Terima kasih atas saran dan masukan dari Bedes di Alas Gung Liwang Liwung
  Yang mungkin saat ini sedang bergelantungan karena memang hidupnya di pohon
  
Mengenai kiat...mungkin yang paling cocok untuk semua orang adalah yang pertama.
  Yakni meyakini bahwa dimanapun kita pijak adalah bumi Allah.....
  Selebihnya tiap manusia punya kiat sendiri2 dalam menghadapi hidup ini, dan 
tentu hak prerogratif ybs untuk menjalaninya. Tentu sangat baik dicontoh jika 
tidak bertentangan dengan Syariat Allah azza wa jalla....
   
  Semakin bijak menjalani 'tugas' sebagai "khalifatul ardh"...semakin 
berkualitas lah seseorang dalam hidupnya.
   
  Kesuksesan tidak pernah diukur dari materi yang pernah dimiliki selama hidup 
seseorang.
  Ada banyak yang sukses (para salafus shalih) menuju surga tanpa memiliki 
materi yang 'baik' (menurut ukuran umum).
  Banyak pula yang sukses dijamin surganya bukan karena "Kuantitas" ibadah 
'mahdhoh' nya, melainkan karena ketulusannya dalam berakhlak....menjamu tamu 
dengan ikhlas misalnya (bukan karena semata-mata tamu itu adalah Kakanwil, 
Pejabat2 Teras, atau lainnya) . Sebab, meski tampak sepele, hal ini menjadi 
ukuran kualitas 'kemanusiaan' kita.
   
  Keaslian rasa ikhlas ini akan tampak nyata jika seorang 'pelaksana' datang 
karena tugas ke Daerah dijamu "Biasa saja", sedang bila yang datang adalah Para 
Penjabat (Kakanwil, dsb) bukan saja jamuan yang lebih bagus daripada tamu 
pelaksana, tapi bahkan kadang diberi oleh2 cindera mata, hotel dibayari, dst 
(padahal : TKPKN REMUNERASI MEREKA JELAS2 LEBIH BESAR DARIPADA YANG 
MENJAMU.......Ruarrrr Biasaaaaaaa). Yang jelas kesan berlebihan ini yang masih 
sulit dihindari (meski sudah reformasi birokrasi)!!!!!!!!
  Jelas ini adalah riak-riak berbahaya yang masih kita pandang 
Keciiiiiiiilllll......
   
  Jadi mas, kesiapan kita hidup nomaden bukan hanya kesiapan materi....atau 
sekedar memperbanyak "kuantitas" ibadah mahdhoh saja (walaupun harus 
diakui...memperbanyak ibadah lebih utama daripada memperbanyak harta). Namun, 
"keberanian" menghadapi "KENYATAAN HIDUP" ini yang kita belum 
miliki......diakui atau tidak????
  Perlawanan terhadap Feodalisme masih belum tampak. 
  Ketakutan dan Rasa Mati Kutu sebagai Bedes hanya akan membuat kita semakin 
ter-marginalkan! Lawan segala keangkaramurkaan!!! Tidak usah takut dengan 
MACAN-MACAN yang hanya gertak sambal. Kita kadang lengah mewaspadai intrik2 
Iman kita yang kita pandang kecil, tapi kita lemah berhadapan dengan fenomena 
yang tampak oleh kita besar. 
  Ingat : "Tidak banyak orang mati karena diterkam macan yang besar, tetapi 
banyak orang mati karena nyamuk malaria atau demam berdarah yang kecil-kecil 
itu!"
   
  Semoga kita selalu siap menghadapi kemungkinan nomad ini!!! 
  Allahumma Aamiiinnn....!!!
  
Bedes Sudrun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Yakinlah bahwa bumi Allah itu luas, jadi Anda akan merasa rugi jika 
tidak menjelajahinya.

Yakinkan pada diri dan keluarga bahwa tidak ada kamus menetap dalam kehidupan 
Anda, sebelum pensiun.

Pastikan punya Homebase (rumah) di satu kota yang aksesnya mudah kemana-mana 
dari Sabang sampai Merauke dan ada tempat pendidikan dengan kualitas yang bagus

Jangan mikirin untuk beli Mobil (percuma, nggak bisa digotong), kalau ada uang 
berlebih mendingan untuk Ongkos Naik Haji saja, lebih manfaat dan berkah.

Jangan lupa untuk bawa tenda yang cukup untuk satu keluarga setiap kali mutasi, 
maklumlah namanya PNS suatu saat pasti ada krisisnya....ya paling tidak bisa 
ada tempat berteduh sementara, sampai Bu Kabag ingat janjinya untuk sediakan 
Rumah plus perabotannya.

Terkait dengan Nomor 3. Siap-siaplah untuk jadi Bulok (Bujang Lokal) kalau anak 
sudah mulai memasuki SMU dan Perguruan Tinggi. Bulok terpaksa jadi pilihan, 
demi pertimbangan anak2 kita untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. 

Jika sudah jenuh di satu tempat dan belum juga ada mutasi, maka bayangkanlah 
kalau Anda sedang jalan-jalan dengan Bu Kabag di Kampung Kelahiran Anda. Insya 
Allah Bu Kabag akan mengingat Anda kembali.

________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]



                         

       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke