Di mailist ini saya perhatikan banyak keluhan terkait
dengan aplikasi yang di gunakan oleh DJPerbendaharaan.
dalam beberapa postingan mereka mengeluhkan tidak
sempurnanya aplikasi, baik aplikasi yg di gunakan
sendiri maupun aplikasi dari DJPB tetapi digunakan
oleh mitra kerja DJPB. Sampai muncul pernyataan
sinical "tak ada aplikasi yang tak retak" merujuk 
peribahasa tak ada gading yang tak retak. Kita
memahami yang namanya aplikasi adalah alat bantu yg
mutlak di perlukan dalam rangka mempercepat
penyelesaian pekerjaan yang semakin kompleks dan juga
volumenya semakin luar biasa banyak. Yang tidak
mungkin lagi di kerjakan secara manual. Posisinya
begitu penting di era modern ini sekaligus juga dalam
rangka percepatan pelayanan pada masyarakat.

Dari banyaknya keluhan tadi maka pimpinan DJPB hrs
mawas diri, apa sebenarnya yang terjadi dibalik itu
semua. Apabila aplikasi dibuat secara mandiri dengan
memanfaatkan SDM internal yang ada. Tetapi ternyata
macet disana-sini. Ada pertanyaan mendasar yg hrs di
alamatkan pada kemampuan SDM yg bekerja atau membangun
aplikasi dimaksud.
Apabila aplikasi di buat oleh vendor, mungkin
kemampuan vendor yg patut di pertanyakan. Atau pilihan
 vendor yg tidak pas. Barangkali perlu di pertanyakan
pula.
Ada dugaan yg mengemuka, kurang sempurnanya aplikasi
ini ttp sudah buru2 di lepas, krn ada berbagai
kepentingan pihak2 tertentu. Ah, saya tidak percaya
untuk hal ini. Klpun ada berarti betapa piciknya dan
sama saja menggali lobangnya sendiri. Pertanyaan
mendasar yg mungkin perlu di lemparkan:  
Apakah prosedur launching untuk sebuah produk yg
dinamakan "aplikasi" sudah dilalui? a.l. apakah sudah
melalui tes laboratorium uji coba? menurut hemat saya
membangun suatu aplikasi bukan seperti kita membangun
rumah tumbuh. Tetapi seluruh aspek yg ada dan
rangkaian hasil yg ingin di peroleh telah
teridentifikasi seluruhnya, tanpa ada yang tertinggal
(identifikasi komprehensif). Harus tersedia cukup
waktu untuk menguji keandalan sistem. Setelah
'settled' barulah produk dapat di launch. Ketika suatu
sistem di luncurkan, macet disana-sini, banyak orang
mencoba meng 'otak-atik' saya khawatir ini akan
melahirkan persoalan baru, seperti isue safety dan
security dari sistem itu sendiri.  Sistem aplikasi
yang baik, kata buku, harus sudah 'given' di kunci,
orang lain yang  tidak berhak tidak dapat/boleh
melakukan perubahan.

Kalau melihat tren APBN yang terus meningkat. TA 2008
akan mencapai 854,6 triliun. Jelas di perlukan suatu
sistem yang sangat2 andal. Saya terkejut sekaligus
juga prihatin ketika ada seorang yang menanyakan
kenapa sistem ini tidak dibangun dg menggunakan sistem
yg lebih formal? (tentu telah teruji keandalannya???),
tetapi di jawab bahwa sistem yg disebutkan mahal, dan
yang di gunakan saat ini 'gratis'. Tidak lucu menurut
saya. ( Tetapi yang menjawab pasti bukan pengambil
kebijakan?). Biaya yang di keluarkan untuk suatu
sistem yang handal adalah suatu konsekwensi logis.
Apalagi ini untuk hal yang sangat vital, yi
"pengelolaan keuangan negara". Urusan negara bukan
urusan untuk gratisan. Kl rumah tangga mungkin logis
kl kita senang yang gratisan, krn terkait dg belanja
rumahtangga. Di sekolah, kita dulu pernah belajar CBA,
cost benefit analysis, yg artinya biaya itu menjadi
sangat relatif bila di banding dengan keuntungan yang
akan kita peroleh. Sy sependapat dengan Sdr. Ary,
walaupun biayanya 1 milyar sekalipun itu belum apa2
jika dibanding dengan jumlah APBN yg harus di kelola
(854,6 T di 2008). Berharap DJPB selalu maju dan
amanah reformasi Depkeu dapat terlaksana sesuai
keinginan Pimpinan Dep. Keuangan.

Terimakasih. 
Maaf jika ada yg tidak berkenan. 

Pakertihutomo. 
(seneng mengamati polah birokrasi) 
 

--- antfebria <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> --- In [email protected], "Ary Nugroho"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Kenapa tidak memakai database engine yang lebih
> formal, misalnya Oracle
> > SQL Server, ABAP
> > Ada yang bisa memberi penjelasan??
> > 
> > ary
> 
> 
> yaa mahal toh mas...
> kita khan harus beli, sementara mysql gratisan.
> cukup handal kok...
> maaf...
> 
> 



      
________________________________________________________ 
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo.com/

Kirim email ke