maaf mas agak tersinggung sedikit:)
pertama sebenarnya kurang tepat kalau dikatakan masalah pegawai, lebih
tepatnya distribusi pegawai yang tidak merata. KPPN tipe A jumlah
seksi pb 11 orang, bendum=5 orang, subbag umum=4 orang, verak=4orang
(semua termasuk kepala seksi) apa seperti itu terlalu banyak?malah
sangat kurang mas.
kalo soal telat iya sih mas, rata2 di daerah ditolerir sampai jam 8,
beda yah ma kantor pusat:)Tpi pulangnya di daeah lebih sering sering
jam 6 mas karena masih banyak yang harus dikerjakan supaya besok ga
numpuk, beda ma yang di pusat harus jam 5 karena klo lebih malah
trjebak macet. Uhm klo dihitung jumlah jam kerja sama aja kok mas:)
lebur fiktif?Gmn kalo jumlah jam lembur kita lebih banyak daripada
yang diperhitungkan?kayaknya juga harus dibahas tuh:)kasian orang
bendum pulangnya malam terus:)
kalo aspirasi bawah stuju banget mas.Setidaknya setiap kanwil
mengumpulkan kepala seksi di wilayahnya untuk memberikan masukan atas
masalah yang dihadapi sekaang dan yang akan dihadapi di masa
datang.Jadi ga cuma instruksi dari atas aja yang diterima kaum bawah,
tapi juga suara yang dari bawah ini terdengar, ga cuma mentok sampai
plafon:)
reward and punishment?kayaknya dalam disiplin pegawai itu banyak
punishmentnya loh.Klo telat dipotong, klo tepat waktu diapain?Klo
bolos TC dipotong, klo masuk dan ga pernah ambil cuti dapat apa ya?klo
kelebihan bayar dpt TGR, tpi klo tepat bayar kok malah ga dapat
pengharagaan?Sungguh aneh:)
> maaf bukannya kmai gk setuju dengan pendapat panjenengan, tapi untuk
> yang poin pertama kami kurang sependapat, karena pada dasarnya
> perempuan itu punya tugas mendinginkan suasana, toh dalam perekrutan
> pasti komposisi kaum hawa masih lebih sedikit dibanding pria. Menurut
> kami daripada mikirin mutasi yang gak jelas mending mikirin soal
> kelebihan pegawai, kita katanya kelebihan pegawai tapi kok ada kppn
> yang kurang pegawai? apa gak ada tenaga potensial dari daaerah itu
> sendiri sampai harus medatangkan tenaga dari luar pulo? 
> 
> rapimtas menurut kami harus bermula dari bawah, yaitu para pimpinan
> sebelum rapimtas hendaknya menjaring aspirasi dari bawah, termasuk
> juga masyarakat dimana kita hidup. Rapimtas tidak akan monoton bila
> dicoba untuk menjaring aspirasi bawah.
> 
> Kami juga ingin bertanya kepada pimpinan yang ada disini, sudahkah
> menerapkan sistem reward and punishment? adakah pegawai di kantor
> daerah yang terlambat kena potongan absen? kalo ada Alhamdulillah.
> 
> Sudahkah dihilangkan lembur fiktif? pada dasarnya kami sangat tidak
> setuju dengan lembur fiktif apalagi bila ada yang diterima bulan
> nopember dari SPK bulan oktober kalo ada, itu menurut kami jahat
> sekali karena bulan itu masih bulan puasa, memang sih mungkin ada yang
> lembur tapi insya Alloh 99% orang menolak untuk lembur ya toh?
> 
> perbaikilah diri kita masing-masing sehingga organisasi akan baik.
>


Kirim email ke