Pak Bungaran,

Apapun cara yang digunakan untuk memilih (ditusuk, dicentang, disilang, 
dilingkar, dirobek, dll) tidak akan berpengaruh pada akurasi hasil hitung cepat 
(quick count), karena hitung cepat dilakukan dengan cara melaporkan hasil suara 
SAH yang telah SELESAI DIHITUNG di masing2 TPS.

Misal: Seorang petugas survey yang ditempatkan di TPS 0014 Kelurahan Karang 
Bolong, mendapati hasil sebagai berikut: PDIP 40 orang pemilih, Demokrat 30 
orang, Golkar 50 orang, PAN 10 orang, dst

Data ini lalu dilaporkan ke kantor pusat lembaga survey, untuk dikumpulkan 
dengan data dari TPS sampel lainnya, dan hasilnya diproyeksikan untuk prediksi 
hasil pemilu secara nasional.

Terima kasih.

Adi






________________________________
From: bungaran <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, 3 May 2009 8:31:19
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Skenario Lembaga Survei





Baca ini:
http://en.wikipedia .org/wiki/ Voting_machine

Jika lembaga Survei bertanya kepada pemilih maka kredibilitas lembaga survei 
harus kita pertanyakan. Kembali ke persoalan, pemilu di Indonesia menggunakan 
teknik pencontrengan berarti jika pemilih memilih bukan menggunakan metode 
pencontrengan maka dianggap tidak sah.
Berapa lama waktu dibutuhkan untuk membuka lembaran kertas yang besar, memilih 
dan melipatnya kembali. Berapa lama proses penghitungan suara dan untuk 
memeriksa sah atau tidak sahnya kertas suara yang dipilih.

Peserta pemilu di Indonesia 170 juta suara. Jika anda baca referensi yang saya 
lampirkan diatas, maka ada perbedaan pemilu di Indonesia dengan pemilu di 
Amerika. Pemilu di Amerika menggunakan sistem elektronik. Di Amerika hasil 
pemilu dalam beberapa hari bisa diketahui hasilnya. Atau dalam beberapa jam 
bisa diketahui hasilnya karena alat yang dipergunakan berbeda dengan alat yang 
dipergunakan di Indonesia.

Jika pemilu masih menggunakan cara-cara tradisonal maka tingkat kesalahan 
lembaga survei semakin besar dan tidak bisa dipercaya keakuratannya.

Untuk lebih spesifik mari kita bedah secara teori. Tapi untuk itu kita harus 
mengetahui metoda apa yang dipergunakan lembaga survei di Indonesia dalam 
perhitungan cepatnya (Quick count).
Untuk membedah secara spesifik mungkin anda bisa menjelaskan sehingga warga FPK 
tahu seperti apa sih model Quick Count yang dilakukan lembaga survei.

--- In Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com, "Novan Hidayat" <novan_hidayat@ 
...> wrote:
>
> Bukannya pemilu dimulai jam 07.00 (waktu setempat) dan pendaftaran pemiiih di 
> TPS ditutup jam 12.00? Jadi sebelum jam 1 pemungutan suara udah selesai dan 
> penghitungan udah bisa dimulai.
> Ada beberapa lembaga survey quick count yang gak nunggu penghitungan suara di 
> TPS selesai tapi langsung nanya2 sama pemilih di TPS, makanya bisa langsung 
> munculin angka yang pastinya masih sementara dan pasti fluktuatif dan 
> berbeda2 antar lembaga survey. Tapi setelah persentase data yang masuk udah 
> mencapai 70%an, pasti hasilnya mulai stabil dan perbedaan antar lembaga 
> survey udah gak keliatan lagi. Sekarang kita bisa lihat sendiri hasil quick 
> count (final) dari beberapa lembaga survey, mirip2 semua kan? Apa semuanya 
> diatur2 parpol tertentu?
> Setau saya pemilu di negara2 laen juga masih pake sistem manual (coblos ato 
> memeberi tanda dengan alat tulis), sistem komputerisasi cuma pada proses 
> penghitungannya entah pake scanner ato counter.
> Kualitas pemilu sekarang ini emang jelek dan itu salah KPU. Janganlah malah 
> nyalah2in (semua) lembaga survey.




      New Email names for you! 
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke