Hehehe, lemot kok dipelihara? MIkirnya lama banget sih, Hib? Bertapa dulu ya? Kalo tidak histeris dan kejang-kejang waktu memerankan dirinya sebagai korban penyiksaan dalam sinetron, ya kesimpulannya simpel saja: BERARTI TIDAK ADA TRAUMA. Gitu aja kok bingung sih? Makanya jangan kegampangan pake kata "trauma", apalagi kalo kaga ngerti artinya apa. Hahahaha! manneke
--- On Thu, 6/25/09, sohibmachmud <[email protected]> wrote: From: sohibmachmud <[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: hasil visum manohara To: [email protected] Received: Thursday, June 25, 2009, 8:05 PM itu kan cuma teori. faktanya mano tidak menjerit2 dan kejang2 sewaktu memerankan peran. jadi teori itu tidak selalu sesuai dgn fakta, karena tiap individu mempunyai kemampuan berbeda dalam mengelola trauma. jadi intinya apa? mau ngomong karena mano tidak trauma artinya tidak mengalami penyiksaan gitu ? jadi penyiksaaan itu tidak ada gitu ? sohib --- In Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com, manneke budiman <hepaesthos@ ...> wrote: > Ini saya kuliahi lagi ya. Masih gratis kok, kaya kemaren-kemaren: Kalo Mano > trauma sama perkosaan dan penyiksaan oleh pangeran botak, maka jika perbuatan > serupa diperankan (acted) dan "dipanggungkan kembali" (re-enacted) di > sinetron, mestinya mano akan semaput sambil histeris dan kejang-kejang atau > paling tidak jerit-jerit. Ini namanya simptom adanya trauma. __________________________________________________________________ Get the name you've always wanted @ymail.com or @rocketmail.com! Go to http://ca.promos.yahoo.com/jacko/ [Non-text portions of this message have been removed]
