Terima kasih atas kiat-kiatnya Bung Bedes....tapi kami yakin suatu saat Indonesia akan mengalami perubahan. Perubahan itu juga akan sangat berpengaruh kepada Ditjen PBN ini yaitu entah nasih eksis ataupun tidak, yang jelas di negara lain yang saya ketahui tidak ada kantor seperti KPPN untuk negara maju, nah bila indonesia nanti sudah menjadi negara maju akan ada pembuktian masih perlunya KPPN ataupun tidak.
Yang saya masih prihatinkan kenapa pembangunan Indonesia selalu jawa oriented padahal Indonesia bukan hanya jawa, memang sih di luar jawa seperti Balikpapan, Batam, Bali, Makassar Medan udah mengalami perubahan yang sangat fantastis, tapi itukan di tunjang daerah tersebut mempunyai potensi yang cukup untuk meningkatkan daerah itu sendiri. Kalo bicara masalah pembangunan, kenapa ya? yang dibangun selalu berujud fisik, seolah-olah pembangunan fisiklah yang akan dapat dinilai oleh semua pihak, padahal ada faktor lain yang perlu dibangun yaitu SDM, Sementara ini SDM di pulo jawa mungkin menduduki peringkat atas, hal ini dikarenakan pembagunan sarana pendidikan yang sangat pesat, coba bayangkan ada sekolah atapnya bocor aja di pulo jawa langsung masuk tivi, padahal mungkin di luar jawa ada yang lebih parah dari itu tapi pemerintah seolah-olah tidak tahu atau belum tahu. Saya pernah lihat di Metro tivi, kalo mau ke Wamena di Papua sana harus melewati udara karena belum adanya akses jalan darat ke daerah tersebut, alangkah mirisnya saya melihat hal itu. Indonesia sudah merdeka 62 tahun yang lalu tapi kenapa hal ini masih ada, dimana pembangunan yang selama ini didengung-dengungkan? Jangan beralasan kalo Indonesia terlalu luas, sebaiknya kita melihat mental para SDM yang berperan dalam pembangunan, apakah benar dalam mengelola keuangan, proyek, distribusi dana dll....nah disinilah pentingnya pembangunan SDM, kenapa mental pegawai negeri bermental korup? karena pendidikan yang hanya duniawai oriented, coba kita perhatikan di sekolah-sekolah kalo bukan sekolah agama, maka prosi pelajaran agama adalah sangat sedikit yaitu 2 jam saja dalam seminggu per kelas itu waktu saya duduk di SD-SMU. bahkan Prodip..padahal tanpa agama manusia tidak ada apa-apanya di Mata Tuhan. Maaf kami bukannya kesal terhadap pemerintah tapi kami malah ingin masa depan kami ada dalam kepastian dan kenyamanan hidup, kami hanyalah bawahan semoga usul ini bisa didengar oleh semua pihak baik itu yang dari DJPBN sendiri atau orang lain yang ada di milis ini. Sekali lagi bagi sodara-sodara sekalian tingkatkan kualitas kita dalam iman, hentikan korupsi sekarang juga dengan dalih dan alasan apapun seperti lembur fiktif, bila masih ada yang melakukan hentikan sekarang juga, jangan malu untuk ngomong ke PDG agar menghilangkan nama kita dalam daftar lembur...Jangan menggunakan alasan kalo hal itu hanya untk meningkatkan kesejahteraan yang tidak bisa diberikan dalam tunjangan karena bingung mau diberi nama apa. Maaf bila ada yang tersinggung..semoga Tuhan selalu bersama kita dalam suka maupun duka Bedes Sudrun <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Yakinlah bahwa bumi Allah itu luas, jadi Anda akan merasa rugi jika tidak menjelajahinya. Yakinkan pada diri dan keluarga bahwa tidak ada kamus menetap dalam kehidupan Anda, sebelum pensiun. Pastikan punya Homebase (rumah) di satu kota yang aksesnya mudah kemana-mana dari Sabang sampai Merauke dan ada tempat pendidikan dengan kualitas yang bagus Jangan mikirin untuk beli Mobil (percuma, nggak bisa digotong), kalau ada uang berlebih mendingan untuk Ongkos Naik Haji saja, lebih manfaat dan berkah. Jangan lupa untuk bawa tenda yang cukup untuk satu keluarga setiap kali mutasi, maklumlah namanya PNS suatu saat pasti ada krisisnya....ya paling tidak bisa ada tempat berteduh sementara, sampai Bu Kabag ingat janjinya untuk sediakan Rumah plus perabotannya. Terkait dengan Nomor 3. Siap-siaplah untuk jadi Bulok (Bujang Lokal) kalau anak sudah mulai memasuki SMU dan Perguruan Tinggi. Bulok terpaksa jadi pilihan, demi pertimbangan anak2 kita untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Jika sudah jenuh di satu tempat dan belum juga ada mutasi, maka bayangkanlah kalau Anda sedang jalan-jalan dengan Bu Kabag di Kampung Kelahiran Anda. Insya Allah Bu Kabag akan mengingat Anda kembali. ________________________________________________________ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/ [Non-text portions of this message have been removed] --------------------------------- Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! [Non-text portions of this message have been removed]
