Wah, makin lama makin banyak postingan yang perlu kita renungkan.
Berbagai masalah di depan mata, tapi jangan khawatir Bung. Jika
permasalahan tidak diungkap, bagaimana mau diobati? Kalo kita sakit
kepala dan mules2. Kita datang ke dokter bilangnya sakit perut, ya
dikasihnya obat sakit perut tho? (sakit kepala-nya lanjut..)
Jadi milis FP ini banyak manfaat kebaikannya... Amiiiin....

Milis Forum Prima yang saya hormati, jauh2 hari saya pernah
berkomentar miring terhadap pola rekrutmen CPNS melalui kategori
"Putra daerah, Honorer, Kemenakan Fulan dll'
Namun, sayangnya, Pemerintah Pusat sudah gembar-gembor bakal
mengangkat tenaga Honor menjadi CPNS. Kebayang tidak? Saya kok merasa
ngeri ya?
Karena tolok ukurnya adalah masa pengabdian... bukan kualifikasi yang
dibutuhkan negara (red:kompetensi) 
Namun nasi sdh menjadi bubur. Seorang Pemerintah harus gentlemen.
Rekrut itu pegawai yang BENAR-BENAR HONOR (bukan siluman) hingga 2009.
Setelah Honor menjadi CPNS, selanjutnya adakan aturan tertulis, bahwa
akan diadakan uji Kompetensi untuk masuk sebagai PNS, disini yang
memang tidak lulus ya diundur masuk sebagai PNS-nya.(kan janji-nya
cuma CPNS tho? nah sekarang sudah ditepati, tapi untuk jadi PNS??
hehehehe mesti ada saringannya Bung.)
Hal ini juga sudah dialami teman2 dari STAN/Prodip dan Penerimaan SMA
maupun S1. Bahkan untuk teman2 STAN/Prodip, ujian ini dilakukan 6
bulan sekali melalui Semesteran. Saya tidak mendapati pegawai asal
STAN/Prodip yang gagal ujian semesteran tapi diangkat jadi Pegawai.
(Bila mereka gagal ujian semesteran sudah pasti Drop Out, ini yang
tidak dilihat teman2 lain diluar. Yang diketahui, alumni STAN/Prodip
bisa jadi pegawai negeri..... Ujian yang tiap 6 bln itu tidak
disinggung. Ada seorang teman yang DO di semester V karena
kehadiran/absen yang kurang. Padahal masa kuliah sisa sekitar 4-5
bulan. Bayangkan, di STAN/Prodip, tidak disiplin  pun tidak bisa jadi
CPNS. Apalagi PNS? 
Mengingat beban negara ini yang sudah begitu berat (omong2, APBN itu
sebagian besar dananya untuk bayar hutang LN ya?)
Mestinya dana yang dikeluarkan Pemerintah setiap bulan ke Pegawainya
dalam bentuk gaji, bisa mendapatkan hasil yang signifikan dalam artian
Kualitas SDM Aparatur Pemerintah yang mumpuni.
Tulisan ini bukan menganggap remeh calon-calon CPNS dari berbagai
asal, namun kualitas Anda harus diuji dan dituliskan di atas kertas.
Sama dengan proses assestment (nulisnya bener ga ya?) terhadap Pejabat.
Kalo Pejabat saja diuji, apalagi kita2 yang kroco.... hehehehehehe
Ujian bagi calon PNS harus ada.
Saya pun setuju jika pemanfaatan tenaga luar dari Pihak ketiga bukan
lagi Honor. Pake SPM-LS gitu bayarnya.
Istilahnya for better Ditjen PBN ya?


Kirim email ke