Ya, seneng ama duitnya. Karena kalo cerita sinetronnya sendiri sebetulnya mengulagi kisah penderitaan dan penyiksaan yang konon justur membuatnya trauma. Nilai 100 buat Bung loekyh. Cara positif menghilangkan trauma itu dengan re-conditioning, Bung. Misalnya kalo anak trauma sama binatang, dia mula-mula akan dikasih boneka binatang dulu. Lalu didekatkan dengan bayi binatang itu yang masih lucu dan imut. Sampai si anak mendapat persepsi baru bahwa binatang itu aman,menyenangkan, dan tidak menakutkan. Itu yang namanya terapi positif! Lha kalo maen sinetron yang mementaskan kembali penyiksaannya, kok malah dibilang "hal-hal yang menyenangkan hati? Nemu dari mana lagi? Hehe. manneke
--- On Wed, 6/24/09, loekyh <[email protected]> wrote: From: loekyh <[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: hasil visum manohara To: [email protected] Received: Wednesday, June 24, 2009, 2:45 AM Kali ini saya setuju dengan pendapat bung Sohib, walaupun saya tak selalu setuju dg cara penyampaiannya. Memang ada orang2 yang secara alamiah menghilangkan trauma psikologis dg cara/terapi 'positif', maksud saya dg cara menyibukkan diri pada hal-hal yang menyenangkan saja shg bisa lupa pada kejadian masa lalu yang menimpanya. Terapi ini paling cocok diterapkan pada orang-orang yang pikirannya masih sangat polos, misalnya terhadap anak kecil. Mungkin Manohara masih terlalu polos pikirannya sampai-sampai ia tak berpikir jauh thd akibat yang akan diterimanya dg terlalu banyak menerima wawancara, tampil di infotainment, di sinetron, dsb. Salam
