Itu kan pepatah dari ahli strategi militer. PAstilah dia akan ngomong begitu. Coba bandingkan dengan ini: "Pax melior est quam iustissimum bellum", yang sering diartikan sebagai perdamaian lebih baik ketimbang perang yang beralasan (Peace is better than the most just war). Cicero yang ngomong. Tergantung deh, kita mau pake yang mana, pepatah banyak bertebaran, mulai dari jawa, melayu sampe yang keren pepatah latin.
Selebihnya, saya sepakat kalo kita memang perlu mengembangkan industri militer dalam negeri, mulai dari kendaraan lapis baja, kapal perang, hingga roket untuk amunisi pesawat tempur dan kapal perang kita. Saya cuma geli aja atas gagasan bikin rudal untuk dipasang di perbatasan mengarah ke negara-negara tetangga. Salam, ________________________________ Dari: Jovin Rudi Atmanto <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Rabu, 5 Agustus, 2009 11:49:55 Judul: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Tahun 2014, Indonesia Punya Roket Peluncur Satelit Ada pepatah Ci Vis Pacem Para Bellum. Siapa yang ingin damai harus bersiap perang. Ada perbedaan besar antara "mengedepankan pendekatan damai" dengan "tidak memiliki kemampuan membela diri". Saya sangat setuju bahwa kita harus mengedepankan pendekatan damai dalam setiap penyelesaian masalah tapi ketidak mampuan untuk melakukan tindakan militer bahkan sebagai balas dendam akan mengundang pihak lain untuk melakukan tindakan militer terhadap kita. Ini adalah fakta sejarah bukan cuma omong kosong saya saja pak. Dan ada pepatah dari Edmund Burke bahwa "Those who don't know history are destined to repeat it". Swedia adalah contoh dari negara yang netral dan tidak mau berpihak pada blok apapun serta politik luar negerinya menekankan netralitas serta proaktif dalam mengusahakan perdamaian. Kebuijakan itu dalam hal pertahanan diterjemahkan dengan membangun teknologi militer yang maju namun tidak tergantung pada kekuatan lain. Swedia termasuk satu dari sedikit negara yang membuat pesawat tempurnya sendiri (SAAB), Tank tempur sendiri, hingga kapal tempur sendiri. Dan Swedia berhasil untuk tidak terlibat dalam konflik senjata selama lebih dari 200 tahun. Menganggap bahwa negara lain akan menghormati kita walaupun kita tidak memiliki kemampuan militer adalah pandangan naif yang belum pernah terbukti keberhasilannya dalam sejarah manapun. Satu2nya alasan dalam sejarah di mana negara yang tidak punya kekuatan militer bisa menjaga wilayah mereka tidak diserbu hanyalah jika negara tersebut tidak memiliki apa2 untuk dirampas. Salam Jovin R. Atmanto Powered by Telkomsel BlackBerry�
