Bung Asep Kurniawan, Ada betulnya pendapat anda bahwa mengapa kita sebagai orang sipil bila bicara Pertahanan Negara kok cenderung militeristik, yaitu kekuatan senjata. Apa iya untuk meredam kesewenangan Negara Tetangga, terutama dalam masalah perbatasan, harus menggunakan Kekuatan Senjata??? Tetapi realita dilapangan, bila persenjataan ABRI lemah, kita begitu dilecehkan oleh negara tetangga tanpa dapat berbuat apa - apa. Laporan media massa yang menyaksikan ulah Kapal Perang Malaysia yang berusaha mengganggu pemasangan Suar di Ambalat yang dilakukan oleh TNI AL beberapa tahun yang lalu, membuat kita "nelongso" melihat betapa lemahnya persenjataan TNI AL dibandingkan Tentara Laut Diraja Malaysia. Dalam kasus teror dari AL Malaysia, ternyata TNI AL tidak berdaya untuk meminta Kapal Perang Malaysia agar tidak berjalan terlalu cepat didekat lokasi pemasangan Suar, karena ombak yang ditimbulkan sangat mengganggu pelaksanaan pemasangan Suar tersebut. TNI AL sangat sadar bahwa kekuatan Kapal Perang Modern milik Malaysia mampu menghancurkan Kapal Perang Milik TNI AL yang mengawal poemasangan Suar tersebut dengan mudah, karena Kapal Perang Malaysia dilengkapi dengan sejumlah Peluru Kendali modern yang canggih, sedangkan Kapal TNI AL hanya dipersenjatai dua Peluru Kendali Exocet dari Perancis yang sudah lewat masa berlakunya, sehingga sangat tidak jelas apakah masih bisa digunakan untuk perang atau tidak. Karena seluruh persenjataan ABRI merupakan barang import, maka negara manapun akan dengan mudah ,menebak kekuatan senjata pertahanan kita. Soal Kapal TNI AL cuma dilengkapi dengan Peluru Kendali Kadaluarsa dan jumlahnya juga tidak seberapa, pihak Angkatan laut Diraja Malaysia sangat memahaminya. Karena itulah Kapal Perang Malaysia secara terbuka berani melecehkan Kapal Perang TNI AL. Dengan alasan tersebut, memang sudah waktunya Indonesia untuk mengembangkan persenjataan guna pertahanan dari serangan lawan, sehingga pihak manapun akan kesulitan menduga - duga sejauh apa kekuatan persenjataan ABRI. Dengan demikian tidak ada negara tetangga yang berani memprovokasi kita secara terbuka hanya karena mereka bisa melihat betapa kunonya persenjataan Indonesia dibandingkan dengan Persenjataan mereka yang amat modern. Salam, Adyanto Aditomo
--- Pada Sel, 4/8/09, Asep Kurniawan <[email protected]> menulis: Dari: Asep Kurniawan <[email protected]> Judul: Bls: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Tahun 2014, Indonesia Punya Roket Peluncur Satelit Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 4 Agustus, 2009, 1:43 PM Apakah hubungan Indonesia dan tetangga sudah segawat AS-Uni Sovyet masa perang dingin? Pasca perang dingin, isu militer dalam relasi internasional sudah ditinggalkan diganti dengan isu ekonomi, lingkungan dll. Mirip2 Bush Jr ya, orang sipil kok mikirnya pendekatan militer dalam menyelesaikan masalah...
