Tanggung amat.. kalao memang kesalahannya Endang tergolong berat; insubordinasi atau membangkang kepada atasan, yang sampai melibatkan/ mengkompromikan kedaulatan negara dibidang per-virusan (what ever that is..); mengapa cuma dimutasi? MEngapa tidak dipecat saja sekalian?
atau kalao memang ada unsur pelanggaran hukum, terkait dengan hankam, mengapa tidak ditindak hukum saja sekalian? mutasi kan bisa juga penyegaran dan malah promosi.. SFS juga gak tahu diri.. apa dia bebas cela? wong plagiat koq.. sudah lupa ya? hayo.. FlashBack 5 tahun lalu.. salam, -K- 2009/10/22 Satrio Arismunandar <[email protected]> > > > Kasihan Siti Fadilah... > > Rupanya dia mendapat tekanan berat dari pihak-pihak tertentu, setelah > membuka aib Menkes yang baru. > > Sebetulnya tidak penting betul, apakah Endang menjual virus itu atau tidak. > Fakta yang tak pernah dibantah adalah Endang membawa virus ke luar negeri > tanpa izin Menteri Kesehatan, yang notabene adalah atasannya. Padahal saat > itu kebijakan Menkes Siti Fadilah dan Pemerintah RI adalah tidak menyerahkan > contoh virus manapun (khususnya virus flu burung) ke pihak luar (PBB), > sampai ada kejelasan mekanisme yang fair dan bisa dipertanggungjawabkan > tentang penanganan virus tersebut. > > Karena tindakan "menyelundupkan virus ke luar negeri" itulah, maka Endang > dihukum dengan dimutasi oleh Siti Fadilah. Saat itu Endang jelas melanggar > aturan Menkes (baca: aturan pemerintah RI). > > Apakah Endang mau menjual virus itu ke pihak asing (baca: perusahaan > Amerika atau pemerintah Amerika atau CIA atau siapapun juga) atau > menyerahkan secara gratis, itu soal lain lagi. Itu hanya akan menjelaskan > motif tindakan, yang tetap tak bisa dibenarkan. > > Jika dijual, artinya bermotif komersial (cari untung). Jika diserahkan > gratis, berarti ada pemihakan tertentu terhadap pihak yang diberi virus > tersebut (ini malah lebih gawat lagi, karena Endang bisa dianggap tega > mengalahkan kepentingan Pemerintah RI dan negaranya demi kepentingan pihak > asing tertentu). > > Kalau dibilang virus itu tidak laku dijual, tidak tepat juga. Fakta bahwa > dikirim atau tidak dikirimnya virus itu jadi persoalan dan polemik > internasional, berarti virus itu sesuatu yang berharga. Bisa dikembangkan > untuk dicari vaksinnya dan lalu dijual ke pasar internasional (ke > negara-negara berkembang) dengan keuntungan jutaan dollar. Juga virus itu > berpotensi dikembangkan jadi senjata biologis atau senjata pemusnah massal > (kalau soal ini, AS yang paling jago). > > Satrio > > NB: Singkatnya, SBY telah memilih Menkes baru, yang pernah dihukum > atasannya karena melanggar aturan Depkes/Pemerintah RI soal pengiriman virus > ke pihak luar. Mengenai apa pertimbangan SBY ketika memutuskan hal itu, > kirim saja pertanyaan Anda via SMS ke nomor HP resmi SBY: 9949. Semoga nanti > Anda tidak disatroni Densus 88.
