Terpilihnya Antasari Azhar (Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda
Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung) sebagai Ketua Komisi
Pemberantasan Korupsi dinilai mengecewakan berbagai kalangan.
Terpilihnya pimpinan KPK ini bagian dari resiko demokrasi yang harus
dibayar.Yaitu munculnya orang-orang karena kolusi. Bahkan ada plesetan
yang mengatakan KPK bukan mustahil akan menjadi Komisi Perlindungan
Koruptor. 

Banyak pihak juga menyayangkan keputusan DPR dalam setiap fit and
proper test. Pasalnya, putusan DPR tidak sejalan dengan visi dan misi
ke arah perbaikan Indonesia. Seperti yang kita lihat hasil putusan DPR
mengenai Komisi Kehakiman, KPU, dan yang terbaru KPK. Tidak ada yang
mencerminkan perbaikan Indonesia. Hasilnya makin buruk. Jadi tidak
menutup kemungkinan, ada agenda tertentu yang dalam setiap pemilihan
ketua komisi.Banyak upaya pengagalan kasus-kasus yang melibatkan
berbagai pihak. Seperti kasus BLBI, banyak orang yang terlibat. Jadi
ada kepentingan perorangan maupun kelompok untuk itu. 

Bercermin dari kejadian ini semoga hal ini tidak terjadi pada DJPBN
kita tercinta ini. Terlebih dg adanya assessment untuk para pejabat
maupun calon pejabat. Semoga pejabat yang ditunjuk adalah yang
benar-benar mempunyai kualitas seperti yang kita harapkan demi
kemajuan DJPBN. Mari kita lihat/tunggu SK Pejabat Eselon III dan IV
yang akan segera terbit.

Salam reformasi!



Kirim email ke