Sabar sekali Pak Maneke ini melayani yang ngawur bicaranya dan orang yang asal berpihak main mata gelap. Eh atau mata yang tak berkedip melihat Mano.
--- On Wed, 6/24/09, manneke budiman <[email protected]> wrote: From: manneke budiman <[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: hasil visum manohara To: [email protected] Date: Wednesday, June 24, 2009, 4:01 PM Wahahaha, sohib sok pinter tapi keliru. Belajar dulu deh, hib. Trauma kaga ngerti, maka penjelasan pun menyesatkan. Asal njeplak. Seperti biasa, hihihi. Ini saya kuliahi lagi ya. Masih gratis kok, kaya kemaren-kemaren: Kalo Mano trauma sama perkosaan dan penyiksaan oleh pangeran botak, maka jika perbuatan serupa diperankan (acted) dan "dipanggungkan kembali" (re-enacted) di sinetron, mestinya mano akan semaput sambil histeris dan kejang-kejang atau paling tidak jerit-jerit. Ini namanya simptom adanya trauma. Kalo melihat luka-luka di tubuhnya tiap hari aja konon dia trauma, apalagi kalo dipajang buat sinetron, mestinya lebih traumatis lagi. Lha kok ini malah disambut dengan gembira? udah ngarti, hib? manneke
