Wah, hebat sekali Anda ya bisa membaca dengan sangat detil apa yang sedang terjadi dalam pikiran orang lain. Orang yang pikirannya kaca akan terlihat jelas dalam perilakunya yang juga kacau. Antasari tidak terlihat "kacau" tuh dalam banyak wawancara sesudah dia disangkutkan dengan kasus pembunuhan ini. Bisa diterangkan secara rada ilmiah nggak gimana sih cara dan prosedur Anda menarik kesimpulan-kesimpulan di atas itu? manneke
--- On Mon, 5/4/09, rzain <[email protected]> wrote: From: rzain <[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: KASUS ANTASARI To: [email protected] Received: Monday, May 4, 2009, 8:36 PM Tidak ajaib, menghadapi kasus rumah tangga lain dengan menghadapi perkara orang lain. Menghadapi kasus peselingkuhannya pikiran AA sangat kacau, sama kalau kita2 menghadapi masaalah yang sama, terbayang keluarga beantakan yang akan berimbas ke masaalah karir. Yang terlintas ketika membuat SMS (AA dalam pikiran kacau) NZ akan ketakutan lalu menghapusnya. Ketika merencanakan pembunuhan, tentu saja pikiran kacau, lupa semua sms yang telah dikirim dan pembicaraan2 via Hp yang rekamannya pasti ada di provider, polisi tentu sudah menyelidikinya mangkanya pagi2 polisi yakin AA sebagai salah satu pelaku sehingga surat pertama ke Jagung sudah mencapnya sebagai tersangka.
