Atmosfir dalam kejadian tragis sesungguhnya yang dialami Manohara beda sekali
dg atmosfir di lokasi syuting. Kan syuting didominasi oleh kerja fisik?
Seandainya Manohara diminta mengarang kasusnya secara tertulis (kerja yang
didominasi oleh kegiatan berpikir/ mengingat-ingat), mungkin Manohara akan
terus diliputi oleh trauma.
Mestinya kita salut pada seseorang yang setelah mengalami kejadian tragis,
mampu meminimalkan potensi trauma kejadian tsb. Bahkan kita seharusnya
mendorong orang tsb untuk tetap bersikap wajar, tidak terpengaruh oleh kejadian
tragis yang menimpanya.
Apakah kita menginginkan Manohara selalu menunjukkan prilaku traumatik? Saya
melihat pola pikir Manohara benar-benar polos spt anak2. Bahkan saya menduga
Manohara tak menyimpan dendam kepada mantan suaminya. Justru sebagian dari kita
yang lebih banyak memendam amarah kepada putra raja Kelantan tsb.
Mungkin kebetulan prilaku selebriti dadakan Manohara (saya yakin karena
dorongan ambisi terpendam Daisy, ibunda Manohara) mempunyai efek positif thd
Manohara (agar tak lagi mengingat-ngingat kejadian masa lalu), walaupun prilaku
tsb membuat banyak orang antipati. Benar kata salah seorang pengacara mereka,
Daisy tak punya penghasilan (dari harta gono-gini mantan-mantan suaminya?)
Salam
--- In [email protected], manneke budiman <hepaest...@...>
wrote:
>
> Betul Pak Alfred,
>
> Saya jadi membahas trauma untuk meluruskan postingan sebelumnya dari member
> lain. Makanya saya selalu bilang sohib mahmud ini mungkin kalo balas email
> sambil ngemut biji kedondong, jadinya kaga pernah dong :)
>
> Makasih atas klarifikasinya.
>
> manneke
>
> --- On Sun, 6/28/09, Alfred Alinazar <aalina...@...> wrote:
>
>
> From: Alfred Alinazar <aalina...@...>
> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: hasil visum manohara
> To: [email protected]
> Received: Sunday, June 28, 2009, 10:12 AM
>
>
> Seinget saya yg mengangkat isu trauma itu bukan Om Manneke.
> Dulu ada yg bilang Mano itu menolak di visum karna trauma.
> Kenyataan bahwa dia main sinetron tentang peristiwa yg dialaminya
> jelas menunjukkan bahwa peristiwa itu tidak membuatnya trauma.
>
> Nah yg sekarang menjadi misteri, mengapa dulu dia menolak visum?
>
> salam,
>