secara umum, analisis mas/bapak PHK terkait pengembangan aplikasi yang
sering "retak", bagus.

dan secara khusus saya mau menjawab pertanyaan retoris ( Tetapi yang
menjawab pasti bukan pengambil kebijakan?)

itu sudah pasti, saya memang cuma operator bendum yang sekarang masih
bingung dengan aplikasi baru :)

karena saya secara khusus juga hanya mengomentari soal penggunaan
mysql, yaa memang faktanya gratisan. dan juga sudah teruji
keandalannya. (sama dengan sistem database yang katanya lebih formal).
mau bukti/contoh? tapi cari sendiri dech di internet. :)
disambung juga oleh beberapa teman yang menyebutkan keunggulan
penggunaan mysql.
jadi, menurut saya, bukan karena mysql-nya aplikasi kita sering "retak".

gak pake CBA? mas harus tanya kepada pengambil keputusan kenapa pada
akhirnya memilih mysql :)
pasti mereka punya dokumentasinya.

dan saya juga ingin menyampaikan beberapa hal/pertanyaan yang dulu
pernah saya tulis dalam skripsi saya :)

1. kenapa kita, sejak dulu kala, menggunakan foxpro pada 
aplikasi-aplikasi utama? tp alhamdulillah, sudah bisa melirik yang lain.
2. kenapa kita gak mengembangkan aplikasi berbasis web untuk aplikasi
utama?
3. kenapa kita gak ikut migrasi ke linux?
4. kenapa kita masih pake software bajakan?
5. kenapa ....

terima kasih.

--- In [email protected], Pakerti Hutomo Kinaryo
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya terkejut sekaligus
> juga prihatin ketika ada seorang yang menanyakan
> kenapa sistem ini tidak dibangun dg menggunakan sistem
> yg lebih formal? (tentu telah teruji keandalannya???),
> tetapi di jawab bahwa sistem yg disebutkan mahal, dan
> yang di gunakan saat ini 'gratis'. Tidak lucu menurut
> saya. ( Tetapi yang menjawab pasti bukan pengambil
> kebijakan?). Biaya yang di keluarkan untuk suatu
> sistem yang handal adalah suatu konsekwensi logis.
> Apalagi ini untuk hal yang sangat vital, yi
> "pengelolaan keuangan negara". Urusan negara bukan
> urusan untuk gratisan. Kl rumah tangga mungkin logis
> kl kita senang yang gratisan, krn terkait dg belanja
> rumahtangga. Di sekolah, kita dulu pernah belajar CBA,
> cost benefit analysis, yg artinya biaya itu menjadi
> sangat relatif bila di banding dengan keuntungan yang
> akan kita peroleh. Sy sependapat dengan Sdr. Ary,
> walaupun biayanya 1 milyar sekalipun itu belum apa2
> jika dibanding dengan jumlah APBN yg harus di kelola
> (854,6 T di 2008). Berharap DJPB selalu maju dan
> amanah reformasi Depkeu dapat terlaksana sesuai
> keinginan Pimpinan Dep. Keuangan.
> 
> Terimakasih. 
> Maaf jika ada yg tidak berkenan. 
> 
> Pakertihutomo. 
> (seneng mengamati polah birokrasi) 
>  
> 
> --- antfebria <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > --- In [email protected], "Ary Nugroho"
> > <nugroho.ary@> wrote:
> > >
> > > Kenapa tidak memakai database engine yang lebih
> > formal, misalnya Oracle
> > > SQL Server, ABAP
> > > Ada yang bisa memberi penjelasan??
> > > 
> > > ary
> > 
> > 
> > yaa mahal toh mas...
> > kita khan harus beli, sementara mysql gratisan.
> > cukup handal kok...
> > maaf...
> > 
> > 
> 
> 
> 
>       
> ________________________________________________________ 
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
> http://id.yahoo.com/
>


Kirim email ke