itu kan cuma teori.
faktanya mano tidak menjerit2 dan kejang2 sewaktu memerankan  peran.
jadi teori itu tidak selalu sesuai dgn fakta, karena tiap individu mempunyai
kemampuan berbeda dalam mengelola trauma.

jadi intinya apa?  mau ngomong karena mano tidak trauma artinya tidak mengalami
penyiksaan gitu ? jadi penyiksaaan itu tidak ada gitu ?

sohib



--- In [email protected], manneke budiman <hepaest...@...> 
wrote:
> Ini saya kuliahi lagi ya. Masih gratis kok, kaya kemaren-kemaren: Kalo Mano 
> trauma sama perkosaan dan penyiksaan oleh pangeran botak, maka jika perbuatan 
> serupa diperankan (acted) dan "dipanggungkan kembali" (re-enacted) di 
> sinetron, mestinya mano akan semaput sambil histeris dan kejang-kejang atau 
> paling tidak jerit-jerit. Ini namanya simptom adanya trauma.

Kirim email ke