Ada banyak persoalan yang perlu diungkap dalam rapimtas, kalau bisa 
semua harus diungkapkan mulai dari masalah Kepegawaian (Mutasi yg tak 
kunjung tiba) Masalah2 teknis MPN, (di tempat kami Bank Persepsi 
saling lempar-lembar masalah penerimaan, Bank BRI mempersilahkan untuk 
setor penerimaan Negara ke Bank yang lain dengan alasan waktu terbatas 
padahal jam masih menunjukkan pukul 10 waktu setempat, demikian juga 
di Bank persepsi lain dibatasi dengan nomor antrian yang hanya 10 
nomor untuk setor Penerimaan Negara) sudah kami sampaikan keluhan para 
wajib setor namun terus terjadi seperti disebutkan diatas.

Mungkin yang perlu mendapat perhatian adalah Bagaimana para pimpinan 
nanti bisa menjaga Jalannya Reformasi Birokrasi di DJPB, Kelihatannya 
akhir ini jalannya RefBir kurang mendapat perhatian dalam hal 
menghilangkan kelakuan/kebiasaan "Menerima Amplop/Ucapan Terima kasih" 
dari Stakeholder. Masih ada pimpinan kita dan juga teman2 yang 
belum 'berani' untuk berkata "Jangan" atau "Maaf kami tidak menerima 
pemberian" malah yang herannya mereka selalu berkelit "Karena kami 
tidak meminta diberi kok" ....(Ini pernah saya pergoki stakeholder 
sedang membagi-bagi "amplop" dari satu meja ke Meja Lain sampai ke 
Ruang Kepala Kantor dan Kepala Kantor tentunya senang dengan 
senyumnya) Nah inilah yang harus diperhatikan, secara langsung berarti 
pimpinan dan bawahan rame2 sudah melanggar kode etik.. Melihat kasus 
tersebut Kayanya Kode Etik menjadi pemanis saja.  

--- In [email protected], "vanvan_shinoda" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> reward and punishment?kayaknya dalam disiplin pegawai itu banyak
> punishmentnya loh.Klo telat dipotong, klo tepat waktu diapain?Klo
> bolos TC dipotong, klo masuk dan ga pernah ambil cuti dapat apa ya?
klo
> kelebihan bayar dpt TGR, tpi klo tepat bayar kok malah ga dapat
> pengharagaan?Sungguh aneh:)


Kirim email ke