mengatakan "lupakan masa lalu" adalah > para korban dan keluarganya, bukan pengamat. > � > manneke
