Memang seharusnya hukum tidak memandang siapa saja. Tapi, yang kena biasanya orang yang bukan dedengkotnya. Para pentolan seperti Prabowo & Wiranto tenang-tenang saja tuh.
Atau pentolannya seperti Soeharto itu bagaimana? Bisa meninggal di kasur yang empuk. Mereka bisa dengan mudah melempar kejahatan pada orang lain. Yang jarang dipertanyakan dari kasus Antasari - membunuh atau difitnah? Soe Tjen. --- In [email protected], saiful rijal <saifurri...@...> wrote: > > atau versi yang lain pak: > > Hukum tak memandang siapa dia. Meskipun ketua KPK maka penegakan hukum > tetap harus dilakukan. > > APakah Hal ini ada sangkut pautnya dengan meningkatkan kredibilitas > pemerintahan SBY, Yang akhirnya akan berhubungan > dengan UUPP (Ujung Ujungnya Pil Pres) Juga.??? > > Yang jadi pertanyaan saya pribadi dan semoga saja salah. > > Knapa kejadiannya sangat beruntun, APkah ini skenario ???. atau hanya > kebetulan saja ?? > pertama : Carut Marut DPT di pemilu > kedua : Perpecahan Partai partai seperti yang disampaikan JK > ketiga : Penyelidikan KPU oleh KPK > keempat : Kasus Antasari > Kelima ???.... > > kita tunggu saja, apa yang akan terjadi dalam 1 atau 2 hari ini :) ( kalimat > yang paling populer mendekati batas waktu penetapan CaPres & Cawapres. > > ./saifur > > > 2009/5/4 bungaran <[email protected]> > > > > > > > Jadi Iklan SBY tentang pemberantasan Korupsi cuma asal bunyi lihat saja > > Ketua KPK saja jadi Tersangka. > > > > Ada dua versi cerita : > > Soal Korupsi dan Soal wanita. Bagaimana mau bereskan masalah korupsi kalau > > Ketua KPK saja tidak bersih. > > > > Tapi ada versi cerita lain > > Bukan tidak mungkin karena KPK mau bongkar KPU terus dibuatlah skenario > > agar AA tersandung masalah hukum masalah wanita. Soalnya jika KPK membongkar > > KPU bisa saja akan terbongkar kasus penggelembungan suara yang terjadi di > > KPU. > > [Non-text portions of this message have been removed] >
